Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Aku mencintaimu


__ADS_3

***


Disaat yang sama, para anak buah Rean yang bersembunyi untuk menjaga keamanan Lily menelepon bos-nya, karena Lily seperti kehilangan arah berlari keluar dan bertelanjang kaki, apalagi sekarang hujan deras, dan mereka tidak bisa dengan begitu saja menghampiri Lily karena akan ketahuan jika selama ini mereka mengawasi Lily bahkan di rumahnya.


Rean sudah menyelesaikan urusannya secara jantan, dia sedang membenarkan bajunya dan akan mengangkat ponselnya yang sedang berdering.


"Halo, ada apa?" seru Rean sembari berjalan menuju mobilnya untuk segera pulang untuk menjumpai istrinya.


"Apa? dia berlari keluar? hujan-hujan begini? terus awasi dia, aku akan segera pulang!" seru Rean sangat panik, dengan cepat dia masuk mobil dan anggota nya melajukan mobil itu.


Saat sampai di luar, Rean bisa melihat jika hujan memang sedang deras.


"Ada apa dengan dia? mengapa dia keluar dari rumah? apakah dia mengingat sesuatu?" dia panik sekali, dia khawatir jika Lily akan jatuh sakit kalau terkena hujan deras seperti ini.


Tanpa menunggu lama, dia akhirnya sampai disekitaran rumahnya, dia melihat Lily menangis dan berjalan tanpa arah, bajunya yang tipis yang tadi dia pakaian pada istrinya sudah sedikit menembus saat terkena hujan.


"Aiisss, bisa-bisanya wanita ini berjalan menggunakan baju seperti itu? apakah dia ingin aku menghajar orang-orang yang melihat tubuhnya, awas saja kau ya gadis nakal!" seru Rean berlari dan membuka jasnya untuk segera menutupi tubuh Lily.


"Sayang, kenapa kau keluar dengan baju seperti ini? kau membuatku marah jika kau menunjukkan tubuhmu kepada orang lain," suara yang sekarang dekat di telinganya dan sebuah jas yang menutupi bajunya menyadarkan Lily dari imajinasinya yang hampir membuatnya hancur.


Dia berjalan tanpa arah karena merasa semua yang terjadi, pertemuan nya antara dirinya dengan suaminya hanyalah mimpi, dia tidak bisa menerima kenyataan dan berjalan tak menentu.

__ADS_1


Wajahnya yang pucat dan matanya yang kosong melihat kearah Rean.


Dia mulai menangis lagi, tangannya yang sudah gemetaran karena dingin menyentuh wajah suaminya yang tepat berada di hadapannya.


"Apakah ini di surga? maafkan aku karena aku tidak bisa menyelamatkan mu malam itu, keluarga ku memang salah, aku tidak bisa kehilangan mu, jika ini di surga tolong jangan bangunkan aku, aku akan hancur jika saat bangun kau tidak ada," suara kecil dan gemetar itu menghancurkan Rean, dia bisa melihat jika perkataan Nick benar, Lily terlalu lemah untuk menerima kenyataan jika saja yang kehilangan nyawa saat itu adalah dirinya.


Dengan cepat Rean memeluk istrinya ini.


"Karena itulah kau lupa semuanya? karena kau akan seperti ini jika kau ingat tetapi aku tidak ada? maafkan aku, maafkan aku karena terlalu lama menemukan mu, aku yang salah, tolong jangan seperti ini, terlalu menyakitkan melihat mu dalam keadaan ini," dia memeluk tubuh istrinya yang melemah, dia menyadari jika mereka merasakan hal yang sama, keduanya tidak bisa kehilangan.


"Apakah ini mimpi? jika ini bukan mimpi aku akan mengatakannya kali ini, aku tidak ingin bercerai denganmu, aku minta maaf hari itu aku kehilangan diriku, aku sangat mencintai mu, aku tidak bisa kehilangan mu, inilah yang ingin kukatakan saat kau pergi, aku minta maaf, tapi jangan tinggalkan aku lagi," Lily melepaskan diri nya sebentar dari pelukan Rean dan mengatakan semua yang mengganjal di hatinya.


"Sayang, lihatlah aku, apakah ini terlihat seperti mimpi? ini nyata dan aku menemukan mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku tadinya ingin mengatakan ini nanti saat aku menyiapkan acara yang pantas untukmu, aku ingin mengatakan ini dihadapan semua orang, tetapi aku akan mengatakannya sekarang, aku mencintaimu, aku bahkan sudah menyukaimu saat pertama kali bertemu, saat kau kebingungan dan terluka aku ingin memelukmu,"


"Duar ... Duar ... Duar!" suara petir semakin keras membuat Lily terkejut.


"Aih, beraninya kau membuat istriku terkejut! kau mau bertengkar denganku? hah? tidak kah kau lihat ada adegan romantis disini? diamlah sebentar!" Rean berteriak pada petir itu, membuat Lily tertawa.


"Kau tertawa, hei aku tidak jadi marah padamu, karena mu istriku tertawa!" seru Rean lagi pada petir karena melihat istrinya tertawa.


Para anak buah Rean yang secara sembunyi-sembunyi mengikuti Lily yang juga ikut kehujanan sedang merenungi nasib mereka, keromantisan yang mereka lihat di depan mereka membuat mereka ingin segera mencari pasangan juga.

__ADS_1


***


Disaat yang sama di kediaman Winston.


Tanpa di duga Sammy membawa Hera dan Levi ke rumah Winston, karena menurutnya lebih aman dan akan membuat Bosnya tenang.


Mereka semua sedang memandang Levi, Luna dan Hera duduk dan mengedipkan matanya berkali-kali melihat betapa miripnya anak kecil ini dengan Rean.


Berbeda dengan Luna dan Hera, Levi sedang memandangi Alexa yang sedang bermain dengan pengasuh nya, saat Alexa tertawa terlihat seperti slow motion bagi Levi, dia ikut tertawa saat melihat Alexa tertawa.


"Nenek, apakah aku bisa ikut bermain dengannya?" suara imut dari Levi membuyarkan Hera dan membuat jantungnya berdebar-debar.


"Ne ... nenek? di ... dia memanggil ku nenek, kau memang cucuku, tidak salah lagi, kau mirip sekali dengan putraku, kemari peluk Nenek," seru Hera langsung yakin jika Levi adalah cucunya.


Tetapi saat Hera mendekat dan hendak memeluk Levi, Levi sudah berlari menemui Alexa dan dengan segala gaya dan usahanya sedang mengajak Alexa berbicara.


Dia tidak sadar jika sedari tadi ada mata setajam elang sedang melihat kearah nya, mata kakak laki-laki Alexa, Axel sedang mengawasi Levi yang tersipu-sipu berbicara dengan adiknya.


"Nyonya Hera, tadinya aku disuruh merahasiakan ini dulu darimu, tetapi sepertinya dari wajahnya saja Nyonya sudah tahu jika dia memang anak kandung dari Rean, istrinya ditemukan dan sekarang mereka sedang bersama," seru Sammy yang ikut mengawasi Levi atas perintah bos-nya.


"Apa? Lily ditemukan? syukurlah ternyata dia baik-baik saja," Luna yang mendengar itu secara tidak sengaja dari Sammy langsung terisak dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

__ADS_1


Malam itu kebahagiaan menyelimuti semuanya, walaupun kelihatannya hujan dan petir, tetapi hati mereka penuh kehangatan, kecuali Winston yang sedang sangat sibuk di kantornya, karena harus mengurus pengambilan alih perusahaan Nick tadi.


"Aku harus mencari assiten baru, atau apakah ayahku masih mampu menjalankan perusahaan? ah, aku harus mencari solusinya, yang penting aku harus pulang dan bertemu istri tercinta ku dulu," seru Winston dan segera pulang ke mansion nya.


__ADS_2