
***
Keesokan harinya,
Di sebuah panti asuhan,
"Kau lihat anak-anak itu? mereka sangat murni namun lemah, apakah kau tahu apa yang akan terjadi pada mereka saat aku mati? mereka akan mati kelaparan, di dunia ini tidak ada satu orangpun yang akan peduli pada mereka,"
"Bagi anak-anak ini, atau bagi yang lain yang menerima uluran tanganku, aku adalah Tuhan dan dewa mereka, hahahaha! menggelikan sekali bukan? bagaimana jika mereka tahu jika makanan yang mereka makan dibeli dari hal-hal mengerikan,"
"Bagaimana jika mereka tahu jika banyak yang mati dan darah yang bercucuran untuk apa yang mereka dapatkan, apakah menurut mu aku akan tetap jadi dewa mereka?"
ucap Gustaf pada Braham yang berada di sampingnya.
Sekarang ini mereka sedang berjalan-jalan ke salah satu panti asuhan milik Gustaf Sin.
Mendengar hal itu membuat Braham sedikit bingung, mengapa Gustaf tiba-tiba mengatakan hal ini padanya.
"Kenapa tiba-tiba membahas hal itu?" seru Braham hendak mencari tahu alasannya.
Gustaf Sin sangat tidak suka membahas perihal umur dan kematian dirinya namun mengapa kali ini tiba-tiba saja membahas hal itu.
"Dua hari lagi akan ada pelelangan, disana akan ada sebuah barang yang sangat aku inginkan, kau tidak perlu ikut, kau bisa istirahat sebentar, tugasmu pasti sudah membuatmu lelah," jawab Gustaf tidak memberikan jawaban mengenai pertanyaan Braham.
"Baiklah, saya akan melanjutkan pekerjaan saya yang tersisa dan akan beristirahat sejenak," seru Braham juga tidak ingin memperdalam pertanyaan nya, dia memang sebisa mungkin jangan menaruh curiga pada pria tua ini.
Gustaf Sin seolah merencanakan sesuatu, namun dia tidak ingin Braham tahu akan hal itu.
Tetapi Braham juga bukanlah orang yang bodoh, dahulu dia tetaplah anak seorang pejabat yang jenius, dia lebih pintar dari yang Gustaf duga.
Dari tahap ini, Gustaf akan mendapatkan karma, karma dari perbuatannya.
"Tring ... Tring ... Tring,"
"Siryu, suruh orang kita untuk melenyapkan Braham, dia sudah mengkhianati ku! pastikan dia tidak akan pernah tahu mengenai Hera, adik perempuannya yang masih hidup itu! dan hubungi dia jika semua sudah berjalan sesuai rencana,"
__ADS_1
"Dan untuk pesta lelang dua hari lagi, pastikan tidak ada orang-orangnya Rean ataupun Rean sendiri yang mengikuti nya, disana akan ada orang yang penting akan datang, juga akan ada barang yang sangat aku inginkan di lelang disitu, aku tidak ingin dia mengganggu hari itu,"
ucap Gustaf menghubungi Siryu sesaat setelah Braham pergi meninggalkan dirinya.
Gustaf tahu gerak-gerik Braham, ada yang tidak beres dengannya, Gustaf sudah hidup lama dan sudah memiliki banyak pengalaman, penghianatan kecil saja dia akan tahu dengan cepat.
Gustaf tidak akan menjadi pemimpin pasar gelap jika bukan karena ketangkasan dan kehebatannya.
***
Di kediaman Rean,
Hari ini, Lily tidak bangun telat, dia mempersiapkan sarapan untuk suaminya, dia sangat bahagia, pagi ini mereka terlihat seperti pasangan sungguhan.
Terkadang Lily masih tidak menyangka jika dirinya sudah menikah, walaupun tidak ada pesta tapi sekarang hidupnya sangat bahagia.
Rean sudah berangkat ke kantornya, setidaknya itulah yang Lily tahu, Lily yang percaya seutuhnya pada suaminya ini tidak mengetahui jika suaminya adalah seorang ketua sindikat mafia yang besar.
Rean memang belum memberitahukan mengenai hal itu, sekarang belum waktu yang tepat, masih terlalu banyak bahaya yang mengintai.
***
Sekarang semua anggota sudah berkumpul, mereka sudah tahu siapa musuh mereka, jadi sekarang mereka akan melakukan rencana penuh untuk menghancurkan nya.
Sean sudah menjelaskan detail informasi mengenai musuh mereka yang bernama Gustaf Sin.
Seorang dermawan yang memiliki banyak sekali panti sosial, dia dikenal sebagai orangtua yang dermawan, dia tidak memiliki istri ataupun keluarga.
Namun, di setiap kesempatan wawancara Gustaf selalu mengatakan jika panti sosial yang sudah ia bangun adalah keluarga nya, Gustaf mendapatkan respon positif dari masyarakat, bahkan dia memiliki fan club penggemar karena kedermawanan nya.
Dari penyelidikan Sean, Gustaf sebenarnya memiliki sebuah pulau pribadi yang dimana dipenuhi tumbuhan terlarang yang nantinya akan diproduksi menjadi berbagai macam obat-obatan, namun tentu saja obat yang ilegal, termasuk juga pembuatan racun.
Selain memiliki pulau pribadi penuh dengan tumbuhan dan pabrik ilegal, tentunya Gustaf lah seorang dibalik berjalannya perdagangan di pasar gelap, dia yang mengatur jalan dan struktur penjualan itu.
Dia juga bekerjasama dengan pemangku kepentingan seperti dari para pengusaha juga pemerintahan, dulu Gustaf juga bekerjasama dengan Urek. Kemarahan Gustaf sebenarnya adalah karena hancurnya klien terbesar nya yaitu Urek.
__ADS_1
Sebelum Urek berhasil dihancurkan mereka memiliki perjanjian bisnis berskala besar, dan semua itu hancur karena Urek di jatuhkan, kerugian sangat besar, hal itu membuat Gustaf berang dan akan menghancurkan perusahaan Winston dari dalam juga perkumpulan mafianya.
Dan kebetulan dahulu dia memiliki hubungan pribadi dengan masa lalu Rean dan Sean atau bisa dibilang dahulu Gustaf pernah menerima misi untuk melenyapkan kedua anak ini.
***
"Aku dan Sammy akan pergi ke negaranya, aku akan meninggalkan Sean dan Finn disini, kalian memiliki tugas yang lain,"
"Kita akan menghancurkan Gustaf Sin dan jajarannya, aku tahu kali ini akan lebih susah dari yang biasanya, karena dia mendapat dukungan dari para kalangan elit dan pemerintahan, tapi aku tahu cara melenyapkan dia,"
"Aku sudah menyusun rencananya, kebetulan di tim kita sudah ada orang Loorey Leeac jadi pastinya kita akan lebih terbantu nantinya," ucap Rean hendak menjelaskan rencananya pada semua orang yang ada di ruangan itu.
Dengan mereka mengetahui musuh mereka, Rean bisa dengan cepat menyusun rencana menghancurkan nya.
Rean yakin rencananya sudah tersusun dengan sangat hebat, dia memang di berkahi kemampuan jenius untuk menyusun sebuah rencana dengan waktu singkat.
Dalam rencana ini dia akan menghancurkan Gustaf Sin, dan juga mencari tahu siapa yang membuat ibunya menderita, siapa yang menjebaknya dan akan membalas kan dendam untuk ibunya.
Rencana ini akan berjalan dua hari lagi, dengan adanya Sean dan Logan di tim nya membuat Rean dengan mudah mengetahui semua hal mengenai Gustaf Sin, dua hari lagi akan ada lelang yang di hadiri oleh orang-orang penting, di sana ada satu barang yang menurut Rean sangat menarik dan pastinya Gustaf mengincar barang itu.
"Permainan baru saja dimulai, sepertinya kali ini keberuntungan memihak kepadaku, aku mengetahui identitas mu disaat yang tepat," decak Rean tersenyum, dia merasa waktunya sangat tepat.
Walaupun sampai sekarang dia tidak tahu asal usul Braham, orang yang membantunya, bahkan Sean sekalipun belum bisa melacak siapa Braham sebenarnya, entah mengapa dia merasa bisa mempercayai pria itu.
Saat ini, identitas Braham akan dicari tahu sembari menjalankan misi, yang paling utama sekarang adalah bersiap untuk memberikan kejutan pada Gustaf Sin, bahwa lawannya kali ini bukanlah seorang anak kecil bodoh namun lawan yang akan menghancurkan dirinya.
***
Di kediaman keluarga Rolex,
"Bagaimana apakah dia akan pulang?" seru Gale pada istrinya yang kemarin telah menghubungi putri nya agar pulang.
Istrinya hanya bisa terdiam, karena sepertinya Lily tidak memberikan respon akan segera pulang.
"Kurang ajar! sepertinya aku harus menyeret nya pulang! pernikahan antara dia dan Nick harus berjalan, dia tidak boleh mengindari ini!" decak Gale sudah dalam amarah yang memuncak.
__ADS_1
Belum pernah dia semarah ini pada putrinya sebelumnya.
Bahkan saat dia sudah menyuruh istrinya agar berbohong mengatakan jika dirinya kecelakaan pun tidak kunjung membuat Lily pulang, jadi kali ini Gale akan menggunakan cara yang lebih ekstrim untuk membawa Lily pulang.