Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Hatimu mengenaliku


__ADS_3

***


Di kediaman Rean,


Saat melangkah keluar, Lily bisa melihat rumah besar yang nampak familiar, namun lagi-lagi ia tidak bisa mengingat dengan jelas dimana ia pernah melihat rumah ini.


"Sayang, aku akan menunjukkan padamu satu persatu, agar kau ingat," seru Rean hendak menggenggam tangan Lily dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Tetapi tangan Lily bersikukuh memegang pintu mobil yang masih ia buka sembari menggelengkan kepalanya dan menunjukkan mata memelas seperti ingin menolak tetapi tidak tahu harus dengan cara apa.


Tangan Rean langsung mengusap lembut rambut Lily, dia mendekatkan wajahnya sampai dahi mereka bersentuhan, Rean memejamkan matanya dan berbisik.


"Aku adalah suamimu, ini adalah rumah kita tempat dimana seharusnya kita tinggal dan merawat anak-anak kita, aku akan menjelaskan satu persatu padamu tanpa pemaksaan dan tekanan, tolong datanglah padaku dan jangan menolak," suara lembut yang terdengar itu membuat wajah Lily memerah, wajah lelaki ini terlalu dekat sampai ia bisa merasakan nafasnya.


Akan tetapi diatas semua itu, ia bisa merasakan genggaman erat yang bergetar dari pria ini, dari suaranya yang berat dan parau, nafasnya yang sedikit memburu sangat terlihat jika pria ini sedang menahan perasaan nya untuk melindungi dirinya.


Melihat hal itu Lily menjadi tidak tega, dia kasihan melihat penderitaan lelaki asing yang sangat dekat jaraknya dengan dirinya ini.

__ADS_1


"Grace, kau tidak boleh langsung nemplok padanya hanya karena dia tampan dan hangat, mana mungkin dia adalah suami mu, masalah utamanya adalah dia terlalu tampan untuk bisa menyukaimu, pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kebenaran! hmmm!" Lily bergumam sembari mengedipkan matanya berkali-kali, sedari awal bertemu pria ini tidak sekalipun dia bisa mengendalikan dirinya.


"Aku akan mengikuti mu kali ini, tapi berjanjilah, setelah ini kau harus mempertemukan aku dengan anakku," wajah Lily menunduk dan gestur tubuhnya yang tidak berubah bisa terlihat dengan jelas, tidak ada yang berubah di diri Lily, dia tetap lucu, tidak bisa menolak dan mudah merasa iba.


"Kau akan bertemu dengannya saat kau sudah mengingat sesuatu, sayang," seru Rean menggenggam tangan Lily dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Ja ... jadi, jika aku tidak mengingat apapun kau tidak akan mempertemukan aku dengan anakku?" Lily sedikit protes namun ia langsung terdiam saat melihat foto pernikahan nya nampak jelas di dinding kamar Rean.


Di foto itu ada Lily yang sedang menggandeng Rean dengan menggunakan gaun putih polos dan bunga di tangannya.


"I ... itu aku? tapi, sebenarnya ada sedikit perbedaan, bibirku tidak lah sebengkak yang ada di foto ini," sahut Lily mendekat kearah Poto besar itu dan memandangi nya dari arah dekat.


Dia membenamkan wajahnya di tengkuk Lily dan tidak terasa dia terbawa perasaan dan menitikkan air mata.


"Aku mencari mu ke seluruh tempat, tetapi aku tidak menemukan mu, aku kira Tuhan sedang menghukum aku karena terlalu tamak dan egois, aku kira aku tidak akan pernah bertemu dengan mu seperti ini, aku merindukanmu sampai kata itu sudah tidak tergambar kan lagi," Rean berbisik dan mencium tengkuk istrinya.


Lily sedikit merinding saat menerima ciuman itu, namun hatinya lagi-lagi sakit, dia memejamkan matanya dan air matanya ikut mengalir.

__ADS_1


"Srekk!" Rean langsung menarik lembut tubuh Lily agar menghadap kearahnya.


"Lihatlah, kau mungkin tidak mengingat ku, tetapi hatimu tetap mengenaliku, maafkan aku karena terlalu lama menemukan mu, membuat mu menunggu dan aku hanya bisa menyesali perbuatan ku, dari mulai hari ini biarkanlah aku menebus satu persatu kesalahan ku," Rean mengusap air mata istrinya yang semakin menjadi-jadi.


Mendengar itu entah mengapa Lily hanya bisa menangis semakin keras untuk bisa meredakan rasa nyeri di hatinya.


"Aku tidak tahu, tetapi hatiku sakit sekali, aku seperti menunggu hari ini tapi terlalu lama, kenapa hati ku sakit, aaahhh," seorang wanita yang melupakan semua perasaannya ini menangis dengan keras, meluapkan luka hatinya.


Selama lima tahun penuh dia tidak menerima lamaran dari siapapun baik itu dari lelaki yang lain ataupun Nick, karena dia merasa sedang menunggu seseorang, menunggu seseorang yang tidak ia tahu, ia sangat menderita selama lima tahun, dan hari ini sepertinya adalah hari yang ia tunggu-tunggu.


"Maafkan aku, itu salahku karena terlalu lama, jangan menangis lagi, aku menemukan mu dan membawamu pulang adalah untuk membuat mu bahagia dan agar tidak ada lagi kesedihan dalam dirimu," Rean memeluk istrinya yang sedang tersedu-sedu menangis.


Saat lelaki asing ini memeluk nya, yang bisa ia rasakan hanyalah kehangatan, rasa aman dan rasa rindu yang amat besar.


"Tolong buat aku mengingatnya lagi, ingatan yang hilang, jika itu benar aku ingin menanyakannya pada seseorang, mengapa dia menyembunyikan aku," Lily berbicara kecil di dada suaminya, dia merasa sedikit malu dan bahagia disaat yang bersamaan saat berada dalam pelukan pria ini.


Senyuman merekah langsung tergambar di wajah Rean, dia tidak menerima penolakan ataupun perlawanan lagi dari istrinya ini.

__ADS_1


"Itu mudah, seluruh isi rumah ini penuh dengan kenangan mu, ingatan mu tidak hilang melainkan hanya tertidur, hanya beberapa saat kau akan bisa ingat, di mulai dari hal yang akan kita lakukan ini," bisik Rean mencium lembut bibir istrinya yang sangat ia rindukan.


__ADS_2