
***
Hari pembantaian akhirnya usai, Rean hanya merasakan kehampaan, tidak ada yang ia rasakan dihatinya sekarang.
Sean yang mengetahui fakta mengejutkan itu tidak jadi melarikan diri, dia mengurus hal-hal yang seharusnya di urus oleh Rean.
Seperti pemakaman paman mereka, dan juga Kakek mereka, raja Eden.
Juga mengurus jalannya roda kerajaan, semua penghianat yang telah di eksekusi di makamkan di tanah terasing, juga keluarga menahan malu dan di asingkan.
Untuk Daren dan Layla Rolex yang hampir gila di kurung di kurungan bawah tanah kerajaan. Semuanya mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.
"Kak, di tepi pantai ditemukan ini," seru Sean pada kakaknya yang sedang termenung di balkon ruangannya, matanya hampa, karena pencarian Lily belum juga membuahkan hasil.
Dia tidak bisa mempercayai jika istrinya telah mati, dia tidak akan pernah mempercayai hal itu.
Sammy dan anggota nya menemukan sebuah sobekan baju milik Lily di pantai.
Rean mengambil sobekan baju itu dengan tangannya, air matanya mengalir dan ia memeluk sobekan baju berukuran kecil itu di dadanya.
"Sean, katakan padaku jika istriku tidak mati, jika ini adalah harga yang harus aku bayar, aku tidak menginginkan nya!" Rean menangis tersedu-sedu seperti seorang anak kecil di hadapan saudaranya ini.
"Kak, pencarian masih dilakukan, tetapi memang belum membuahkan hasil, menangis lah Kak, tetapi tolong jangan menunjukkan wajah ini nanti pada Ibu, Ibu sudah dalam perjalanan kesini, dia telah menderita seumur hidupnya, kita pasti akan menemukan istrimu, bahkan jika itu hanya jasadnya,"
Sean mengungkapkan kenyataan pada saudaranya ini, membuat Rean tersungkur lemah di hadapannya.
Rean kehilangan segalanya, dia kehilangan hatinya, dan rasanya amat sakit sampai ia ingin mati saja.
***
__ADS_1
Waktu akhirnya berlalu, Winston harus kembali ke negaranya untuk mengurus perusahaan, Sean harus tinggal membantu kakaknya karena Rean sepertinya telah kehilangan api kehidupannya.
Bahkan saat bertemu ibunya pun Rean tidak bisa menutupi kepedihannya, Hera harus menjalani pengobatan dan rehabilitasi atas kepribadian ganda akibat trauma mentalnya.
Lisa yang menghianati nya akhirnya meninggal secara alami sebelum mengucapkan maaf, sedangkan putranya dilepaskan karena tidak bersalah.
Waktu terus berlalu, Luna yang mengetahui nasib sahabat terdekat nya merasakan rasa sedih yang teramat sangat, dia kehilangan hal berharga lagi, tetapi ia tahu jika Rean adalah orang yang paling menderita dalam hal ini, jadi dia harus bisa menutupi kesedihannya sedikit saja, untuk menghargai Rean.
Luna meminta pada Winston agar tetap membantu mencari Lily, walaupun kemungkinannya sedikit tetapi dia ingin Lily tetap ditemukan bahkan jika sudah tidak bernyawa sekali pun.
***
Sedangkan di tempat lain, seseorang yang egois sedang memikirkan cara agar menjadikan Lily menjadi miliknya seorang. Dan dia akhirnya menemukan jalannya.
Malam itu dia hanya ingin menyelamatkan Lily, tetapi sebagai seorang manusia dia memiliki sisi egois, dia menginginkan lebih saat melihat Lily yang ada dalam jarak pandangnya.
"Maafkan aku Lily, tetapi kumohon berikan aku kesempatan," bisik Nick Langirs menggenggam erat tangan wanita yang sudah lama ia sukai.
Apalagi Lily yang sedang kacau secara mental sungguh bisa di pengaruhi ingatannya dengan mudah.
Dokter itu memeriksa keadaan Lily terlebih dahulu, dan ia terkejut saat menemukan sebuah fakta di tubuh Lily.
"Apakah tetap dilanjutkan Pak?" tanya dokter itu saat memberitahu mengenai pemeriksaan nya mengenai kondisi tubuh Lily.
"Lanjutkan, aku akan menerima seluruh tentang dirinya" seru Nick masih menggenggam erat tangan Lily.
Akhirnya dokter itu menyuntikkan sebuah zat ketubuh Lily, membuat Lily tidak sadarkan diri selama beberapa hari.
"Maafkan aku Lily, aku hanya merasa jika kau tidak pantas bersama seorang mafia berdarah dingin sepertinya, aku pasti bisa lebih baik dari dia, aku pasti bisa membahagiakan mu,"
__ADS_1
"Jikapun kau kembali, hanya rasa sakit lah yang akan kau rasakan, dosa dari keluarga Rolex terlalu besar, banyak korban dan darah dimana-mana, aku tahu kau tidak suka kekerasan, kau hanya akan tersakiti, dan aku tahu di dalam hatimu kau menyalahkan dirimu atas kejadian yang menimpa dia, biarkan aku menjadi pelarian mu,"
Nick mengusap lembut rambut Lily yang sedang terbaring.
***
Setelah beberapa hari ...
Lily terbangun setelah mengalami mimpi buruk, dia terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhnya.
"Kepalaku sakit sekali, aku ada dimana? kamu siapa?" tanya Lily pada seorang pria yang sudah ada di sisinya.
"Aku adalah tunangan mu, namaku adalah Nick Langirs, apakah kau bermimpi buruk lagi?" tanya Nick hendak menyentuh dahi Lily.
Namum entah mengapa tubuh Lily spontan menghindar, tubuhnya bergerak sendiri.
"Tunangan ku?," Lily memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing sembari melihat kearah Nick yang sedang terlihat khawatir terhadapnya.
"Namamu Grace, kau adalah tunangan ku, sebelum kedua orangtua mu meninggal, mereka sudah menitipkan mu kepadaku, agar aku bisa menjaga mu," Nick sudah menyusun skenario.
Kali ini dia akan mempertaruhkan segalanya untuk kebahagiaan nya, dia tidak akan takut dan mundur seperti dulu, dia tidak ingin kehilangan Lily untuk yang kesekian kalinya.
"Aku adalah Grace," sahut Lily menundukkan wajahnya.
Dari saat itu, Lily mempercayai jika dirinya adalah Grace, tunangan Nick Langirs, dia akan meminum obat setiap hari, untuk memperburuk ingatannya.
Nick percaya jika ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi Lily, jika Lily terus bersama suaminya itu maka Lily akan selamanya hidup dalam bahaya, dia ingin wanita lemah ini hidup tenang dan bahagia.
Nick tentunya tahu jika Rean memiliki banyak musuh, apalagi sekarang dia dinobatkan menjadi salah satu calon raja, maka musuhnya akan semakin banyak.
__ADS_1
Lily juga begitu, kejahatan keluarga nya membuat batin nya terkejut, seseorang yang tidak familiar dengan dunia gelap dan kekerasan akan merasakan syok psikologis yang serius, Lily dengan mudah percaya jika dia adalah Grace mungkin juga karena dia ingin melarikan diri dari rasa sakit yang akan ia hadapi.