Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Iblis pun akan takut


__ADS_3

***


Di mansion Winston.


"Aku sangat merindukan istriku, inilah akibatnya jika aku meninggalkan Rean dan Sean sendirian, bisa apa mereka tanpa aku yang sangat tampan dan hebat ini! aku harus membantu masalah ini dengan cepat agar aku bisa berkumpul dengan istri dan anak-anak ku lagi," ketus Winston menjatuhkan dirinya ke kasur yang luas.


"Aaaaaa, aku harus bisa menahan diriku, tenang Winston, kau pasti bisa bersama dengan mereka sebentar lagi, sabarlah," decak Winston berguling-guling di kasur.


Sekarang Luna dan anak-anaknya sedang bersama mertua dan ayahnya, mereka menikmati waktu tenang dan berlibur bersama, harusnya Winston ikut dalam bagian keluarga bahagia itu, tetapi dia harus membantu saudara-saudaranya, memang mereka bertiga Winston, Rean dan Sean harus berkerjasama jika ada sebuah masalah serius.


Ini memberikan pelajaran baru baru Winston, dia tidak boleh memikirkan hidupnya sendiri, dia sadar jika dirinya tidak bisa melepaskan Rean dan Sean sendirian.


"Ta ... tapi, yang ada di kepalaku hanyalah Luna, aku merasa bersalah pada Rean dan Sean, tidak Winston, kau harus berjuang bersama saudaramu, Luna sudah menjadi milikmu, dan itu akan bertahan selamanya," decak Winston menyadarkan dirinya dan mencoba fokus membantu Rean dan Sean.


Tetapi ....


"Tring ... Tring ... Tring" telepon dari Luna membuyarkan semua fokus dan kepercayaan diri yang ia bangun sedari tadi.


"Maafkan aku saudara-saudara ku, kalian akan mengerti saat cinta datang pada kalian, ah, istriku menelepon aku duluan, senangnya," decak Winston langsung mengangkat panggilan itu.


"Sayang, aku tahu kau pasti merindukan aku kan? aku tahu jika kau tidak bisa hidup tanpa suami tampan dan hebat seperti ku," seru Winston tersipu malu di kamarnya.


Sungguh, walaupun mereka sudah menikah sikap Winston yang sangat mencintai istrinya tidak berubah sama sekali.

__ADS_1


"Sayang, cepatlah selesaikan urusanmu, tadi Axel berbicara kata pertamanya, sayang sekali kau tidak ada, aku dan ayah juga tidak sempat rekam, tahu kah kau betapa bangganya aku? dia bilang 'papa', dia mencari mu sayang," seru Luna dengan begitu antusias.


"Pa ... pa ... aaannngg, Papa," suara imut dan menggemaskan terdengar dari ponsel itu, hal itu membuat Luna semakin bersemangat dan mendekatkan ponselnya ke Axel, sedangkan Alexa sedang ternganga melihat kakaknya berbicara kata pertamanya.


Dari wajah Alexa terlihat kecemburuan dan juga sepertinya tidak mau kalah, tetapi yang keluar dari mulut mungilnya hanya suara yang tidak jelas.


"Huaaaaa," Alexa menangis karena tidak bisa seperti kakaknya, Axel yang melihat kesamping dan mendapati adik perempuannya menangis, juga ikut menangis karena sedih.


Keduanya sekarang menangis membuat Luna sedikit kerepotan.


"Sayang, aku matikan dulu ya, mereka menangis sekarang, sepertinya Alexa tidak suka karena Kakaknya mengatakan kata pertama nya lebih dulu, dan itu mempengaruhi Axel juga, sekarang mereka menangis seperti sedang berlomba juga, jangan lupa makan dan tidur cukup, aku dan anak-anak mencintaimu,"


"Tut ... Tut ... Tut," panggilan itu langsung mati.


"Aku juga mencintaimu," suara Winston bergetar, tiba-tiba ada air mata menetes di pipinya.


"AAAAAAA! kata pertama putraku, dia menyebutkan namaku, dia bilang papa, tidak! tidak! tidak! aku harus cepat-cepat menghajar orang-orang gila yang ada di Eden agar aku bisa cepat bersama istriku!" decak Winston berteriak tidak karuan, dia sangat senang sampai meneteskan air mata.


Dia merasakan kebanggaan untuk pertama kalinya sebagai orang tua, dia sangat bangga karena putranya memanggil dirinya.


Ditengah kebahagiaan itu, deringan ponselnya kembali berbunyi.


"Halo?" seru Winston saat melihat jika Rean menghubungi nya.

__ADS_1


"Halo Bos ...." belum sempat Rean melanjutkan omongannya,


"Jangan memanggilku Bos lagi Rean, kau itu keturunan raja, yang artinya darahmu itu darah biru, kau membuatku malu jika kau terus memanggil ku dengan sebutan Bos!" ketus Winston pada Rean.


"Ah, baiklah, Winston, aku ingin kita bekerjasama dalam masalah ini, Rolex telah menjebak aku, dan satu-satunya yang menjadi kartu as disini adalah mereka tidak tahu jika kau sudah menjadi saudaraku, aku sedang dalam perjalanan ke Eden, datanglah kesini dan bawakan anak buah kita secara sembunyi," seru Rean pada Winston.


"Humm! akhirnya aku mendengar kata ini darimu saudaraku, keras kepala tidak akan menyelesaikan masalah, dulu aku tidak pernah menyelesaikan masalahku sendirian, aku selalu membutuhkan mu dan Sean, aku ingin kau juga bersikap begitu padaku, minta lah padaku karena aku adalah saudaramu juga," sahut Winston sudah menunggu-nunggu perkataan ini dari Rean.


Mereka harus bersama karena mereka sudah menjadi saudara dan mereka saling membutuhkan satu sama lain.


"Habislah kalian siapapun musuh Rean dan Sean itu! jika aku dan saudara-saudara ku sudah bersatu bahkan iblis sekalipun akan takut!" decak Winston tersenyum sangat menyeramkan.


Jauh dari fakta jika dia sekarang adalah suami dan ayah yang baik, dia tetap lah seorang mafia berdarah dingin dan hebat, sama seperti Rean dan Sean, mereka memiliki kelebihan mereka masing-masing dan mereka diciptakan untuk saling melengkapi.


Winston langsung bergegas, dia tidak jadi tidur, di depan mansion sudah ada Sammy dan beberapa anggotanya, sesuai dengan yang diperintahkan oleh Rean. Sammy akan datang menyusul bersama Winston.


***


Di kediaman Vincent Rolex,


"Ayah, aku sudah membawa adik ku, Gale Rolex pulang, aku juga sudah melakukan sesuai dengan yang kau perintahkan, walaupun putrinya sedikit keras kepala dan tidak mau datang sendiri, aku sudah mengurusnya, sekarang mereka sedang berada di ruangan selatan," ucap Daron memberikan laporan pada ayahnya.


"Hahaha, baiklah aku akan menjumpai anakku yang tidak bisa diatur itu," seru Vincent pada putranya ini.

__ADS_1


Vincent Rolex sudah tahu saat lalu sang raja menyelidiki mengenai kebenaran mengenai kejadian puluh tahun silam, berkat itu Vincent bisa tahu jika Hera masih hidup, juga putranya, keturunan raja dan seseorang yang berhak atas takhta kerajaan juga masih hidup dan telah berubah menjadi seorang monster.


Kedatangan Vincent ke perjamuan saat lalu adalah karena ia juga tahu jika Sean adalah adik kembar dari Rean, makanya dia datang secara tiba-tiba dan ingin memberikan salam.


__ADS_2