Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Preman sial


__ADS_3

***


Tepat di luar hotel, anak buahnya berjejer dan menundukkan kepalanya, wajah mereka memelas dan seperti kebingungan menjawab apapun nanti yang akan di tanyakan oleh bosnya.


Mereka seperti prajurit yang baru saja melakukan kesalahan fatal dan hendak diberikan hukuman seberat-beratnya.


Dengan wajah yang masam dan seperti diselimuti oleh kegelapan, Rean melangkahkan kakinya menuju ruangan anak buahnya, sesampainya di dalam ....


"Berjejer semua," serunya dengan mata yang memandang penuh selidik, ekspresinya begitu menakutkan sampai-sampai para anak buahnya ini takut hanya untuk menelan salivanya sekalipun.


"Syukurlah kalian disini," seru Rean seperti telah mendapatkan penyelamat dalam keadaan paling genting dalam hidupnya.


Semuanya menjadi keheranan dan kebingungan, mereka saling melihat satu sama lain, buka hanya itu saja, baru kali ini mereka melihat bosnya terlihat sedepresi ini.


"Begini ...." Rean menghela nafasnya lebih dulu.


Membuat semua anggotanya menantikan dengan sangat antusias, mereka menduga ada masalah yang sangat serius makanya sampai membuat Bosnya begitu terlihat depresi.


Rean akhirnya menceritakan semua hal yang ia lalui untuk istrinya, di sela-sela Rean menjelaskan ekspresi Sammy, Finn dan Loky sudah berubah-ubah setidaknya sepuluh kali, setiap Rean menceritakan salah satu keanehan ngidam istrinya, mereka akan membelalakkan matanya dan terkejut, yang lain akan menutup mulutnya karena seperti mendengar kisah yang tidak nyata namun tentu saja nyata adanya.


Ada juga ekspresi yang geleng-geleng, jantungan dan syok tentunya.


Setelah bercerita panjang lebar, Rean meminum air minum yang ada di meja terlebih dahulu, karena panjang sekali penjelasan yang ia katakan barusan sampai membuat ia haus.


"Jadi, tugas kalian adalah mencari tahu secepat mungkin jenis-jenis ngidam seorang ibu-ibu, juga cara menanggulangi nya, aku harus segera kembali, kalian harus segera melaporkan nya," Rean melihat jam tangan yang ia kenakan dan langsung bergegas secepat angin keluar dari ruangan anak buahnya.


Siapa yang akan tahu, akan ada saatnya para anggota mafia akan mencari penyebab dan jenis-jenis ngidam ibu-ibu, sungguh ironis sekali kehidupan ini, setidaknya itulah yang di pikirkan oleh Sammy, Loky dan Finn.


Tetapi seperti benang kusut, kasus mencari penyebab ibu ngidam dan jenis-jenisnya juga cara menanggulanginya ternyata kasus yang lebih rumit dibandingkan apapun, karena tidak ada penjelasan yang tepat untuk itu.


Juga setiap wanita memiliki siklus ngidam dan cara ngidamnya sendiri, jadi semakin dicari tahu maka akan semakin rumit jawabannya.


Kasus wanita mengidam sepertinya akan menjadi kasus terberat selama karir mereka dalam perkumpulan mafia.


***


Lily telah bangun, pagi ini berbeda dari yang tadi malam, sekarang Lily ingin terus menempel dengan suaminya, ingin dimanja dan disayang, hari ini Lily juga ingin jalan-jalan.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Rean akan tetap kerepotan, "makan ini, makan itu, tidak mau, aku mau ini, tidak jadi, aku mau yang itu," semua pertanyaan itu seperti siklus yang berputar di kepala Rean, ingin rasanya kepalanya pecah karena pusing.


Setelah lelah seharian berjalan menelusuri pantai, dan singgah di warung-warung tempat makan yang tersedia, mereka hendak kembali ke hotel, tetapi bukan ibu hamil namanya jika tidak ada dramanya dan keinginan anehnya.


Setelah melangkah beberapa saat, mereka sampai di dekat lokasi hotel, Lily berhenti dan menunduk.


Rean berhenti dan lagi tentu saja sedang kebingungan, "Sayang, ada apa? kenapa kau menunduk dan berhenti?" tanya Rean tersenyum sangat manis dan suara yang sangat lembut.


Mendengar itu, Lily mengangkat tangannya dan menunjuk keatas pohon kelapa ada seekor kucing yang sepertinya milik warga sekitar sedang terjebak di atas.


"Panjat dan bawa dia untukku,"


"Apa? sa ... sayang, tapi aku,"


"Panjat, bawa padaku, kucingnya kasihan, pasti dia dibuang oleh pemiliknya dan dia ketakutan sampai memanjat pohon itu," Lily menghentakkan kakinya, dan matanya melihat dengan pandangan memelas pada suaminya yang terlihat kelabakan karena harus memanjat pohon kelapa.


Dengan cepat Rean mengirimkan telepati maksimal pada anak buahnya, dia melirik kebelakang dan tangannya lebih tepatnya telunjuk jarinya memberikan kode dan menunjukkan keatas pohon kelapa.


Para anak buahnya yang menerima kode sinyal telepati langsung memproses sinyal itu, mereka mengikuti arahan tangan bosnya dan melihat seekor kucing diatas, mereka juga melihat ekspresi istri bos-nya yang terlihat ngambek dan kesal tapi wajahnya malah semakin imut.


"Sip! sinyal diterima dengan baik, saatnya operasi dimuali," seru Sammy mengambil helaian kain untuk menutupi wajah Finn.


"Sialan kalian berdua! tetapi tidak apa, demi Bos!" serunya lagi melihat lurus ke depan dan mengaktifkan misi mode on.


Dia berlari kearah bosnya dan ....


"Oh astaga, kucingku yang malang, aku akan memanjat kucingku sayang, demi dirimu," seru Finn menutupi wajahnya dan secepat kilat memanjat pohon kelapa dan secepat kilat juga meninggalkan Lily dan Rean.


"Misi sukses! hah ... hah!" serunya tersendat-sendat menarik nafas karena lelah berlari secepat kilat pada rekannya yang menunggu di balik semak-semak yang memantau keadaan.


Mereka juga terlihat bangga dan puas saat Rean memberikan kode jempolan pada mereka yang artinya sukses besar.


***


Saat misi itu sukses, Rean dan Lily hendak kembali berjalan menuju hotel dan lagi-lagi ada halangan yang membuat Rean ingin meledakkan orang-orang yang datang mengganggu ini.


"Hoi, hoi, ku perhatikan sedari tadi," belum selesai pria berbadan besar dan berotot juga ada tato ditubuhnya ini berbicara, rekannya yang berperawakan mirip mendorongnya sedikit seperti memberikan sinyal kode.

__ADS_1


"Ehem, maksudku setelah kami perhatikan sedari tadi, kalian wisatawan baru ya disini?" tanya pria itu mengangkat wajahnya, Lily yang mendengar itu mengangguk.


"Jadi begini, hoi, kalian harus membayar jika lewat jalanan ini, juga ...." lagi-lagi belum sempat lelaki yang sepertinya adalah preman di lokasi ini berbicara, Rean menyela ....


"Sayang, tutup matamu sebentar ya, jangan lihat sebelum aku suruh, jika kau menurut aku akan menuruti semua permintaan mu malam ini," seru Rean yang sebenarnya sedang dilahap api kekesalan karena lagi-lagi ada yang menghalangi langkahnya, dan lagi itu adalah preman seperti ini.


Mata Lily langsung berbinar dan dia tersenyum, dia sudah memiliki rencana untuk malam ini, "Benarkah? oke," serunya bersemangat dan menutup matanya.


"Krek ... Krek!" Rean meregangkan jemarinya dan kemudian melihat intens dan tajam ke arah preman itu, hanya dengan pandangan menyeramkan itu sudah membuat keduanya bergetar mundur.


"Oh astaga, kau, kau, pandangan mata kau bagus juga ya? mau main mata kita? mau bertanding main mata kita? hah?" decak preman itu membusungkan badannya, namun mulut dan tubuhnya sudah terlihat bergetar.


"Aih, sial sekali preman itu bertemu bos disaat seperti ini," bisik Loky pada rekannya dan ketiganya sama-sama mengangguk.


"Sialan! aku akan memuaskan kekesalan ku dalam tinju ku ini! kalian sial bertemu denganku sialan!" teriak Rean tentu saja dalam hati, dia tidak ingin istrinya mendengar hal itu.


"Buk ... Buk ... Buk!" hanya beberapa pukulan sudah membuat gigi mereka berdua jatuh, muka benjol biru dan kepalanya pusing dan akhirnya pingsan, mereka bahkan di titik tidak tahu apa yang mereka terima barusan saking cepat dan kuatnya tinju beruntun itu.


Setelah kedua preman pingsan, segera Rean melirik kebelakang dan memberikan kode agar segera membereskan jejak.


"Oke, misi diterima dengan baik!" seru Sammy dan menepuk kedua rekannya, memberikan sinyal jika yang terjun kelapangan adalah Finn dan Loky.


"Hadeh," seru Finn geleng-geleng melihat Sammy, namun mereka berdua segera menyeret preman itu kebalik semak-semak.


Jejak telah di bereskan.


"Oke sayang, sekarang bukalah, saatnya kita kembali," sahut Rean dengan senyuman yang puas dan bebas karena kekesalannya sudah melayang dalam tinju tadi.


"Loh, kemana orang-orang besar tadi?" tanya Lily kebingungan saat tidak menemukan siapapun dari kedua pria besar itu.


"Kebelet," sahut Rean menggenggam tangan istrinya dan mengajaknya kembali.


"Ooh," seru Lily lagi dengan polosnya.


Sepertinya para preman itu sungguh sial hari ini, bukannya dapat uang malah dapat luka.


***

__ADS_1


Bagi yang nungguin maaf baru update, aku tuh lagi ada novel on going juga lagi nyiapin novel The King, maafkan diriku 😭


__ADS_2