Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Menjadi calon ayah


__ADS_3

***


"Woah, Paman, apakah kau adalah kembaran ku yang lahir berpuluh-puluh tahun lalu? lihat wajah ini? aku kira hanya aku yang memiliki wajah tampan di dunia ini, ternyata ada satu lagi," Levi kecil membelalakkan mata imutnya dan seperti terkagum-kagum dengan wajah yang juga sedang terkejut melihat kearah nya itu.


"Bo ... Bos, kalian terlalu mirip, kecuali mata, aku sampai merinding, oh ya, cara bicaranya seperti Bos Sean," seru Sammy melihat kearah anak kecil itu dan kearah Rean secara bergantian.


Pengasuh Levi itu mengangguk saat mendengar ucapan dari Sammy walaupun ia tidak tahu siapa itu Sean, seolah ia pun setuju dengan apa yang ia lihat.


"Paman, ayo bantu aku berdiri, sampai kapan kita harus bersitatap seperti ini?" Levi menepuk wajah Rean dengan tangan mungilnya.


"Hei, anak kecil, apakah kau tahu siapa yang kau pukul itu? dia adalah Bos ma ...." beluk sempat Sammy ingin memamerkan kehebatan Rean, Rean langsung menatapnya dengan tatapan tajam yang sangat menyeramkan kearah Sammy membuat Sammy langsung terdiam dan menciut.


"Siapa namamu anak kecil?" Rean menggendong Levi dan tersenyum kearahnya.


Entah kenapa jantungnya yang tadi berdegup sangat kencang dan semua kekhawatiran yang ia rasakan lenyap saat melihat anak ini.

__ADS_1


"Namaku adalah Levi, anak satu-satunya dari ibuku yang sangaaattt cantik!" Levi terlihat sangat bangga akan kecantikan ibunya.


"Tuan muda, jangan begitu, kita harus cepat kembali, kalau tidak Nyonya akan marah besar dan menghukum mu," pengasuh Levi sesaat langsung sadar jika sekarang ini mereka sedang berinteraksi dengan orang asing.


"Kak Ser, sekarang yang perlu kau lakukan hanyalah menyembunyikan ini dari Ibu, Paman ini tampan seperti ku, dia pasti baik, iya kan Paman?" Levi berbicara santai kepada pengasuh nya itu.


"Paman, sebagai rasa bersalah mu kepadaku, traktir aku ice cream, kau tahu, ibu selalu melarang ku memakan ice cream, jadi jika yang membelikan adalah Paman, ibu pasti tidak akan tahu," ucapan Levi terdengar sangat imut saat berbicara, matanya bulat dan besar, dia juga ekspresif saat menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.


"Hmm, baiklah, Paman akan membelikan kamu ice cream kalau kau mau jalan-jalan bersama Paman hari ini, bagaimana?" Rean masih menggendong Levi, mereka kembali masuk ke dalam mall dan sedang berjalan menuju lantai tempat yang menjual makanan.


Rean dan anak kecil itu bisa dengan cepat menjadi dekat, padahal baik Rean maupun Levi bukanlah tipe orang yang bisa dekat dengan siapa pun, apalagi Levi selalu diingatkan untuk menjauhi orang asing, tetapi entah mengapa Levi begitu nyaman dengan orang yang mirip dengannya ini.


Sekarang ini, Levi sedang memakan ice cream sedangkan Serry dan Sammy sedang menjadi nyamuk, Rean dan Levi seperti ayah dan anak yang sedang berkencan.


***

__ADS_1


"Oh ya Paman, nama Paman siapa? sudah berapa lama tinggal disini? apa pekerjaan Paman? boleh minta nomor telepon mu?" pertanyaan bertubi-tubi langsung menghujani Rean.


Rean langsung tersenyum, dia mengingat jika Lily juga akan bertanya dengan cara yang sama, bertanya banyak hal hanya dalam waktu singkat.


"Kenapa Paman tersenyum? jawab pertanyaan aku," decak Levi sedikit kesal, namun malah semakin terlihat imut karena badannya yang mungil.


"Untuk apa anak kecil seperti mu bertanya hal seperti ini pada Paman?" tanya Rean sembari mengusap ice cream yang menyebar di dagu Levi.


Levi mendekat kan wajahnya ke telinga Rean dan mulai berbisik.


"Aku sebenarnya tidak pernah seperti ini pada orang yang baru dikenal, tetapi menurut ku Paman cocok menjadi ayahku, kau tahu aku belum pernah nyaman bersama orang lain dalam waktu singkat, jangan khawatir Paman, ibuku sangat cantik, dia juga menolak banyak sekali orang, bahkan Ibu menolak paman yang memberikan kami tempat tinggal sekarang, jadi menurut ku Paman memiliki kesempatan karena yang mengenalkan adalah anaknya sendiri, bagaimana? apakah Paman tertarik?"


"Pffft, kau lucu sekali, bagaimana mungkin ada anak kecil yang mencarikan jodoh untuk ibunya seperti ini, memangnya ibumu secantik apa?" goda Rean sembari tertawa melihat betapa polos dan lucunya anak kecil versi mini darinya ini.


"Menurut ku Ibuku adalah orang tercantik di dunia, Paman tidak akan menemukan yang lebih cantik dari Ibuku," Levi membusungkan dadanya dan mengangkat dagunya, menunjukkan wajah bangga nya saat menggambarkan betapa cantiknya ibunya.

__ADS_1


Perbincangan panjang antara Levi dan Rean terdengar sangat asyik, mereka tertawa dan bercanda, jika orang lain melihat nya pasti salah mengira jika mereka adalah ayah dan anak.


__ADS_2