
(Yang usianya belum 19 tahun ke atas jangan di baca ya episode ini)
***
Masih di kediaman Rean,
"Lepaskan aku! kau pembohong! kau pembunuh, aku tidak akan pernah memaafkan mu! kau memanfaatkan ku, dan kau menikmati penderitaan ku! lepaskan aku!" Lily berteriak saat tenaganya tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman suaminya ini.
"Pembohong? pembunuh? benar, aku telah ribuan kali berbohong, menipu dengan ribuan tipu muslihat, aku juga sudah membunuh banyak orang, tetapi apakah kau lupa? sampai detik ini kau masih menjadi istriku, bukankah seharusnya kau melakukan peran sebagai istri?" bisik Rean sudah tidak bisa membendung amarahnya, dia tidak menyangka setipis itulah kepercayaan istrinya padanya.
Entah apa yang sudah terjadi hanya dalam satu hari tetapi tidak seharusnya Lily mengatakan kata perceraian, menurut Rean, mereka sudah menikah dan mengikat janji, dan itu berlaku untuk seumur hidup, pernikahan bukanlah permainan baginya, bahkan saat keadaan menuntut nya melepaskan Lily karena nama Rolex melekat di darahnya, Rean tidak mampu melepaskan wanita yang menjadi istrinya ini, dia bahkan tidak marah sedikit pun, tetapi Lily malah dengan seenaknya mengatakan kata perpisahan karena alasan yang dia percayai.
"Sayang, kau ingin melihat siapa aku sebenarnya kan? baiklah, aku akan menuruti permintaan mu, aku akan menunjukkan siapa aku sebenarnya, sebaiknya kau persiapkan dirimu karena Rean yang menuruti mu sudah kau hancurkan barusan," bisik Rean merobek pakaian yang dikenakan istrinya dengan sangat kasar.
__ADS_1
Pakaian yang cukup tebal itu bagaikan kertas tipis dibandingkan tenaganya yang besar, hal itu membuat Lily sontak terkejut dan semakin ingin memberontak.
"Jangan menyentuh ku! kau membunuh ayahku, aku tidak bisa memaafkan mu, kenapa?" Lily berteriak sekuat tenaga namun dia tenggelam dalam cengkeraman seseorang yang ia kira kenali ternyata tidak sama sekali.
"Sayang, inilah aku yang sebenarnya, bukankah kau berjanji akan tetap berada di sisiku? menerima ku apa adanya? jangan mengingkari janjimu dan penuhi tanggung jawab mu," decak Rean dengan pandangan yang begitu sayu, pandangan nya menunjukkan kesedihan yang dalam.
"Kenapa matanya seperti itu? bukankah dia yang mengkhianati ku, menghancurkan janjiku? dia yang membuatku tidak bisa memaafkannya karena membunuh ayahku, tetapi mengapa dia yang terlihat menderita? aku yang seharusnya marah dan sedih, karena dia menghancurkan cintaku, dia membohongi ku dan mengambil hal berharga dariku," gumam Lily dalam hatinya saat melihat tatapan suaminya yang terlihat sangat sedih.
"Kenapa tidak percaya padaku? kenapa tidak menunggu ku saja, kenapa kau ingin menghancurkan ku? kau tidak berhak?" bisik Rean menahan semua rasa sakit yang ia rasakan. Dia menumpahkan nya pada sentuhan dan cengkeraman pada tubuh Lily.
"Sakit? apakah kau tahu rasanya sakit? apakah kau tahu apa yang sudah kulalui karena kekejaman keluarga mu? jika ini kau rasa sakit maka akan ku tunjukkan yang lebih menyakitkan sayang," bisik Rean meremas dengan kuat buah dada istrinya dan menggigitnya sampai membiru.
"Kau bajingan, lepaskan aku, jika aku tahu siapa kau lebih awal, aku tidak akan menikahi mu, aku lebih baik menyetujui perjodohan yang disiapkan ayahku, lebih baik ...." belum sempat Lily melanjutkan jeritan kesakitan nya mulutnya langsung di cium paksa oleh Rean dengan ciuman menuntut.
__ADS_1
"Jika kau berani menikahi orang lain, jika kau berani berselingkuh dariku, kau tidak hanya akan menerima perlakuan kasar dariku, kau akan melihat neraka yang sesungguhnya, apakah kau mengerti?" decak Rean sedikit membisik, saat mendengar perkataan ingin menikahi orang yang dijodohkan itu membuat tekanan yang diberikan Rean semakin kuat dan rasanya tentu saja semakin sakit.
"Ahhh, sa ... sakit, hentikan! kau tidak berhak mengatakan apapun padaku disaat kau membunuh ayahku! kau yang membuatku seperti ini!" decak Lily dengan sisa tenaga yang ia punyai.
"Heh? sudah berhenti memberontak sayang, seharusnya kau nikmati saja malam ini, mulut ini jangan mengatakan apapun yang tidak berguna karena malam ini kau akan menerima akibat dari perbuatan mu, kau harus mempersiapkan dirimu karena ini baru permulaan," bisik Rean semakin menekan tubuh Lily yang berada di bawah tubuhnya, setiap hentakan dan gerakan yang ia lakukan tidak lagi lembut tetapi sangat kasar dan kuat.
Dia ingin Lily mengerti jika saja Lily mencoba menikahi orang lain maka dia akan melakukan apa saja sampai membuat Lily dan orang itu menderita.
Lily yang menerima perlakuan kasar dari suaminya ini hanya bisa menangis, trauma nya dari Rey yang sudah hampir ia lupakan kembali lagi, tubuhnya bergetar dan rasa ngilu begitu terasa di setiap sudut.
Malam itu tidak sedetik pun Rean melepaskan Lily, Lily yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa pasrah dan terdiam, tapi matanya tajam, dia berjanji tidak akan pernah jatuh pada lubang yang sama, dia tidak akan memaafkan pria ini.
***
__ADS_1
Jangan lupa di like ya 🥰♥️