Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Semua ada harganya!


__ADS_3

***


Di kerajaan Eden,


Hujan semakin deras, Vincent Rolex yang sudah membidik hendak menarik pelatuk di tangannya.


Sampai suara tembakan menumbangkan hampir seluruh prajurit yang ada, semuanya ketakutan dan hendak menyelamatkan dirinya saat pengawal mereka mati di depan mereka.


Tangan Vincent sekarang dilumuri darah karena satu tembakan mengejutkan mengenai tangannya.


Rean, Sean dan Logan sudah melumpuhkan lawan yang hendak menyerang mereka. Dari kejauhan mereka bertiga bisa melihat sosok yang begitu berwibawa berjalan kearah mereka.


Dia adalah Winston, seseorang yang ikut melakukan penyerangan di kerajaan Eden, dibelakangnya ada Sammy dan juga Loky.


Mereka datang membawa Laras panjang menggunakan jas hitam, terlihat seperti mafia yang sangat menyeramkan dan hendak menghabisi siapapun yang mereka lalui.


"Plok ... plok ... plok!" Sean tepuk tangan saat melihat kejadian yang seperti ada di televisi itu.


"Kalian datang seolah kalian adalah pahlawan nya, ckck, padahal pahlawan sesungguhnya adalah aku Sean yang tampan dan hebat," Sean menyambut para saudaranya itu dengan kekonyolan nya yang tidak bisa hilang.


Sedangkan Winston hanya ingin cepat mengurus masalah ini agar bisa kembali ke pelukan istrinya.


"Dia kah dalangnya? yang membuatku harus datang ke sini? kau melakukan kesalahan besar, kau mengganggu saudaraku juga mengganggu rencana indah ku bersama istri dan anak-anak ku! akan ku habisi kau!" teriak Winston penuh kekesalan dan amarah sembari menunjuk ke Vincent Rolex yang sedang terkejut dan tersungkur, belum bisa memproses apa yang sudah terjadi.


"Brengsek! beraninya kalian!" teriak Daren hendak menembak Winston namun tangannya langsung dilumpuhkan oleh Rean yang sedari tadi sudah naik ke podium tanpa sepengetahuan mereka.


"Tangan ini jangan pernah menunjuk dia yang lebih kuat, dasar lemah!" bisik Rean meninju Daren di bagian dadanya sampai ia muntah darah dan tersungkur.

__ADS_1


Langkah kaki Rean belum berakhir, dia berjalan dan sekarang berbisik di telinga Vincent Rolex yang sedang tersungkur melihat keadaan yang kacau balau.


"Hari ini, pembalasan atas keluarga ku, atas ibuku akan terlaksana, keluarga mu yang rendahan akan mati di tanganku! kau akan selamanya menjadi pelayan kerajaan yang berlutut di bawah kaki keluarga Regis, dendam mu akan mati hari ini, bersama seluruh jajaran mu! dasar orang lemah tidak tahu diri!" bisik Rean diwarnai suara tembakan tepat di kepala Vincent Rolex.


Semua orang yang mengetahui Vincent Rolex, pemimpin mereka telah kehilangan nyawanya membuat semua orang semakin panik.


Mereka berhamburan hendak keluar namun pintu di segala penjuru sudah di kawal oleh perkumpulan mafia yang dibawa oleh Winston.


"Kalian semua, seperti kalian bersorak Sorai atas pembantaian keluarga ibuku, aku juga akan bersorak-sorai atas kematian kalian, harta kalian akan kembali ke kerajaan dan keluarga kalian akan di asingkan! nikmatilah upah dari tindakan melawan penguasa sejati! raja dari kerajaan Eden!" Rean berbicara dengan lantang diwarnai petir di atas podium.


Dia membuat semua orang yang hendak kabur ketakutan setengah mati, mereka berteriak memohon ampun untuk nyawa mereka.


Tetapi semuanya sudah terlambat, kedengkian dan rencana keji mereka akan dibayar sekarang juga.


"Hei Logan, tidak kah kau merasa kakakku terlalu bersinar? apakah ini artinya aku sudah bisa kabur? hehe, aku akan meninggalkan tanggung jawab padanya, jika aku tidak ada selama ritual, maka yang jadi raja adalah dia kan? haha, sepertinya langit pun menolongku," bisik Sean tersenyum penuh rencana untuk bisa melarikan diri dari tanggung jawab yang tidak ia sukai.


***


Pembantaian akhirnya dimulai, kesadisan mafia terlihat di tempat itu, darah ada dimana-mana, penyesalan semua orang yang ada di dalam telah terlambat, mereka tidak tahu dengan siapa mereka berurusan.


Rean melihat semuanya itu, dia memanggil Sammy dan mengajaknya menggeledah rumah Vincent Rolex.


Dia hendak mencari istrinya namun tidak ia temukan, yang ia temukan hanyalah Gale Rolex dan istrinya yang sedang dikurung di sebuah ruangan.


Ibu Lily terlihat menangis dan Gale Rolex menunduk, entah apa yang sudah terjadi namun hal itu membuat Rean yang sedang basah kuyup dan terkena percikan darah panik.


"Dimana Lily? katakan dimana dia?" teriak Rean pada Gale yang sedang tertunduk lemas.

__ADS_1


"Jawab aku?" teriak Rean lagi saat melihat Gale hanya terdiam seolah baru terkena musibah.


Gale akhirnya membuka mulutnya namun jawabannya tidak bisa diterima oleh Rean.


***


Kejadian saat Lily hendak di bawa ke sebuah tempat atas suruhan Vincent Rolex,


Sheryl berlari mencari-cari putrinya namun tidak juga ia temukan, sampai saat ia berada di depan pintu ruangan Vincent Rolex.


Sheryl mendengar perbincangan antara Vincent dengan seorang suruhannya.


Sheryl berteriak histeris dan tidak bisa menerima kenyataan dengan apa yang baru saja ia dengar.


Dari suruhan itu, mengatakan bahwa telah terjadi penyerangan sesaat lalu saat membawa Lily, dan semuanya dinyatakan kehilangan nyawa, di duga Lily telah dibuang ke lautan dan tubuhnya belum ditemukan.


Mereka menduga jika ini terjadi oleh para pemberontak dari para menteri yang mendukung sang raja, Vincent yang mendengar itu sedikit terkejut namun ia bisa segera menenangkan dirinya.


"Sebuah pengorbanan memang kadang dibutuhkan!" seru Vincent mengeraskan hatinya, padahal yang dinyatakan mati adalah cucunya sendiri.


Hal itulah yang membuat Sheryl berteriak sampai akhirnya ditangkap oleh anggota Vincent dan dikurung bersama Gale di ruangan itu.


Rean yang mendengar penuturan itu berteriak seperti orang gila, dia tidak bisa menahan rasa sakit yang ada di dadanya.


Dia memerintahkan anggotanya untuk menyusuri tempat terakhir lokasi yang di laporkan oleh anggota Vincent Rolex, hujan dan petir belum juga reda, seolah mengatakan jika ada harga yang harus di bayar oleh Rean.


Semuanya ada harganya dan untuk mendapatkan sesuatu juga harus melepaskan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2