Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Lebih rumit dibandingkan menjinakkan bom


__ADS_3

***


"Mati? jadi kau mau mati? kau ingin aku menjadi janda muda? aku bahkan belum bahagia dan memiliki anak bersamamu, jangan berani-beraninya berpikiran untuk mati, aku akan menyeret mu bahkan dari alam baka sekalipun, kau kira aku tidak berani?" Lily salah mengartikan perkataan Rean yang mengungkit kata mati.


"Tidak ... tidak ... tidak, bukan itu maksudku, maksudku adalah aku tidak akan pernah meninggalkan mu, jadi jangan khawatir, aku bersalah karena tidak memberikan kabar, aku tidak akan mengulanginya," seru Rean sedikit terkejut, Lily memang selalu berpikiran terlalu jauh, itu adalah sifat yang melekat dalam dirinya.


"Hummm, baiklah aku percaya, jadi kapan kau akan kembali? haruskah aku menghubungi Winston dan mengatakan padanya jika sekarang kau sudah punya keluarga, tidak baik memberikan semua pekerjaan padamu, apalagi jika nanti kita memiliki anak," ucap Lily serius, dia akan berbicara dengan Winston jika perlu.


"Jangan, tunggu lah aku sebentar lagi, seperti yang aku bilang padamu, banyak hal yang harus ku selesaikan, aku akan mengatakan semuanya padamu saat semuanya usai, jadi kau tunggu lah aku pulang ke rumah," seru Rean masih tidak bisa mengatakan jika keluarga Rolex telah membunuh keluarga ibunya, juga membuat dirinya dan Sean menderita bahkan sebelum lahir, juga fakta bahwa dirinya adalah seorang mafia.

__ADS_1


"Apakah kau tidak bisa mengatakan nya sekarang? kenapa harus menunggu? aku akan memberikanmu waktu satu hari lagi, jika kau tidak pulang aku tidak akan makan! kau mungkin tidak sadar tetapi kita ini pengantin baru, kau bahkan tidak membawaku berbulan madu! dasar suami tidak peka!" decak Lily mengungkapkan kekesalannya yang sudah ada di ubun-ubun.


Dia tidak mau tahu, pokonya suaminya harus pulang segera.


"Tapi sayang, disini masih ada hal penting yang ...." belum sempat Rean melanjutkan omongannya, panggilan telepon nya tiba-tiba sudah dimatikan oleh Lily.


"Ahh, begini rumit kah memahami seorang wanita? apakah karena ini pengalaman pertama bagiku? memahami istriku ternyata jauh lebih susah dibandingkan saat aku menjinakkan sebuah bom yang akan meledak, sekarang aku benar-benar kagum pada Bos Winston karena telah menjinakkan istrinya, haahh," Rean yang sedang duduk di pandangi oleh oleh anak buahnya itu sedang menarik nafasnya dalam-dalam.


Senyuman merekah tergambar di wajahnya.

__ADS_1


"Pasti wajahnya sangat menggemaskan, saat dia marah atau kesal, wajahnya akan merah dan tubuhnya akan bergetar, matanya juga akan membesar, ahh, beginikah rasanya merindukan seseorang?" gumam Rean tersenyum, jika di gambarkan akan ada cahaya warna merah muda sedang terpancar dari seluruh tubuhnya dan banyak bentuk hati yang sedang bermekaran disana.


Rean tidak menyadari jika semua anggotanya yang juga ada disitu hampir kena serangan jantung, betapa cepatnya ekspresi bosnya ini berubah.


"Ehem ... ehem, Bos, saya sudah mengurus Gustaf Sin, seharusnya setelah ini kita harus menghubungi tim Bos Sean di kerajaan Eden dan menyusul mereka," Sammy yang sudah selesai membereskan Gustaf datang menghadap dan menghilangkan senyuman cerah penuh cahaya di wajah Rean.


"Humm, baiklah, setelah informasi yang di berikan oleh Gale Rolex, jika dugaan ku benar, aku sudah tahu siapa orang yang menculik ibuku, sekarang dia pasti melakukan apa yang ia bisa untuk menebus dosanya, tetapi semuanya sudah terlambat, aku akan menghubungi Sean secara pribadi untuk ini, kita akan pulang sebentar, ada beberapa perubahan rencana, Sean dan Logan akan melakukan bagiannya disana," seru Rean dengan wajah yang serius.


"Tetapi sebelum kita pulang, aku ingin mengunjungi pamanku, aku tahu sudah dua hari dia di rumah sakit, tetapi aku ingin menunggu memberikan pemakaman yang layak untuknya, aku ingin dia di makamkan di samping makam ayah dan ibunya, yaitu Kakek dan Nenek ku," seru Rean sambil berdiri, dia akan pergi memeriksa pamannya yang sedang di autopsi di rumah sakit.

__ADS_1


Saat lalu, dia juga meminta pada pihak rumah sakit agar menjaga jasad pamannya dengan baik sebelum di makamkan dengan layak nanti di tanah kelahirannya.


__ADS_2