Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Meremehkan


__ADS_3

***


Time skip 2 hari,


Rean benar-benar menghindari Lily untuk sekarang, dia tidak ingin memberikan respon kebencian ataupun pelampiasan amarah pada istrinya itu, dia tahu Lily tidak memiliki kesalahan tetapi Rean hanya merasa adanya ketidakadilan, juga dia benci dengan takdir yang seolah mempermainkan dirinya.


Jadi untuk saat ini, Rean akan fokus pada misinya dahulu.


***


Di tempat lelang,


Semua anggota Gustaf benar-benar berfokus pada lelang kali ini, dia juga bertemu dengan para kliennya juga Gale Rolex disitu.


Lelang ini memang hanya di peruntukkan untuk orang elit, dan pemangku kepentingan lainnya, Gustaf sangat yakin jika Rean dan Sean kali ini tidak akan bisa masuk dan mengganggu lelang kali ini. Karena semuanya sudah diperiksa tidak ada tamu yang bisa menyelinap ataupun memalsukan identitas.


Jikapun Rean tahu cara bisa menyelinap ke tempat lelang ini, dia yakin jika Rean belum bisa melukainya, dia yakin jika Rean tidak memiliki koneksi apapun kecuali dengan Winston.


Gustaf tidak tahu jika Rean dan Winston sudah mengikat tali persaudaraan, bagi Gustaf tidak ada kata saudara, dia menyamakan dirinya dengan Rean, dia kira Winston hanya menganggap Rean sebagai asisten pribadi saja.


Karena Winston dan Rean bersaudara maka koneksi Winston juga merupakan koneksi Rean, semuanya sudah terencana dengan matang hanya dalam waktu singkat.


Pulau pribadi milik Gustaf Sin dalam penyelidikan Sean masuk kedalam teritorial negara mereka, yang artinya Sean memiliki koneksi penuh atas pemerintahan dan hukum di negaranya setelah membantu menumbangkan Urek, dia kali ini juga bekerjasama Nixon, yang sudah menjadi DPR, Nixon akan membantu Rean dalam menanggulangi tumbuhan dan pabrik ilegal di pulau pribadi itu.


Juga akan membantu Rean mengambil alih kepemilikan pulau, Nixon sudah membantu Rean di dalam pemerintahan.


Di sisi lain, Rean juga memiliki koneksi dengan orang terkaya nomor satu di dunia yaitu ayah Luna, Louise Grey.


Dengan mudah Louise Grey bisa mendapatkan ijin menuju lelang itu, kali ini Rean dan anggota-anggota nya akan menyamar dan membaur dalam lelang menggunakan koneksi Louise Grey.


***


Acara dimulai, begitu mewah dan meriah, semuanya terlihat baik-baik saja, pelelangan pun berjalan dengan lancar, semua anggota Gustaf berjaga di setiap sudut ruangan.


Beberapa dari mereka juga memonitor dari ruangan rahasia, memeriksa satu persatu tamu yang datang juga memeriksa keadaan gedung lelang.

__ADS_1


"Tuan Gale, apa kabar? apakah putri anda sehat-sehat saja?" seru Gustaf pada Gale yang juga hadir pada lelang itu.


"Berhenti berbicara denganku! kita tidak sederajat!" ketus Gale langsung menghina Gustaf Sin.


"Hahaha, kau dan keluarga mu memang sangat sombong dan tamak, tapi tidak apa, bayaran yang kalian berikan juga setimpal!" seru Gustaf seolah mengingatkan Gale akan kejadian berpuluh-puluh tahun silam.


Gale Rolex tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini, dia langsung melihat kedepan dan mengikuti jalannya lelang.


"Blue ocean Indiana diamon!" nama barang yang sangat diinginkan akhirnya di perdengarkan oleh si pembawa acara lelang.


Gustaf langsung menawar dengan harga yang sangat tinggi, dia tidak ingin kehilangan barang langka ini.


Ya, karena adanya berlian inilah mengapa Rean yakin jika Gustaf Sin akan berhenti bergerak dalam dua hari sebelum adanya lelang, dari semua penyelidikan yang sudah dilakukan Sean ataupun Logan, mereka tahu jika Gustaf Sin sangat terobsesi dengan benda-benda berbentuk permata dan berlian, dia memiliki sangat banyak koleksi dari benda itu.


Dan kali ini akan dilelangkan sebuah berlian yang hanya ada satu-satunya di dunia, Gustaf akan sangat serius mendapatkan barang ini dan akan meninggalkan urusannya yang lain, begitulah sifat unik milik Gustaf dari apa yang diselidiki oleh Sean.


Saking asyiknya memberikan tawaran pada berlian, Gustaf sampai tidak menyadari jika satu persatu anak buahnya sudah menghilang, bahkan anak buahnya yang ada di ruang monitor pun menghilang.


Sesuai instruksi Rean, mereka akan bergerak saat penawaran barang yang sangat di minati oleh Gustaf Sin ini, Gustaf adalah orang yang tamak, orang tamak akan lengah saat mereka sedang menginginkan sesuatu.


Akhirnya Gustaf memenangkan barang yang ia inginkan setelah beberapa saat berkelit dengan saingan Gustaf yang juga menginginkan barang itu.


Dari saat itulah dia menyadari jika semua anak buahnya sudah lenyap tak tersisa, yang tertinggal hanyalah pengawal pribadi yang ada di sisinya.


"Aaaaahhhh!" tiba-tiba semua orang berhamburan keluar, Gustaf panik dan melihat kearah depan, disana sudah ada Rean duduk melihat lurus kearahnya.


Matanya sangat menyeramkan, auranya juga tidak main-main, sepertinya dia telah meremehkan lawannya yang ia kira masih lemah ini.


Di setiap penjuru tempat sudah dikuasai oleh orang-orang Rean, lengkap dengan senjata laras panjang ditangan mereka, tampilan mereka sangat menyeramkan.


"Hahahaha! ternyata kau benar-benar Rean! anak kecil dahulu, anak yang tidak di takdir kan untuk hidup! kau hebat juga bisa mengepungku sampai kesini! aku tidak tahu kau menggunakan koneksi apa sampai bisa ...."


Belum sempat Gustaf melanjutkan omongan meremehkannya,


"Dorr!" satu tembakan langsung mengenai bahu Gustaf.

__ADS_1


"Berisik! ku kira lawanku kali ini akan sangat hebat! ternyata hanya orangtua bodoh yang tamak! mudah lengan dan tidak sepadan denganku!" decak Rean tersenyum sinis kearah Gustaf.


Disaat Gustaf kesakitan, pengawalnya mencoba menembak Rean namun mereka sudah langsung ditembak mati oleh anggota Rean yang berjaga lainnya.


Sedangkan Gale Rolex yang juga tidak dibiarkan keluar dari ruangan lelang itu sedang bergetar ketakutan.


"Kurang ajar! kau pikir siapa dirimu! hah! kau hanya anak terbuang yang tidak seharusnya hidup! kau aib dan ...."


Lagi-lagi belum sempat Gustaf melanjutkan omongannya, tembakan mendarat lagi di bahu nya yang satu lagi.


"Ahhhh! sakit!" teriak Gustaf sangat murka.


"Apakah kau tahu jika anak buahku sudah datang menuju kesini? kau akan mati jika berani melukai ku lagi!" decak Gustaf masih sombong dan meremehkan lawannya.


"Hahaha, lucu sekali! aku terlalu mengganggap tinggi kau ternyata bodoh! apakah kau kira selama aku hidup sudah berapa banyak musuh yang ku kalahkan? dan menurutmu dengan koneksi siapa aku bisa ada disini?" decak Rean sudah berjalan kearah Gustaf.


"Tertawa lah sekarang! nanti kau akan menangis dengan darahmu!" ketus Gustaf yakin jika dia akan mengalahkan Rean dengan mudah.


"Aku akan katakan ini sekali lagi bodoh, koneksi ku lebih hebat dari kau! cakupan ku lebih luas! sedari awal kau meremehkan aku, kau sudah kalah sialan!" decak Rean memberikan pukulan sampai Gustaf berdarah-darah.


"Aahhh!" saat melihat itu, Gale Rolex langsung berteriak.


"Ssstttt! tunggu giliran mu bajingan!" bisik Rean menoleh kearah Gale Rolex dengan tatapan membunuh. Hal itu membuat Gale Rolex ketakutan setengah mati.


Sekarang Rean sudah mengarahkan pistolnya ke kepala Gustaf.


"Tunggu ... tunggu ... tunggu! jangan bunuh aku! jika kau membunuhku kau tidak akan tahu apa yang terjadi pada ibumu, kau tidak akan tahu dari mana asal usul mu! bukti yang aku kirimkan itu hanya lah bukti saat ibumu tidak membuang mu tetapi hanya menyelamatkan mu dari seseorang,"


"Kau belum tahu kan siapa ibumu sebenarnya? kau masih membutuhkan aku," sahut Gustaf Sin hendak bernegosiasi dengan Rean.


Walaupun ini hanya akal-akalan saja, tetapi Gustaf akan mencari cara sebisa mungkin harus bisa selamat dari ancaman ini.


"Dor!" Rean langsung menembak timah panas ke kaki Gustaf membuat Gustaf semakin mengerang kesakitan.


"Kau kira pamanku yang sudah kau bunuh itu bodoh? dia sudah memberitahukan aku semuanya! kau kira untuk apa dia mempertaruhkan nyawanya sampai ingin bertemu denganku! ha?" bisik Rean sembari mendekatkan pistolnya sampai menyentuh kepala Gustaf.

__ADS_1


Dari tahap ini, Gustaf baru saja sadar kesalahan fatalnya, dia telah meremehkan Rean dan Sean, dia tidak tahu jika anak kecil yang dulu ia buru telah tumbuh menjadi monster yang melebihinya, karena kerasnya hidup dan pengalaman membuat Rean dan Sean tidak takut apapun.


"Bahkan setelah kau membunuh pamanku, kau tetap mempermainkan hidupnya, kau menipu nya dengan mengatakan jika ibuku telah mati di tangan keluarga Rolex saat hendak menyelamatkan aku," decak Rean dengan suara yang bergetar.


__ADS_2