Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Menggemaskan


__ADS_3

***


Sammy sedikit keheranan karena bosnya sudah lebih satu jam masih belum kembali juga, saat Sammy mencoba untuk memeriksa keadaan tiba-tiba bosnya sudah muncul dari arah pintu rumah.


Namun, Sammy bisa melihat dengan jelas aura bosnya yang berbeda sekali dari yang tadi, tadi auranya masih aura tenang dan penasaran, namun sekarang ini benar-benar gelap, penuh amarah dan dendam.


“Sammy, dalam dua hari ini kita harus menangkap siapapun pelakunya, aku tidak akan bisa tenang jika dia masih bisa tidur tenang, aku pasti akan menghabisinya! Siapapun dia akan kuhancurkan!” tegas Rean dengan wajah datar namun menyeramkan.


Sammy yang tidak tahu apa yang dialami bosnya di dalam hanya bisa mengangguk dan menyanggupi perintah bosnya ini.


Setelah beberapa saat, Rean mengingat saat lalu jika ibunya datang kesebuah rumah yang besar membawa sekumpulan bunga, orang itu pasti ada hubungannya dengan semua ini, atau setidaknya dia pasti tahu sesuatu.


“Sammy, hubungi Loky, orang yang tinggal di komplek perumahan A nomor 15B, didekat persimpangan jalan besar menuju rumahku, tangkap orangnya dan bawa ke markas,” sahut Rean memberikan perintah baru pada Sammy.

__ADS_1


“Baik Bos,” sahut Sammy langsung menyambungkan ponsel pintar yang ada di mobil pada Loky untuk melaksanakan perintah dari Bosnya.


“Halo, Loky, aku akan mengirimkan pesan padamu, malam ini sebelum kau kembali ke markas, kau bawa satu anggota kita dan tangkap orang yang tinggal di rumah yang alamatnya akan aku kirim ini,” perintah Sammy pada anggota yang ada dalam naungannya ini.


“Baik Bos,” seru Loky menyanggupi perintah bosnya dan langsung pergi melakukan misinya yang kedua untuk hari ini.


“Apakah Bos akan langsung ke markas?” sahut Sammy ingin tahu tujuan Bosnya ini sekarang.


“Tidak, antarkan aku pulang, saat kita sampai disana akan subuh, beberapa jam lagi aku akan datang ke markas, sesaat setelah orang itu ditangkap,” sahut Rean memerintahkan Sammy untuk membawanya pulang.


***


“Kalian yang ada di dalam boleh pergi,” bisik Rean pada anggotanya yang memang menyelinap bersembunyi di bayangan di dalam rumah itu.

__ADS_1


Saat Rean sampai di ruang tamu, dia dibuat terkejut dengan sebuah sosok memakai piyama tidur berwarna putih duduk di kursi sofa dan sedang mencoba membuka matanya yang sudah akan terpejam, kepalanya juga mengangguk-angguk karena sepertinya sangat mengantuk karena menunggu Rean pulang.


Rean menghela nafasnya dan berjalan menuju Lily, yang menunggunya semalaman.


“Apa yang kau lakukan disini?” sahut Rean yang sebenarnya sudah lelah namun bahkan lebih khawatir lagi saat menemukan istrinya seperti itu.


Sekarang Rean hendak menggendong istrinya itu untuk kembali ke kamar dan mebaringkannya.


“Oh, kau sudah pulang suami?” sahut Lily menggelengkan kepala dan membelalakkan matanya agar tersadar kembali.


“Eh, tunggu, tunggu, jangan sentuh aku! Kau suami tidak setia! Kau mengurungku seharian dan berselingkuh diluaran sana kan? Kau lihat ini? Mataku sampai menghitam karena menunggumu!” teriak Lily dengan nafas yang sudah memburu. Entah apa yang sudah terjadi semenjak siang namun hal itu membuat Rean bingung.


“Selingkuh? Apa yang kau maksud? Bagaimana mungkin aku berselingkuh dari istriku yang cantik dan menggemaskan ini? Siapa yang bilang, aku akan menghajarnya!" ketus Rean berpura-pura marah dan mengusap lembut pipi istrinya yang masih terlihat berusaha keras membuka matanya yang selalu saja ingin tertutup itu.

__ADS_1


Sekarang ini, kelelahan Rean dibayar lunas oleh tingkah menggemaskan istrinya yang natural, Lily benar-benar rela menunggu suaminya pulang duduk sendirian di ruang tamu.


__ADS_2