Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Dunia akan terbalik


__ADS_3

***


Disaat yang sama,


"Jika dia tidak mengangkat teleponnya lagi, aku akan datang ke sana dan menyeret nya pulang, tidak peduli dia sedang sibuk, atau sedang apa! aku adalah istrinya dan aku berhak atas dirinya," decak Lily dengan mata yang sudah bengkak, tisu sudah bertebaran di lantai kamar, selama dua hari berturut-turut dia menangis dan tidak ada henti-hentinya menelepon suaminya yang tidak ada kabar.


"Bo ... Bos, mohon maaf sebelumnya, te ... tetapi sedari tadi ponselmu bergetar," seru Loky yang sekarang sedang menyimpan semua ponsel anggota, saat menjalankan misi, ponsel harus di simpan dan di kumpulkan, yang mereka gunakan dalam berkomunikasi hanyalah chip kecil yang mereka selipkan di telinga mereka.


Ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, dan para anggota kehilangan nyawa ditangan musuh, orang yang memegang semua ponsel bisa menghancurkan ponsel yang dimana merupakan sumber bukti paling akurat pada musuh-musuh mereka.


Rean segera mengambil ponsel yang di berikan oleh Loky, karena misi mereka hari ini telah usai, jadi tidak masalah jika mengangkat telepon sekarang.


"Glek!" Rean menelan salivanya saat melihat jika kontak yang diberi nama istri sedang menghubungi nya.


Rean langsung mengingat jika karena kesibukannya menjalankan misi dan rencana, dia mengabaikan ponsel pribadinya yang ia khusus kan untuk menghubungi orang-orang terdekat.

__ADS_1


"Halo," sahut Rean dengan suara selembut mungkin, semua orang yang ada di ruangan yang tadi melihat betapa bringas dan kasarnya sang ketua mafia langsung syok, tidak percaya saat melihat bos mereka berbicara sangat lembut melalui telepon.


Sungguh berbanding terbalik dari sikapnya saat menumbangkan para musuh, apalagi dimata mereka Rean adalah sosok cuek dan berdarah dingin, sungguh tidak mungkin ada yang bisa membuat nya lembut.


Sampai pada hari ini, mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri jika pria bringas itu seperti melemah kepada seseorang.


"Sepertinya kiamat sudah dekat, bagaimana mungkin dia bisa lembut dan tiba-tiba tersenyum ramah seperti itu?" bisik salah satu anggota julid nya yang sedang berjaga.


"Iya, bahkan Bos Winston jauh lebih hangat dari nya, Bos Rean tidak pernah sekalipun menunjukkan wajah seperti itu, bahkan pada Bos Winston dan Bos Sean dia tetap kaku, mungkin sehabis ini kita harus bertobat karena kiamat benar-benar akan datang karena Bos kita bisa berubah se ekstrim ini," bisik yang lainnya geleng-geleng.


"Sayang, apakah kau baik-baik saja? apakah ada yang mengganggumu? katakan padaku, aku akan menghajarnya," seru Rean mencoba menghibur istrinya dan menutupi kesalahannya.


"Diam kau! dasar suami tidak berperasaan! hajar lah dirimu sendiri, teganya kau padaku, huhu," Lily langsung membalas perkataan Rean dengan sangat cepat dan sambil sesenggukan karena masih menangis.


"Aku, aku tidak meminta apapun darimu, aku tidak meminta kau menghabiskan seluruh waktu mu bersama ku, aku tidak meminta hal-hal seperti wanita yang lain inginkan, aku hanya ingin kau memberikan aku kabar, mengirimkan aku pesan, mengatakan padaku jika kau baik-baik saja, mengatakan padaku ...." ucapan nya terjeda karena dia merasa sesak karena ingus yang terus mengalir.

__ADS_1


Suasana yang begitu sedih langsung buyar karena deruan ingus yang sudah berpindah ke tisu.


"Emm, jadi aku tidak masalah jika kau pergi sebentar, tetapi katakanlah padaku, jika kau tidak akan meninggalkan aku, kau tahu betapa takutnya aku? kenapa kau sangat jahat dan brengsek! huhu, kau tega padaku," Lily melanjutkan tangisnya, dan mengeluarkan semua kekesalannya.


Memang benar Rean meninggalkan pesan padanya pergi ke luar negeri, tetapi Rean sama sekali tidak mengabari setelah nya dan hal itu membuat Lily khawatir setengah mati, dia sangat kesal dan sedih sekarang, tetapi entah mengapa, apakah karena Lily memang sangat lucu, semua yang dia sampaikan jadi terdengar lucu dan menggemaskan.


Tetapi walaupun Rean sangat gemas mendengar aduan Lily, apalagi tadi sampai berbicara seperti sedang ngerap, Rean tetap menyadari kesalahannya, saat mengetahui Rolex adalah dalang dari penderitaan nya membuat Rean sempat bingung dan ragu, tetapi sekarang tidak lagi, Lily adalah sesuatu yang berharga dan harus ia lindungi.


"Sayang, maafkan aku, aku akan menelepon mu lebih sering dari mulai sekarang, banyak hal yang belum bisa aku katakan, tetapi aku tidak akan pernah meninggalkan mu, tidak sampai aku mati," seru Rean dengan suara yang lembut pada istrinya.


Semua orang yang ada di ruangan lelang, saling bersitatap, mereka bergetar, mereka belum pernah melihat lelaki seperti Rean berubah se drastis ini, sepertinya memang benar dunia akan terbalik sebentar lagi, itulah yang mereka pikirkan.


***


Jangan lupa di like 🥰

__ADS_1


__ADS_2