
***
Lily yang mencoba mengumpulkan kesadarannya ini mengatur pernafasan nya, dia tidak boleh bersikap seperti ini kepada orang asing apalagi orang itu datang secara tiba-tiba ke rumahnya.
"Ehem, be ... begini Tuan, anda ...." belum sempat ia melanjutkan omongannya tubuhnya langsung digendong oleh Rean.
"Ahhhh, lepaskan aku, kau mau menculik aku ya? kau salah pilih orang, aku hanyalah seorang wanita yang sudah memiliki anak, tolong lepaskan aku," Lily berteriak dan tiba-tiba memohon pada pria yang langsung menggendong nya ini.
Namun saat ia melihat kearah Rean, Rean hanya tersenyum.
"Woah, dia tampan sekali, apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Apa? Grace! sadarlah! kau sedang di culik oleh orang asing dari rumahmu sendiri!" ketus Lily menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan kesadarannya lagi.
Hanya beberapa saat mereka sudah sampai di mobil mewah milik Rean, disana dia sudah ditunggu oleh anggota nya yang lain.
__ADS_1
"Hiks, kau mau membawaku kemana? jangan bilang kau akan menculik ku dan menjual ku? atau, atau kau akan mengambil organ ku dan menguburkan tubuhku di hutan, hiks, tolong jangan," Lily dengan segala pikiran nya yang berlebihan membawanya ke imajinasi mengerikan.
Dia membayangkan hal-hal yang menyeramkan sekarang.
Namum tiba-tiba tangan lembut pria itu menyentuh wajahnya lagi.
"Sayang, kau sungguh nyata, aku pikir selamanya tidak akan pernah melihat mu lagi, aku sangat merindukanmu," bisik Rean memandangi Lily, pandangannya tidak pernah luput sedari tadi, tangannya sekarang melingkar di tubuh Lily dan dia menyandarkan wajah Lily ke dada bidangnya.
Rean memeluk Lily penuh kerinduan.
Dia merasa tenang dan aman saat berada dalam pelukan pria asing ini, dia juga menyadari jika ingatannya telah kacau, yang ia ingat hanyalah kenangan lima tahun lalu, jika ingatan sebelum itu ia tidak bisa mengingat nya, dan jika ia mencoba mengingat nya maka hatinya akan terasa sangat sakit.
Di dalam mobil itu waktu berjalan terasa lama, kehangatan yang diberikan pria ini memenuhi dirinya, dia seperti menginginkan hal ini sedari lama.
__ADS_1
Dia sampai tidak menyadari jika mereka telah sampai di kediaman Rean, rumah yang dulu pernah menjadi rumahnya.
"Sayang, tenang saja, aku pasti akan membuat mu ingat semuanya, aku yakin bahkan saat kau melupakan ku, hatimu tidak, karena sekarang kau yang memeluk aku," sahut Rean yang tersenyum puas saat Lily memeluk nya sangat erat di dalam mobil.
"Ap ... apa? aku, itu, aku tidak bermaksud, aku hanya merasa seperti, aku tidak bisa menjelaskan nya tapi, tanganku bergerak sendiri tadi," seru Lily dengan ekspresi yang melihat kearah atas seperti sedang mencari cara untuk menjelaskan perasaan yang tidak ia mengerti yang sedang bergejolak dalam dirinya.
"Sayang, tahu kah kau, seberapa aku merindukan wajah ini, ekspresi ini, dan caramu berbicara tidak pernah berubah, kau masih istriku yang menggemaskan dan lucu, jujur dan sangat cantik," Rean langsung menarik tubuh Lily yang tadi tiba-tiba menjauh karena harus menjelaskan perasaan yang tidak ia mengerti itu.
"Ehem, kita sudah sampai Bos!" seru Loky yang dibuat seperti angin lalu bagi kedua pasangan ini.
Hal itu membuyarkan Rean dan ia pun mengajak istrinya untuk masuk kedalam rumah mereka.
***
__ADS_1
Temans, sebelum aku lanjutkan aku mau nanya dong hehe, di komen ada beberapa yang nanya kalo di season sebelumnya yang (Simpanan pria arogan) Hera, ibunya Rean dan Sean sudah mati, padahal seingat aku tuh aku tidak membuat karakter Hera sampai mati hanya dia berdarah-darah di sofa, Correct me if im wrong yaa 🥰
Btw keromantisan Lily dan Rean agak aku banyakin dikit episode nya gapapa ya, biar seimbangan sama tegang nya yang episode sebelum-sebelumnya.