
***
Di dalam ruang VIP,
Semua tamu yang melihat eksekusi mati yang berada di ruang medis dibawah tanah itu langsung terkejut dan heboh, tanpa berkata-kata mereka langsung hendak kabur menuju pintu.
“Cklek!” Rean, dalang dari adanya rencana ini sudah tersenyum sinis sembari menutup pintu itu dengan rapat.
“Riwayat kalian sudah tamat! Nikmati saja hidup kalian di penjara, jika ada yang berani berkutik maka akan mati langsung disini!” seru Rean dengan lantang dan dengan mata penuh amarah, dia dangat membenci semua orang yang ada di ruangan itu.
“Brengsek! Siapa kau! beraninya mengganggu usahaku! Diluar ruangan ini sangat banyak anggotaku yang akan melenyapaknmu! Untuk apa aku takut padamu!” teriak sang pemilik casino pada Rean.
“Hmm? anggotamu sudah menjadi mayat sialan! Tidak kah kau mendegar suara yang di luar?” decak Rean lagi mendekat kearah pemilik casino itu dan mencekiknya.
Diluar memang sudah sangat kacau, anggota Rean yang sudah membidik satu persatu penjaga yang ditandai Rean tadi sudah mati satu persatu membuat semua tamu yang ada di dalam ruangan berhamburan keluar.
Suara sangat ribut, apalagi ditambah suara sirene mobil kepolisian yang ricuh, malam itu benar-benar meriah, sesuai yang direncanakan oleh Rean.
Sedangkan diruangan VIP itu semua orang sudah dilumpuhkan, bahkan para tamu elit itu, semuanya sudah pingsan dan sudah diikat oleh anggota Rean yang lain.
“Orang sepertimu bahkan mendapatkan neraka pun tidak pantas, menyentuhmu saja membuatku jijik dan ingin muntah! Kau manusia rendahan!” decak Rean pada pemilik casino yang juga ketua dari penjualan ilegal di casinonya ini.
“Haha, anak muda, kau mungkin menghancurkan aku tetapi masih banyak yang lebih besar dariku, dan karena kau mengusikku maka mereka akan menerkammu!” decak nya pada Rean.
__ADS_1
Namun bukannya takut Rean malah tersenyum sangat sinis dan menyeramkan.
“Hei, manusia busuk, kau itu memang hanya umpan, bagus jika kau sadar, tujuanku memang adalah orang besar yang ada di belakangmu itu! kau itu hanyalah sebuah tangga yang diinjak sebagai penghubungku dengan orang besar yang kau katakan itu, apakah kau sudah paham!” bisik Rean menjatuhklan mental si pemilik.
“Aaahhh! Sialan! Akan kubunuh kau!” teriak si pemilik casino dengan histeris, sesuai dugaan Rean, mentalnya memang benar-benar terguncang karena itu.
Karena di sadar jika Rean sudah tahu semua, dan semua yang terjadi ini adalah rencana Rean.
“Ssssttt, jika tidak ingin timah panas ini mendarat di kerongkonganmu sebaiknya kau diam saja! Tunggulah petugas menjemputmu! Aku tidak ingin mengotori tanganku, karena kejahatanmu ini kau juga akan diberikan hukuman mati!” ketus Rean menodongkan pistol ke depan mulutnya sampai ia membisu tidak bisa bergerak karena ketakutan.
Sesuai dengan yang diprediksi oleh Rean, pihak kepolisian sudah sampai dan mendobrak pintu itu, mereka terlihat sangat lengkap dengan pakaian tempur mereka dan senjata di tangan mereka.
“Tangkaplah, tidak usah berterimakasih, ladeni para wartawan yang didepan, aku masih memiliki urusan yang lain," ucap Rean pada para polisi yang baru sampai itu.
Kebetulan komandan yang memimpin operasi hari ini mengenal Rean dari waktu kejadian Wira dahulu, jadi komandan polisi itu langsung menunduk dan mempersilahkan Rean untuk pergi secara sembunyi-sembunyi.
Malam itu kejadian yang sama juga terjadi di tiga titik lainnya, dan totalnya ada empat titik penjualan pasar gelap yang di runtuhkan oleh Rean yaitu : Gun died, Roars market, Wine del, dan Male only.
***
Setelah operasi berjalan dengan sangat lancar karen rencana yang sangat matang walaupun direncanakan dalam waktu singkat membuat Rean langsung berjalan menuju belakang casino, disana sudah ada Sammy yang menunggunya menggunakan mobil yang dipesankan oleh Rean.
“Ayo berangkat Sammy, aku harus cepat pulang, jika tidak istriku akan marah,” sahut Rean sesaat setelah ia duduk di kursi belakang mobil.
__ADS_1
“Baik Bos, tetapi apakah kau yakin meninggalkan kasus ini pada kepolisian? Apakah menurutmu mereka akan melakukan tugas mereka dengan benar?” tanya Sammy sembari menjalankan mobil itu.
“Sekarang ini mereka tidak memiliki pilihan lain, untuk itulah kita mengundang wartawan kesini, aku juga menggunakan kekuasaan bos Winston, jadi beritanya akan muncul esok hari dan akan memberikan efek kaget pada orang-orang yang mengusik kita itu, oh ya, mengenai misi rahasia itu apakah sudah kau beritahukan pada anggotamu?” tanya Rean memastikan pada Sammy, mengenai misi rahasia lainnya.
“Sudah Bos, mereka sedang menyelidiki hal itu secara rahasia sekarang,” sahut Sammy yang memang sudah menjalankan misi rahasia dari Rean itu.
“Bagus, sekarang kita hanya tinggal memanen saja,” decak Rean tersenyum sinis, namun ia kembali mengingat pesan dari istrinya yang bahkan tidak sempat ia balas.
“Astaga, aku lupa membalas pesan istriku, apa yang harus kulakukan, aku tidak memiliki pengalaman dalam hal ini, apakah dia akan menarik rambutku kali ini?" decak Rean langsung mengambil ponselnya yang tadi sudah ia matikan saat melakukan operasi dan membuka ponselnya untuk mengecek pesan dari istrinya itu.
Dan lagi-lagi hal itu membuat Sammy terkejut, namun sekarang ini sudah seperti syok.
Seorang bos mafia yang sangat bringas yang tadinya dingin dan cuek, jenius dan mampu melakukan hal sekeren tadi benar-benar takut karena tidak membalas pesan dati istrinya.
“Wah, wah, jika ada kesempatan aku ingin bertemu dengan istri Bos, aku ingin melihat sebarapa berwibawanya istrinya itu,” gumam Sammy yang sangat yakin jika istri atasannya ini sangat berwibawa dan penuh karisma makanya bosnya sampai seperti itu.
Sungguh Sammy benar-benar telah salah menebak, Lily, istri dari Rean adalah seseorang yang biasa bahkan terkesan bodoh karena kepolosannya, tetapi memang sedikit pemarah.
***
Sekali lagi mohon bijak dalam membaca adegan berbahaya ya, ini hanay fiksi dan ide author belaka 🤗🥰
Ditunggu masukannya 😘🙏
__ADS_1