Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Nick Langirs


__ADS_3

***


Kejadian setelah Lily menghubungi Rean saat lelang usai,


"Aaaa, aku pasti sudah gila, kenapa aku menutup panggilan nya? tidak ada jaminan dia akan memanggil aku lagi, huhu," Lily kesal saat menyadari jika karena emosi sesaat dia mematikan panggilan yang sudah ia coba-coba ratusan kali dalam dua hari ini.


Hanya dalam sekejap Lily langsung menegakkan tubuhnya dan duduk di kasur melihat dengan intens ponselnya, matanya seolah memancarkan percikan api karena tajamnya ia melihat ponselnya itu.


"Satu ... dua ... tiga,"


"Satu ... dua ... tiga,"


"Satu ... dua ... tiga,"


Berkali-kali Lily berhitung berharap jika Rean akan menghubungi nya kembali.


"Jika kali ini kau belum juga menelepon aku kembali, lihat saja apa yang akan kulakukan saat kau pulang," decak Lily semakin dekat memandangi ponsel nya.


"Satu ... dua ... ti ...."


"Tring ... Tring ... Tring," deringan ponselnya mengejutkannya, namun wajahnya langsung berbinar.


"Ah, ini pasti suamiku, hehe, aku tahu jika dia pasti akan menghubungi aku," gumam Lily tidak lagi melihat siapa yang meneleponnya dan langsung mengangkat.

__ADS_1


Namun, seperti langit yang runtuh, yang menghubungi dirinya adalah ibunya sendiri memberitahu kan jika baru saja ayah nya meninggal dunia, dan di duga ayahnya meninggal karena dibunuh oleh seseorang.


Ponsel yang tadinya ia pegang erat terjatuh, matanya menjadi kosong, semua suara menjadi sunyi, jantung yang tadinya berdegup kencang karena bahagia berubah menjadi kemarahan yang tiada berujung.


Ingin ia berteriak tetapi suaranya tidak terdengar, tubuhnya bergetar hebat.


"Tidak! ayahku! aaaaaaaa!" Lily akhirnya meluapkan semuanya, dia tidak akan membuang waktunya, dia harus kembali ke negaranya sekarang juga.


Semua deruan penyesalan mengikuti langkah Lily, pemberontakan nya pada ayahnya ini memberikan luka paling menyakitkan baginya, jika ia tahu akhirnya akan begini maka dia akan memilih menurut saja, jika tahu ayahnya akan pergi selamanya maka lebih baik dia menuruti semua permintaan ayahnya.


Pikiran nya sudah kacau, dia tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang, yang ada di pikirannya hanya penuh dengan kenangan ayahnya, penyesalan yang tidak bisa dia kembalikan seperti menusuknya ribuan kali.


Ini adalah rasa sakit paling menyakitkan yang pernah ia rasakan, rasanya ingin mengembalikan waktu tetapi sang waktu bukanlah miliknya.


Langkah kakinya yang sudah bergetar namun cepat di hentikan oleh deringan ponselnya.


"Halo?" seru Lily dengan suara parau dan sedikit terburu-buru, karena dia hendak pulang ke negaranya.


"Lily Rolex, akhirnya aku bisa mendengar suaramu, dengar, namaku Nick Langirs, kerabat dekat dari keluarga Rolex, ada beberapa hal yang perlu aku sampaikan secara langsung denganmu, ini mengenai ayahmu," seru Nick pada calon istrinya itu.


Nick sudah berada di negara dimana Lily berada, karena ada urusan bisnis membuat Nick bisa dengan cepat menemui Lily, ada beberapa hal yang harus ia sampaikan secara langsung pada Lily.


Mendengar nama keluarga Langirs yang sudah tidak asing ditelinga nya membuat Lily yakin jika informasi yang akan diberikan oleh pria bernama Nick itu bisa dipercaya.

__ADS_1


Lily yang sudah putus asa memutuskan menemui Nick sebelum ia akan pulang, dia harus tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Nick.


Lily berpura-pura ingin pergi berbelanja, tadi Nick berpesan agar tidak seorang pun yang tahu jika dia bertemu Nick, entah apa alasan Nick tetapi Lily harus mengikuti rencana Nick, karena semuanya ini berhubungan dengan ayahnya.


Para pengawal yang di tempat kan Rean menjaga Lily tentunya mengikuti Lily secara sembunyi-sembunyi, namun jejaknya tiba-tiba hilang di tengah keramaian.


Lily menyelinap pergi ke tempat perjanjian antara dirinya dan Nick.


***


Lily akhirnya masuk kedalam sebuah ruangan, disana dia bertemu seorang pria sedang duduk memegangi beberapa berkas, Lily bisa tahu jika pria ini pasti disukai banyak gadis karena tampilannya yang mewah dan rapih juga wajahnya yang lembut namun tampan.


"Kau sudah datang Lily," seru Nick tersenyum lebar langsung berdiri saat melihat Lily sudah datang kearahnya.


"Sampaikanlah apa yang ingin kau katakan, aku harus cepat-cepat kembali ke negaraku," ketus Lily tidak ingin membuang-buang waktu, dia harus cepat kembali sekarang juga.


Lily langsung duduk di kursi sofa yang ada dalam ruangan, Nick yang tadi menyodorkan tangannya harus menerima kenyataan jika Lily bahkan tidak memperhatikan nya sedikit pun.


"Humm, baiklah, aku akan mengatakan semuanya, tetapi kau harus tenang mulai dari sekarang," sahut Nick menarik kembali tangannya namun tetap tersenyum mencoba menenangkan hati Lily yang sedang dalam kesedihan.


Hal pertama yang ditunjukkan oleh Nick adalah beberapa foto mengenai tempat terakhir kali Gale Rolex kunjungi, tempat itu adalah gedung lelang para kalangan elit, sejak dari saat itu Gale dinyatakan telah mati karena di bunuh.


Lalu setelahnya Nick menunjukkan beberapa foto seorang pria yang terlihat familiar bagi Lily, tubuhnya tersentak dan diraihnya foto itu.

__ADS_1


"Kenapa suamiku ada di lelang? apakah Winston menyuruh nya mengikuti lelang? lalu apa hubungannya kematian ayahku dan ini semua?" tanya Lily masih tidak memikirkan hal-hal yang aneh, semua pikiran liar dan menyakitkan yang terbersit itu ia singkirkan.


Dia tidak akan bisa hidup jika dugaannya benar, semuanya akan menjadi neraka untuknya.


__ADS_2