Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Mencari Tuan bawang


__ADS_3

***


Di kediaman Rean,


Rean sudah kembali pulang, dikesehariannya yang begitu sibuk dan menguras pikiran, dia ingin sejenak mengistirahatkan tubuhnya, seperti biasa dia akan menyuruh anggotanya yang mengawasi Lily untuk keluar, lalu Rean pergi mencari istrinya.


“Kemana dia? Biasanya dia akan menungguku pulang di ruang tamu, apakah dia sudah tidur?” gumam Rean sesaat setelah tidak menemukan Lily di kursi sofa ruang tamu rumahnya.


Rean lalu pergi kekamarnya namun Lily juga tidak ada disitu, Rean langsung panik, dia mengira jika Lily telah diculik atau sesuatu yang buruk telah terjadi. Padahal jelas-jelas banyak anggota yang sudah ia kerahkan untuk menjaga Lily, sampai Lily keluarpun akan diam-diam diikuti oleh mereka.


Rean panik mencari keberadaan istrinya, dia membuka seluruh ruangan, termasuk kamar mandi, namun belum juga ditemukannya Lily.


***


Lily sekarang ini sedang menekuni hobi barunya yaitu memasak, setelah berhasil pada percobaan pertamanya dia mulai menyukai hal ini.


Apalagi sekarang ini kepalanya sedang pusing, memikirkan cara agar bisa pulang.


“Kalian harus bekerjasama denganku, sepertinya bakatku hanya bisa mengolah kalian dengan benar, kau dengar itu tuan bawang?” decak Lily sedang mengomel sendirian sembari mempersiapkan masakannya, dan saat ini sedang ada bawang bombay sedang ia pegang.

__ADS_1


Mungkin karena terlalu bosan, Lily sampai berbicara sendiri dengan bahan masakan yang sedang ia persiapkan.


“Siapa yang akan tahu sebentar lagi nasibmu akan berakhir di dalam perut, mengenaskan sekali dirimu tuan bawang, maafkan aku, jadilah enak,” ucap Lily hendak memotong bawang yang akan menjadi pelengkap masakannya.


Namun,


“Ah, kenapa kau terjatuh? Apakah kau belum siap menghadapi takdirmu? Lihatlah rekanmu yang lain, Tuan cabai, tuan sayur dan yang lain, mereka sudah pasrah, harusnya kamu juga begitu Tuan bawang, duh,” seru Lily sesaat bawang bombay yang ada di genggamannya terjatuh kebawah meja dapur.


Lily yang sedang serius memasak mencoba meraih bawang yang ada di bawah meja, dia sedikit kesusahan karena letaknya sedikit jauh dari jangkauannya, jadi memang dia harus masuk kebawah meja demi menjemput sang bawang.


***


Sedangkan Rean yang sudah khawatir setengah mati hendak keluar untuk membentak semua anak buahnya karena dirasa tidak becus menjaga istrinya, bisa-bisanya malam begini istrinya tidak ada dirumah sedangkan mereka bisa tenang seperti itu.


Namun sebelum dia pergi keluar, dia bisa mendengar suara-suara yang berasal dari dapur masak.


***


“Sedikit lagi, sedikit lagi aku bisa meraihnya, tuan bawang kamu membuatku susah, aku hanya ingin membantumu memenuhi takdir hidupmu, jangan salahkan aku,” Lily akhirnya bisa meraih bawang bombay yang terjatuh itu dengan susah payah.

__ADS_1


“Aha, tuan bawang kemanapun kau berguling, aku pasti akan bisa menemukanmu, haha,” Lily tertawa seperti seorang penyihir yang hendak menyiapkan ramuan sihirnya, dia merangkak keluar dari bawah meja.


Lily menggenggam bawang itu dan tersenyum sangat lebar, hal sesederhana itu sungguh bisa membuatnya bahagia.


“Astaga, kau mengagetkanku!” ketus Lily sesaat melihat kearah didepannya, karena suaminya sedang berdiri tegap melihat Lily, namun wajahnya terlihat sangat marah dan nafasnya memburu.


“Kenapa kau bisa berada di bawah meja?” decak Rean yang sudah sempat khawatir karena tidak menemukan istrinya tadi, dia hampir saja menghajar semua orang yang ada di depan rumah sana yang ia tugaskan untuk menjaga istrinya ini.


“A … aku mencari Tuan bawang, ma … maksudku, aku sedang memasak, kau kenapa?” sahut Lily kebingungan melihat ekspresi suaminya, apalagi ekspresinya terlihat sangat marah dan sudah siap akan memporakporandakan apapaun.


“Sreekkk!” Rean berjalan dengan sangat cepat dan menarik tangan Lily, dia langsung memeluk Lily dengan erat, dan tuan bawang dilemparkan oleh Rean lagi sampai terguling kebawah meja. Mungkin takdir tuan bawang memang belum dekat.


“Kau membuatku takut! Apakah kau tahu itu?” decak Rean dengan nada yang bergetar, disituasinya saat ini apa saja bisa terjadi, dia tadi mengira jika sesuatu telah terjadi pada istrinya.


“Aaaa, dia memeluk aku dengan sangat erat, sepertinya bahkan tanpa bantuan bahan maskanku pria ini sudah mulai mencintaiku, hihi, ayo, lagi, peluk lagi, lebih erat,” gumam Lily masih belum sadar akan situasinya.


Dia hanya senang saat suaminya pulang bekerja, suaminya langsung memeluknya dengan sangat intens.


Namun, gumaman bunga-bunga itu dibuyarkan saat Lily sadar jika tubuh suaminya benar-benar bergetar, jadi dia sungguh ketakutan saat mencarinya.

__ADS_1


“Kau kenapa? Kenapa tubuhmu bergetar, aku ada disini sedari tadi, aku bahkan tidak keluar dari rumah seharian, aku hanya dirumah dan belajar memasak, aku baik-baik saja, kau tidak perlu takut, tadi aku berada dibawah kolong meja karena aku mencari bawang yang terjatuh,” sahut Lily dengan gaya bicaranya yang seperti biasa, sangat cepat dan jawaban yang banyak.


Saat pembicaraan itu, Lily baru menyadari jika bawang yang ia susah-susah raih, telah hilang dari genggamannya.


__ADS_2