
***
Lily yang mendengar pujian itu lagi-lagi melayang dan sesaat lupa dengan misi marahannya.
“Hehe, aku memang cantik dan menggemaskan, kau tahu saja bagaimana menggodaku,” decak Lily tersenyum malu dan kembali tersadar lagi.
Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menutup mulutnya dengan rapat seperti mengambil ancang-ancang untuk mengatakan sesuatu dengan sangat cepat seperti sedang nge rap.
“Aku, aku tidak akan terpancing lagi dengan gombalan mu suami, kau berselingkuh dari ku dan jika kau memujiku, itu tidak ada gunanya, walaupun aku senang tapi aku tidak akan melepaskan mu kali ini, aku akan menuntut mu dengan surat nikah! Kau tahu ini kan? Ini ponsel mu yang kau bilang hilang! Tadi siang ada gadis yang ingin bertemu denganmu dan namanya adalah Sha … Sahton, ah, aku lupa lagi siapa namanya, siapapun itu namanya, dia datang jauh-jauh kesini demi mengembalikan ponsel mu!”
“Dia, dia bahkan melihatku seperti ini!” Lily segera mencontohkan mata yang memicing dan dagu yang naik, seperti seseorang yang melihat orang lain dengan angkuh.
Dia mencontohkan bagaimana tadi Sharon melihatnya, terlihat sangat angkuh menurut Lily.
“Bisakah kau bayangkan? Dia melihatku dengan gaya seperti tadi dan melihatku seperti itu? aku ingin menjambak nya tapi diriku yang terdalam ingin aku bersikap tetap anggun dan berkelas, kau tahu apa yang dikatakan si Shaton itu? sebelum dia pergi dia mengatakan jika dia tertarik denganmu dan dia akan mengejar mu karena dia adalah gadis yang menawan! Hah! kau, kau memang penggoda! Bagaimana mungkin dia bisa memiliki ponselmu yang hilang? Apa yang sudah terjadi antara dirimu dengan si Shaton?” decak Lily dengan ucapan yang sangat cepat diselingi praktek seperti apa wajah Sharon tadi melihatnya dan menantangnya, Lily yang tidak mengingat nama Sharon selalu saja salah menyebut nama gadis itu menjadi shaton.
__ADS_1
Ya, saat siang yang mengetuk pintu Lily yang dikira Lily setan itu adalah anggota Rean, karena ada seorang gadis yang memaksa untuk bertemu dengan Rean, bahkan gadis itu menunjukkan kartu identitasnya pada penjaga itu, karena gadis itu berteriak dan tidak mau pergi memutuskan mereka bertanya pada Lily mengenai tamu tak diundang itu.
Sharon memang sudah menyelidiki mengenai Rean, tetapi tidak banyak informasi yang ia dapatkan, tetapi untungnya dia mendapatkan alamat rumah Rean, karena Rean tidak kunjung menelepon ke ponsel yang ia sengaja ambil membuat Sharon berinisiatif untuk mengunjungi rumah Rean.
Karena mengetahui jika itu adalah wanita yang cantik dan seksi membuat Lily beranjak memanas dan yang terjadi siang itu adalah percikan persaingan sengit antara Lily dan Sharon.
Persis seperti yang dikatakan Lily, Sharon benar-benar yakin jika Rean akan jatuh kepelukannya, entah mengapa Sharon sangat yakin akan hal itu.
Rean yang melihat istrinya menjelaskan sesuatu seperti anak kecil, juga saat Lily mempraktekkan gaya gadis tadi siang yang mengusiknya itu dengan ekspresi yang sangat lucu membuat Rean tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha, sayang, kau lucu sekali, aku tidak mengenal si Shaton, aku juga tidak akan jatuh kepelukan siapapun, apa kau lupa aku tidak suka dekat gadis manapun kecuali istriku yang cantik ini,” sahut Rean sekarang ini benar-benar terlepas dari penatnya seharian setelah melakukan misi yang berbahaya.
“Iya, benar, aku hanya menginginkanmu seorang,” sahut Rean kembali mengusap pipi istrinya yang sudah memerah, terlihat sekali hendak menangis.
“Hiks, aku takut kau meninggalkan aku, tadi si Shaton itu mengatakan jika dia sangat mengenalmu, sedangkan aku bahkan tidak terlalu mengenal suamiku sendiri, tadi, tadi aku sama sekali tidak bisa menjawab dan hanya berpura-pura angkuh saja, kau tahu, sepertinya aku harus belajar pada Luna caranya berdebat, aku kalah tadi saat berdebat dengan Shaton, huhu, aku ingin tanding lagi dengannya dan mengatakan dengan bangga jika kau adalah suamiku, milikku!” seru Lily menangis seperti anak kecil.
__ADS_1
Lily yang tidak pandai berdebat dan bertengkar itu memang kalah berdebat dengan Sharon, dan dia tidak suka dengan hal itu.
“Cup … Cup … Cup,”
“Aku akan mencarinya dan menyuruhnya bertanding lagi denganmu, tapi setelah kau berlatih berdebat dan bertengkar, aku ini milikmu dan kau pasti akan menang!” seru Rean memeluk istrinya ini dan memberikan semangat untuk Lily.
“Jangan mencarinya! Aku yang akan mencarinya sendiri dan ku kalahkan dia dengan tanganku setelah aku berlatih nantinya, awas saja jika kau mencari gadis itu ataupun gadis yang lainnya! aku akan, aku akan, aku juga tahu akan melakukan apa,” ucap Lily kembali bingung, sebenarnya apa yang akan ia lakukan jika Rean mencari gadis lain.
Matanya melihat keatas dan seperti sedang berpikir.
“Uhmm, intinya aku tidak bisa membayangkan jika kau menghianati ku, jadi jangan mencari gadis manapun dan dekat dengan gadis yang lain, serahkan misi ini padaku suami!” decak Lily lagi penuh dengan keteguhan hati dan keseriusan dalam wajahnya.
Kesederhanaan berpikir Lily, kepolosan dan kejujurannya benar-benar membuat Rean terpesona, bayangkan saja Rean sudah sangat lelah dan pikirannya terbebani, namun Lily yang bertingkah sangat lucu dan bercerita dengan mata yang berbinar penuh ekspresi menghilangkan semua kelelahan Rean, sepertinya Lily memang obat untuk Rean seorang.
“Aku tidak akan meninggalkanmu sayang, terimakasih sudah bercerita banyak padaku dan menghiburku, bahkan jika suatu saat nanti kau ingin pergi dariku, aku tidak akan membiarkan hal itu!” decak Rean langsung menarik tubuh istrinya itu dan memeluknya, setelah itu ia pun menggendong Lily ala bridal style menuju kamar mereka.
__ADS_1
Lily yang baru beberapa detik dibaringkan di kasur langsung tertidur lelap, sepertinya dia pun kelelahan karena menunggu Rean.
“Istriku ini memang sangat manis dan menggemaskan,” bisik Rean memberikan kecupan di dahi Lily dan setelah itu ia pergi mandi.