Sweet Scandal

Sweet Scandal
Ch. 62


__ADS_3

Di ruang pemotretan Olive Galery. Pemotretan untuk sesi pertama telah selesai dilakukan. Kini Axelle dan Irene beristirahat sejenak.


Di sofa panjang ruangan itu mereka duduk berdua. Menikmati cemilan yang disuguhkan sambil bercanda. Bahkan kadang terlihat saling menyuapi. Benar-benar pemandangan yang elok dipandang mata. Kemesraan Axelle dan Irene terlihat jelas dari sikap keduanya yang menggemaskan.


Sementara di seberang, Olivia dan Shelly tengah memilah foto yang mana yang akan mereka gunakan untuk mempromosikan produk mereka. Sedangkan Ranti, tengah memperhatikan kemesraan Axelle dan Irene sambil tersenyum-senyum sendiri.


Sementara Olive memilah foto bersama fotografer, Shelly memilih menjauh sebentar. Lantaran sebuah postingan viral yang lewat di beranda akun sosial medianya.


Shelly benar-benar terkejut membaca isi berita itu. Bahkan hampir tak bisa mempercayainya. Ia lantas menghampiri Olivia. Membisikkan sesuatu di telinga Olivia, lalu memperlihatkan layar ponselnya yang menampilkan sebuah berita viral itu kepada Olivia.


Olivia pun tak kalah terkejutnya saat membaca isi berita itu. Sama seperti Shelly, ia bahkan hampir tak bisa mempercayainya. Bagaimana bisa orang yang ia kagumi tega berbuat hal tak senonoh seperti itu.


"Kapan berita ini terbit?" Tanya Olivia.


"Baru beberapa jam yang lalu." Jawab Shelly.


"Ini tidak bisa di biarkan." Geram Olivia. Mengingat ia jelas akan menderita kerugian. Sebab Irene dan Axelle sudah terlanjur tanda tangan kontrak sebagai brand ambassador produknya.


"Maaf, Bu Olive. Apa Bu Olive percaya dengan berita ini? Mungkin saja ini hanya fitnah untuk menjatuhkan Axelle dan Irene."


"Entahlah."


"Sejujurnya, saya masih belum bisa percaya. Masalahnya, kenapa dalam berita itu juga ada Clarissa."


"Maksud kamu?"


"Clarissa kecewa dengan keputusan Bu Olive menggantinya dengan orang lain."


"Dia juga pernah datang dan berusaha menjelek-jelekkan Irene. Jadi ... Mungkin apa yang kamu katakan ada benarnya. Tapi sebaiknya saya tanyakan saja langsung pada Axelle dan Irene."


Tak ingin membuang waktu, Olivia pun bergegas menghampiri Irene dan Axelle yang sedang duduk di sofa.


"Axelle ... Irene." Seru Olivia yang kini telah berdiri di hadapan Axelle dan Irene.


Axelle dan Irene pun menoleh. Serentak keduanya berdiri, berhadapan dengan Olivia. Yang memandangi keduanya dengan tatapan tajam.


"Ada apa Bu Olive?" Tanya Axelle yang merasa tatapan Olivia begitu berbeda kali ini.


Olivia menghela napas sejenak. Sebelum akhirnya melontarkan pertanyaan yang sejak tadi ingin ia tanyakan.

__ADS_1


"Maaf jika pertanyaan saya ini akan membuat kalian tersinggung."


Irene mengerutkan dahinya. "Maksud Bu Olive?"


"Apakah pernikahan kalian hanya sandiwara? Kalian bukan pasangan suami istri yang sah bukan?" Tanya Olivia penasaran. Sebab berita viral itu amat mengganggunya.


Axelle dan Irene pun terperangah mendengar pertanyaan Olivia. Keduanya begitu terkejut. Lebih terkejut lagi saat Olivia mengambil ponselnya, lalu memperlihatkan berita yang sedang viral itu kepada Axelle dan Irene.


Seketika Axelle dan Irene diam terpaku. Tak tahu harus menjawab apa. Berita itu telah tersebar luas ke seantero negeri. Dalam sekejap telah merusak nama baik mereka. Bahkan menghancurkan reputasi keduanya.


Film terbaru Axelle yang kabarnya akan segera tayang, dengan sangat terpaksa penayangannya di tunda. Atau bahkan mungkin gagal tayang. Sebab scandal memalukan yang ia lakukan bersama Irene. Pasangan yang tinggal seatap tanpa ikatan yang sah, apalagi sebutan yang pantas untuk mereka selain Kumpul Kebo. Dan itu artinya mereka berdua secara terang-terangan melakukan perzinahan. Sungguh perbuatan yang menjijikkan. Dan sangat tak bermoral.


"I_itu tidak benar Bu Olive. Saya bisa menjelaskan semuanya." Ujar Axelle.


"Jawab saja pertanyaan saya. Benar atau tidak? Kalian hanya berpura-pura sebagai suami istri?" Tanya Olivia tegas, ingin kejelasan dari pihak Axelle dan Irene sendiri.


Di seberang, Ranti mendengar semuanya. Perlahan Ranti pun beranjak menghampiri. Di susul oleh Shelly kemudian.


"Ma_maafkan saya Bu Olive." Ucap Irene terbata sembari menundukkan wajahnya malu.


Olivia pun menghembuskan napasnya pelan.


Sebelumnya, ia telah menaruh harapan besar terhadap Irene. Bahkan ia berharap lebih, bahwa Irene adalah seseorang yang sedang ia cari selama ini. Akan tetapi, kenyataannya justru membuatnya sangat kecewa. Bahkan menorehkan luka dihatinya.


"Bu Olive salah paham. Saya bisa menjelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang Bu Olive bayangkan." Bela Axelle, sebab dilihatnya Irene tampak mulai menitikkan air mata. Axelle tak bisa membiarkan hal ini terjadi.


"Kalian sangat tidak bermoral. Kenapa kalian melakukan hal yang memalukan seperti itu? Untuk apa kalian melakukan ini? Axelle, saya pikir kamu adalah seorang publik figur. Tapi kamu malah memberikan contoh yang tidak baik kepada penggemarmu. Saya benar-benar kecewa dengan kalian berdua."


"Ada apa ini Liv?" Tanya Ranti kebingungan sekaligus penasaran.


Shelly pun menyodorkan ponselnya kepada Ranti. Dimana terpampang dengan jelas berita yang sedang viral saat ini.


Ranti pun sama terkejutnya. Dipandanginya Axelle dan Irene berkali-kali. Entah kenapa, hati kecilnya seakan tak yakin dengan berita yang telah tersebar luas itu. Hati kecilnya seakan berkata, tidak mungkin Axelle berbuat seperti itu.


"Kenapa tidak bilang dari awal, kalau pacar kamu yang sebenarnya itu adalah Clarissa. Dan Irene hanyalah selingkuhan kamu?" Cecar Olivia tak sabar. Hatinya sungguh sedih dan telah diliputi kekecewaan yang teramat dalam.


Axelle terkekeh. Sungguh ia hampir dibuat gila dengan berita konyol ini. Bagaimana bisa berita murahan seperti ini muncul ke permukaan. Darimana wartawan itu mendapatkan berita murahan seperti ini?


Axelle gusar. Panik bahkan amarah mulai merasukinya. Berbagai pertanyaan pun mulai memenuhi benaknya. Salah satu diantaranya, adalah siapa yang telah membocorkan berita ini. Hingga semua orang kini telah mengetahuinya. Dan dalam sekejap telah menghancurkan reputasi dan karir yang susah payah ia bangun dengan keringatnya sendiri.

__ADS_1


Apakah Zaky yang telah membocorkannya? Sebab Zaky menyukai Irene. Sebelumnya Zaky pernah berkata, bahwa dia telah mempersiapkan skenario perpisahannya dengan Irene. Lantas apakah ini adalah skenario yang dibuat Zaky untuk memisahkannya dengan Irene?


Axelle mengacak kasar rambutnya. Kini ia geram terhadap Zaky. Bisa-bisanya Zaky melakukan ini hanya demi mendapatkan Irene. Jika ia sendiri yang dipermalukan seperti ini, ia masih bisa menerimanya. Akan tetapi, berita ini juga menghancurkan Irene. Jelas ia tak bisa diam saja.


"Tega kamu Zaky." Gumam Axelle lirih dalam geramnya. Sambil mengepal tinjunya erat.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Entah beruntung atau justru sial, Zaky pun datang menghampiri di tengah kepanikan.


Sama seperti yang lainnya, Zaky pun tak kalah paniknya. Bahkan sangat mencemaskan Axelle dan Irene.


"Axelle ... Irene ..." Panik Zaky sembari memandangi keduanya bergantian.


Saking geramnya, tanpa aba-aba, Axelle merangsek maju. Tanpa mampu Zaky menghindar, satu pukulan kuat mendarat di pipinya. Hingga membuat Zaky tersungkur.


"Axelle." Pekik Irene kencang lantaran terkejut melihat Axelle tanpa ampun memukuli Zaky.


Zaky pun mencoba bangun. Sambil meringis kesakitan memegangi pipinya yang tampak lebam akibat pukulan keras dari Axelle.


Olivia, Ranti, dan Shelly hanya bisa terperangah kaget melihat pemandangan menegangkan itu. Bahkan kru yang masih berada di ruangan itu pun tak kalah terkejutnya.


"Brengsek kamu. Tega kamu melakukan ini padaku." Umpat Axelle geram.


"Tunggu dulu. Kamu salah paham Axelle." Zaky berusaha membela.


"Salah paham bagaimana. Selain kamu, siapa lagi yang tau masalah ini. Kamu pikir aku tidak tau semua siasat kamu demi memisahkan aku dan Irene?" Ujar Axelle penuh amarah. Emosi yang telah memuncak itu tak mampu ia redam lagi.


"Maksud kamu?" Zaky terkejut mengetahui Axelle mencurigainya dan menuduhnya yang bukan-bukan.


"Kamu menuduh aku yang membocorkan rahasia kalian berdua ke publik?" Tanya Zaky menebak maksud ucapan Axelle.


"Lalu siapa lagi kalau bukan kamu? Kamu pikir aku tidak tau seperti apa perasaanmu pada Irene?"


Zaky pun terperangah mendengarnya. Jadi Axelle benar-benar menaruh curiga padanya. Bahkan menuduhnya.


"Kamu pernah bilang, kamu sudah menyiapkan skenario perpisahan ku dengan Irene. Dan ini adalah skenario yang kamu buat kan? Kamu curang." Umpat Axelle saking kesalnya.


Zaky menggeleng. Dipandanginya Irene yang tampak menitikkan air mata.


"Mungkin memang sebaiknya kita harus berpisah." Ujar Irene tiba-tiba. Hingga membuat Axelle terperanjat kaget.

__ADS_1


TBC


__ADS_2