
***
Besok akan menjadi hari yang bersejarah bagi kerajaan Eden, dia akan menemukan siapa yang akan duduk diatasnya, Eden akan menemukan siapa yang akan memerintah nya.
"Esok hari, semuanya akan berakhir, putra-putra yang memiliki darah sang raja akan kita curahkan di altar, sama seperti yang diterima oleh bebuyut nya, kita sudah berada di puncak keputusan, sama seperti yang kita sepakati, putraku akan memimpin di negara ini, dan kalian akan mendapatkan kemuliaan dan kehormatan,"
"Kalian tidak akan takut lagi bertindak, kalian akan dihormati dan ditakuti, hanya menunggu sampai matahari terbit dan ada di atas kepala, kekuasaan akan berada ditangan kita,"
Vincent Rolex memberikan pidatonya di atas sebuah podium, tempat dimana ia melakukan pertemuan rahasia dengan para pemangku atau pengurus pemerintahan yang memihak kepadanya.
Mereka sudah berada di akhir rencana, dengan putusnya tali darah dari sang raja maka puncak kekuasaan akan jatuh ke tangannya.
Setelah melakukan perjamuan dengan Sean, para menteri dan pemangku kekuasaan sudah berkumpul di rumah Vincent Rolex, di salah satu tempat tertutup.
"Malam ini setelah darah mereka tercurah, kita akan melakukan kudeta, kita akan menuntut hak kita, kita akan berkuasa sekali lagi," seru Vincent mengakhiri pidato menggebu-gebu nya itu.
Pidato nya disambut meriah dan tepuk tangan oleh para pejabat itu, mereka yang selama ini tertekan karena kekuasaan menteri Gael terdahulu masih berlaku, mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka mau.
Dengan kekuasaan jatuh ke keluarga Rolex maka status ningrat akan jatuh ke tangan mereka, mereka akan di hormati dan disembah bagaikan dewa, kasta akan sekali lagi terbentuk, perbudakan akan sekali lagi memukul Eden. Dan para orang tamak yang ingin menjadi orang dipuncak nya ini sedang berpesta untuk merayakan hal itu.
Tanah-tanah yang dimiliki oleh rakyat maupun kerajaan sudah dibagi-bagi oleh mereka, mereka akan mengambil hak rakyat setelah matahari terbenam dan darah keturunan raja tercurah.
***
Disaat yang sama, Gale Rolex dan istrinya yang mengetahui rencana keji keluarganya sedang berpikir keras di ruangannya.
Gale Rolex tahu siapa Rean dan Sean, juga Winston, jika kali ini Winston ikut campur dalam hal ini, maka perkumpulan itu tidak akan bisa dikalahkan oleh keluarganya.
__ADS_1
Gale Rolex sedang berada di tengah-tengah konflik, dia ingin memperingati ayahnya namun ayahnya begitu kejam, tetapi jika dia tidak memperingati nya maka sudah tidak tahu lagi berapa banyaknya darah yang akan tertumpah kali ini.
Gale Rolex sudah cukup melihat mata Rean tempo lalu, mata itu bukanlah mata seorang pengecut melainkan seorang pemimpin.
"Suamiku, tenangkan lah dirimu, aku tidak ingin kau ikut campur dalam hal ini, yang harus kita pikirkan adalah putri kita, kita harus cepat pergi dari tempat ini dan membawa putri kita," seru Sheryl mengusap pundak suaminya yang sedari tadi tidak bisa tenang.
"Sheryl, aku mungkin belum menceritakan ini tetapi dahulu aku memiliki dosa yang tidak bisa dimaafkan, aku membiarkan keluarga temanku mati dan aku diam saja saat temanku itu diburu, aku ingin menebus dosaku, aku akan tetap disini, kau bawalah Lily ke tempat persembunyian," seru Gale Rolex menetapkan hatinya.
Dia tidak boleh selamanya berdiam diri dan menganggap jika tidak ada yang tidak beres, dia tidak boleh selamanya menjadi seorang pengecut.
"Tapi ...." belum sempat Sheryl melanjutkan ucapannya, Gale langsung menggenggam tangan istrinya.
Gale menunjukkan keseriusan, itu artinya Sheryl tidak akan bisa melakukan apapun.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan, tetapi ingatlah untuk pulang," seru Sheryl menutupi kesedihan dan menahan air matanya, dia keluar dari ruangan itu dan diam-diam pergi menuju ruangan putrinya.
Tetapi tidak ada suara yang keluar dari ruangan itu, hal itu membuat Sheryl khawatir apalagi saat ia mencoba membuka ruangan, ruangan itu terbuka. Lily sudah tidak ada di dalam ruangan.
Sheryl semakin panik dan berlari mencari putrinya.
Disaat yang sama,
Beberapa menit sebelum Sheryl pergi ke ruangan putrinya, para anak buah Vincent Rolex sudah terlebih dahulu melumpuhkan Lily dan membawanya ke suatu tempat.
Mereka membawa Lily ke tempat yang jauh, sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Vincent Rolex kepada mereka.
Lily sedang tidak sadarkan diri dan sekarang mereka hendak menaiki sebuah kapal pesiar besar milik Vincent Rolex, namun mereka di cegat oleh orang-orang bersenjata.
__ADS_1
Pertarungan sengit menggunakan timah panas terjadi di tempat itu, karena kurangnya persiapan dan serangan kejutan yang tidak diduga, orang-orang dari Vincent Rolex kalah hanya dalam beberapa menit.
Dari para perkumpulan yang tadi bersenjata keluar pemimpin nya, dia tinggi dan tampan, dia berjalan ke arah Lily yang pingsan, di gendong nya Lily dan dibawanya masuk ke dalam helikopter yang sudah datang ke arahnya.
"Aku tidak bisa membiarkan mu melihat darah yang akan tercurah di kerajaan ini, setidaknya kau akan aman bersamaku, siapa tahu kau bisa membuka hatimu untukku," bisik pria itu mengusap lembut pipi Lily dan setelah itu menyuruh dokter yang sudah dia siapkan terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan Lily Rolex.
***
Disebuah ruangan gelap,
"Bos, tadi akting mu bagus sekali, aku hendak tertawa saat melihatnya tapi untung saja aku bisa menahan diriku," bisik Logan sudah melepaskan ikatan tali yang ada ditubuh nya.
"Hehe, kau tahu dengan ketampanan ku, aku bisa menjadi aktor terkenal, yah, tetapi aku masih berbaik hati pada para aktor yang ada sekarang, jika aku terjun ke bidang mereka, mereka tidak akan mendapatkan kesempatan, haha," seru Sean sudah duduk santai di ruangan gelap itu, dia sudah lepas dari ikatan sedari tadi.
"Aku rasa mereka terlalu meremehkan kita Bos, apakah mereka kita tali setipis ini bisa menahan kita? aku jadi sedikit kesal!" ketus Logan melihat tali tambang yang sudah terlepas dari tubuhnya.
"Tenang saja, besok mereka akan melihat siapa yang akan berdiri di atas takhta, semoga saja bukan aku, aku tidak mau duduk di atas takhta, itu merepotkan, semoga saja itu Rean, aku harus berdoa sekarang, jika Rean memutuskan aku yang menduduki tahta maka kebebasan ku akan terenggut, dan aku pasti tidak bisa menolak di keras kepala itu, ah begini saja, besok aku harus kabur setelah penyerangan usai, hahaha, kau memang jenius Sean tampan," decak Sean tertawa kecil seperti iblis.
Dia merencanakan pelarian setelah penyerangan usai esok hari. Logan yang melihat kondisi Bosnya geleng-geleng. Dia bisa melihat jika Sean sama sekali tidak takut dan bersikap biasa saja, yang artinya itu bagus, Sean memang harus bersikap seperti itu, jika terlalu serius maka keadaan mungkin sudah terlalu berbahaya.
***
Hello ini aku lagi, hehe 🥰
Maaf ya, ternyata istirahat nya ga cukup sehari, akan lanjut lagi ya novel ini, tenang aja sampai tamat kok nanti, cuman memang untuk novel seperti ini susah banget tamatin nya, konfliknya kompleks dan rumit bundaa 🥺
Maafkan aku ya sekali lagi, aku benar-benar ga bisa buat konflik ringan, entah kenapa tangan ini selalu nulis konflik yang kayak benang kusut. :(
__ADS_1
Dukung aku dengan cara like dan berikan saran ya, Lope yu poll ♥️