
***
Di markas rahasia,
Rean sudah membaca peringatan yang datang dari musuhnya, sepertinya musuh Rean kali ini sangat suka memberikan petunjuk yang nantinya akan menjadi boomerang untuk Rean sendiri, seolah musuhnya melihat Rean dengan transparan, dia tahu segala sesuatu tentang Rean dan Sean dan itu sangat menjijikkan bagi Rean, itu membuatnya muak dan ingin segera mengakhiri permainan ini.
“Aku tidak peduli jika keluarga istriku ada hubungannya dengan semua ini, aku juga tidak bisa percaya seutuhnya dengan apa yang diperingatkan orang ini, selama istriku tidak mengkhianati ku dan tetap di sisiku maka masalah keluarganya tidaklah penting bagiku!” decak Rean sama sekali tidak ingin mencampur adukkan permasalahan ini dengan Lily.
Dia tahu seberapa polos Lily, jikapun keluarganya bersalah, itu semua tidak ada sangkut-pautnya dengan Lily, setidaknya itulah yang diyakini oleh Rean untuk sekarang.
“Finn, aku akan menemui Bos Winston sebentar, saat aku kembali Lisa harus sudah ada disini, Logan akan memberikan mu lokasi tempatnya,” perintah Rean pada Finn, lalu setelah itu ia pun pergi bertemu dengan Bosnya, walaupun Winston sudah tidak ingin dipanggil Bos oleh Rean, sepertinya Rean memang sudah tidak bisa meninggalkan kebiasaan itu.
Setelah bertemu dengan Winston, entah apa yang mereka bicarakan, namun sedikit hal yang mereka sepakati adalah karena kasus ini sangat berbahaya dan akan ada kejadian yang tidak akan diduga, keselamatan Axel, Alexa dan Luna adalah yang utama.
Untuk saat ini Winston dan Luna tidak akan pindah melainkan pergi ke tempat ayah kandung Luna dan Loorey yang dimana mereka sedang berlibur di pulau pribadi ayah Luna, mereka akan pergi kesitu, karena dirasa lebih aman, kekuasaan ayah Luna bahkan lebih hebat dari yang orang bisa bayangkan, setidaknya baik Luna dan anak-anak Winston akan aman jika berada disana.
Hari ini Rean akan sangat sibuk, setelah bertemu dan berbicara dengan Bosnya, dia akan kembali lagi ke markas, karena Lisa sudah ada disana, seseorang yang mengetahui orang yang menjebak ibunya. Dahulu Lisa adalah suruhan orang ini, Lisa dibayar untuk menipu ibunya.
***
kembali ke markas rahasia,
Lisa yang sudah mengalami stroke sudah berada di ruang interogasi bersama putranya, Rean sudah mencoba menanyai Lisa namun tidak ada hasil, karena sepertinya Lisa memang disengaja dicelakai oleh orang yang berada dibalik ini semua, oleh karenanya, Lisa tidak akan bisa mengatakan apapun, orang yang ada dibelakang semuanya ini sangat hati-hati, bahkan suruhan seperti Lisa pun dibuat stroke agar informasi tentang dirinya tidak akan keluar.
Tentu saja Rean tidak akan menyerah, dia tidak ingin melukai wanita yang sedang sakit tetapi perbuatannya dahulu tidak bisa dimaafkan, Rean akan mengurung Lisa dan anaknya, memberikan pengobatan pada Lisa dan akan membuat Lisa mengakui kebenaran yang ia ketahui. Dia juga ingin Lisa memohon maaf pada ibunya yang sampai sekarang belum juga tahu jika dirinya ditipu.
Setelah berpuluh tahun bergelut dalam bidang ini, Rean tahu jika kematian bukanlah sebuah sanksi atau hukuman, melainkan sebuah berkah dan hadiah, jadi untuk segala musuh yang mengusiknya tidak akan dibiarkan mati, melainkan menderita.
__ADS_1
***
"Tring ... Tring ... Tring,"
"Halo Sean?" sahut Rean sesaat dia menerima telepon dari adiknya.
"Halo Kak, aku berhasil melacak salah satu kontak suruhan yang memiliki hubungan dengan musuh kita, dia meminta bertemu di klub rising," seru Sean yang sesaat yang lalu menyelidiki secara pribadi pelaku ataupun musuh mereka mendapatkan kontak dari salah satu suruhan dari musuhnya, dan dari yang bisa Sean lihat, orang ini ingin membantu mereka entah untuk alasan apa.
Sebenarnya Permintaan ini terdengar mencurigakan namun, Sean bisa memastikan jika orang itu akan datang sendirian dan tidak ada penyadap di tubuhnya, Sean sudah berhubungan melalui telepon dengan orang ini dan orang ini menyuruh Sean untuk mempercayainya.
Rean yang tidak ingin percaya seratus persen membawakan anak buahnya Sammy dan beberapa anggota rahasia yang akan menyamar, setidaknya untuk berjaga-jaga.
Rean dan Sammy akhirnya pergi ke klub malam, Rean bisa mengingat jika tempat ini dulunya adalah tempat ibunya bekerja, tetangga sering mengatakan jika ibunya seorang wanita malam.
Rean dan Sean saat itu masih kecil dan tentu saja mereka mempercayai hal itu, tetapi Rean yang membenci ibunya dahulu selalu menutupi fakta kebenaran untuk membela dirinya sendiri, ibunya hanya bekerja sebagai kasir, walaupun sering mengantarkan minuman, tetapi ibunya tidak pernah melayani siapapun.
Saat Rean masuk, dia bisa melihat orang yang mengaku sebagai orang dalam itu melihat Rean dengan tatapan yang sangat dalam, seolah matanya berbicara dan ingin mengatakan semuanya secara langsung, namun disaat yang sama dia seolah menahan dirinya dan meyakinkan jika ini bukan saat yang tepat.
Baru kali ini Rean bertemu dengan seseorang yang membuatnya nyaman, baru pertama kali bertemu namun tidak ada rasa benci dan rasa curiga sedikitpun.
“Selamat malam Tuan Rean, nama saya Braham, saya hanya memiliki waktu beberapa puluh menit sebelum anak buah Bos saya menemukan keberadaan saya, jadi saya akan berbicara dengan singkat, musuhmu adalah Gustaf Sin, kau bisa menyelidiki lebih jauh nanti, setelah ini kau harus menyelidikinya sendiri, saya hanya bisa mengatakan nama nya saja, saya tidak ingin anda kalah dan terlambat, Gustaf Sin jauh lebih pintar dan licik dari yang anda kira,” ucap Braham yang sepertinya hanya memiliki waktu yang sedikit untuk membocorkan informasi mengenai Gustaf Sin.
“Apa alasan anda sampai saya harus percaya? Di situasi seperti ini bukankah anda sendiri tahu jika tidak ada satu orangpun yang bisa saya percayai, apa alasan anda?” seru Rean menahan langkah Braham yang hendak pergi itu.
Braham memang datang sendirian ke ruangan elit itu, sepertinya Braham memiliki rencananya sendiri, saat melakukan urusan di negara dimana Rean berada dia mencari kesempatan untuk bisa bertemu sebentar.
“Kau akan tahu jawabannya, yang harus kau tahu adalah semuanya berawal dari darahmu, aku mempercayaimu, aku sudah tidak memiliki waktu yang tersisa, anak buah nya ada yang sangat pintar namanya Siryu, dia akan langsung menemukanku dan jika aku tidak segera pergi maka kalian yang ada di ruangan ini akan mati semua,” seru Braham memperingati jika dirinya memang benar-benar harus pergi.
__ADS_1
Braham juga langsung tahu jika didalam ada beberapa anggota yang sedang bersembunyi, padahal mereka sudah bersembunyi secara senyap, sepertinya Braham ini bukanlah orang sembarangan.
Sebelum benar-benar pergi ....
"Ingatlah Rean, siapa dirimu sebenarnya, siapa jati dirimu, kembalilah dan aku akan menunggu mu," seru Braham dan langsung berlalu, langkah kakinya saja tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Baik Rean maupun anggota nya hanya dibuat kagum dan terpaku atas wibawa dan kepekaan indera milik pria paruh baya yang bernama Braham itu.
Rean yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya membiarkan Braham pergi, entah apa tujuan Braham menghianati bosnya yang bernama Gustaf Sin, tetapi Rean merasa ada sedikit keakraban tadi saat berbicara dengan Braham, sesuatu yang belum pernah ia rasakan dengan orang lain.
Disaat yang sama, Logan yang sudah mendengar nama Gustaf Sin langsung mencari semua informasi mengenai Gustaf Sin, di setiap telinga anggota memang masih terpasang chip kecil, jadi semua pembicaraan yang ada di ruangan bisa ia dengar.
Hanya dalam waktu yang sangat singkat dia bisa mengumpulkan semua infromasi bahkan informasi yang dikunci sekalipun bisa dia bobol.
“Bos, apa rencana selanjutnya,” seru Sammy pada Bosnya yang seperti termenung sesat setelah bertemu dengan Braham tadi.
"Oh iya, untuk saat ini aku akan pulang sebentar, aku merasa tiba-tiba saja pusing, besok suruh semua orang berkumpul," seru Rean yang sudah ingin pulang sebentar.
Hari ini sangat melelahkan, apalagi saat bertemu pria tadi, dia seolah bertemu dengan orang dekat namun dia sama sekali tidak mengenalinya, dan apa tujuannya menghianati bosnya di saat seperti ini, ribuan pertanyaan itu membuat Rean penasaran.
“Bos, orang tadi, bukankah matanya mirip dengan Bos dan Sean? apakah hanya aku saja yang mersakan hal itu?” seru Sammy mengutarakan rasa penasaran yang sudah ia tutupi sedari tadi.
“Ah benar, rasa tidak enak ini berawal dari matanya, mengapa matanya bisa begitu mirip dengan mataku dan Sean? Siapa dia sebenarnya?” gumam Rean mengusap dahinya, dia sudah sangat pusing sekarang.
Apalagi tadi saat dia mengatakan jika semua ini berawal dari darahnya, yang artinya dia juga tahu asal usul Rean dan Sean sebenarnya namun karena beberapa alasan dia menutupi hal itu samapai sekarang.
***
__ADS_1
Author : guys kalo dirasa terlalu rumit bilangin ya 😭, semoga kalian masih paham dan bisa menikmati ya, soalnya ada beberapa yang bilang rumit 😭😭 maafkan ya pemikiran ku yang udah kayak benang kusut, tenang aja semuanya akan ada benang merahnya kok 🙏