
Sesuai janji yang pernah ia ucapkan, kini Zaky tengah bersiap memberikan klarifikasi terkait skandal pernikahan Axelle. Di depan gedung kantornya, telah berkumpul banyak wartawan dan reporter.
Zaky bersama seorang pengacara yang ia sewa, kini berdiri di hadapan pers menunjukkan bukti-bukti pernikahan Axelle dan Irene yang sah.
Seperti dugaan, awalnya pers tidak percaya. Dan mengira surat-surat nikah itu hanyalah rekayasa. Untuk itulah Zaky mengajak seorang pengacara. Hingga pernyataan pengacara tentang keaslian surat-surat itu serta buku nikah asli adanya. Bahkan mereka bersedia jika seandainya pers ingin membuktikannya di pencatatan sipil.
Dan tentang foto-foto dan video kemesraan Axelle dan Clarissa itu memang benar. Akan tetapi foto dan video itu di ambil saat mereka masih berpacaran. Saat Axelle menikahi Irene, saat itu Axelle dan Clarissa sudah putus.
Jadi tidak ada yang namanya korban perselingkuhan. Clarissa hanya belum bisa menerima kenyataan hubungannya dengan Axelle telah berakhir. Dan itu artinya Axelle dan Irene adalah pasangan yang sah. Mereka bukan pasangan kumpul kebo seperti yang dituduhkan selama ini.
Untuk hal seperti ini Zaky memang ahlinya. Ia sudah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Beruntung, dengan bukti yang ada, ditambah dengan pernyataan pengacara yang turut memperkuat bukti, akhirnya masalah telah terselesaikan.
Kini Axelle dan Irene bisa bernapas lega. Hidup tenang sebagai pasangan suami istri yang sah. Dan film terbaru Axelle yang sempat terancam gagal tayang, akan segera di tayangkan. Dan Axelle tidak kehilangan kontrak kerjasama dengan beberapa rumah produksi.
Usai memberikan klarifikasi, Zaky pun memilih kembali ke apartemennya. Belum sempat ia memasuki unit apartemennya, tiba-tiba saja Clarissa muncul di hadapannya dan menghalangi jalannya. Clarissa menyandarkan tubuhnya di pintu apartemennya. Hingga ia tak bisa membuka pintu itu.
"Minggir. Aku mau masuk. Aku lelah." Tanda Zaky dengan tatapan tajamnya.
Clarissa pun menatap Zaky tajam. Ia menunjukkan pias amarahnya pada Zaky. Karena Zaky usahanya untuk merebut kembali Axelle gagal total.
"Aku sudah menduganya sejak awal. Kamu memang tidak bisa dipercaya." Tandas Clarissa pula.
"Kalau kamu sudah tau, kenapa masih mengajakku bekerjasama dalam hal konyol? Kamu tau persis, aku tidak akan mungkin melakukan itu pada Axelle."
"Kamu lupa siapa Axelle? Dia itu hanya anak pembawa sial dalam keluarga mu."
"Tapi dia tetap adikku."
"Aku tau, kamu tidak benar-benar menyayangi Axelle. Kamu hanya menuruti perintah dari ayahmu. Axelle hanyalah amanah yang harus kamu jaga. Ayolah ... Jangan munafik."
"Minggir. Aku mau masuk." Pinta Zaky tegas.
"Dengar Zaky. Aku tidak akan membiarkan hal ini begitu saja. Aku akan tetap membalas sakit hatiku akan pengkhianatan Axelle."
Tak ingin mendengar bualan Clarissa lagi, Zaky pun menarik kasar lengan wanita itu agar menyingkir. Dan ia pun akhirnya bisa masuk ke apartemennya. Dan mengunci pintunya rapat. Clarissa yang menekan bel pintu dan meminta untuk di buka tak ia hiraukan.
"Axelle dan gadis kampungan itu tidak akan aku biarkan hidup tenang. Lihat saja nanti." Gumam Clarissa sinis.
Akhirnya, Clarissa pun masuk ke unit apartemennya sendiri. Setelah gagal untuk memprovokasi Zaky kembali. Namun hatinya makin dipenuhi kebencian.
Ia tak bisa menerima, Axelle semudah itu berpaling darinya. Dan Zaky yang sulit ia dapatkan. Sementara Irene, justru meraih perhatian dari dua pria itu. Sungguh hal itu seakan mengejeknya secara tak langsung. Bagaimana bisa, ia yang notabenenya seorang model profesional kalah bersaing dengan model kampungan seperti Irene. Ia sungguh tak terima.
.
.
Semakin hari keadaan pun semakin membaik. Nama baik Axelle dan Irene pun telah pulih kembali. Tak sedikit dari warganet yang memberikan ucapan selamat dan permintaan maaf karena telah berprasangka buruk.
Axelle dan Irene pun dengan senang hati memberi maaf. Bahkan tak mempermasalahkan berbagai komentar pedas dari warganet.
Kejadian ini, siapa sangka, malah memberi keuntungan bagi Axelle. Dalam sekejap, tiket penayangan perdana film terbarunya terjual habis di seluruh bioskop.
Dan kini, Axelle tengah menghadiri jumpa fans terkait film terbarunya. Dengan ditemani Boni dan Zaky yang baru saja tiba.
Banyaknya fans yang hadir sedikit membuat Axelle kewalahan melayani permintaan mereka yang meminta tanda tangan dan berfoto bersama. Hingga waktu Axelle terkuras hanya untuk melayani para fans.
__ADS_1
Sementara itu, Irene yang sedang sendirian di rumah, memilih menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Sebenarnya Axelle meminta Irene menemaninya untuk acara jumpa fans. Namun karena kondisi Irene yang akhir-akhir ini mulai sering merasa pusing dan mual-mual, alhasil Irene pun tidak bisa menemani Axelle.
Di tengah asiknya membaca buku, tiba-tiba Irene ingin sekali makan cemilan. Dilihatnya di kulkas sudah tidak ada lagi stok makanan ringan, bahkan buah-buahan segar.
"Astaga ... Kenapa aku bisa lupa mengisi kulkasnya." Gumam Irene sembari membuang napas panjang.
Mungkin karena kesibukannya dan Axelle, hingga mereka lupa memperhatikan isi dapur. Belakangan ini mereka juga lebih sering memesan makanan dari luar. Karena Axelle tak ingin Irene kelelahan.
Axelle sudah meminta Zaky untuk mencarikannya seorang pembantu rumah tangga. Tetapi hingga kini belum juga mereka mendapatkan seorang pembantu rumah tangga.
"Ya sudah. Kalau begitu aku beli saja sendiri. Kebetulan, minimarketnya tidak jauh dari rumah." Gumam Irene.
Irene pun akhirnya bergegas ke kamarnya untuk mengambil dompetnya. Lalu mengambil jaket dari lemari.
Minimarket tujuannya, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya dengan menumpang ojek yang kebetulan lewat saja, ia sudah sampai di minimarket tujuannya.
Setelah memilih beberapa cemilan dan buah-buahan segar, Irene lantas bergegas ke kasir. Usai membayar belanjaannya di kasir, ia pun keluar dari minimarket. Dan memilih berdiri sebentar di depan minimarket tersebut untuk sekedar menunggu ojek atau taksi yang lewat.
Beberapa menit menunggu, taksi ataupun ojek yang sedang kosong, belum ada yang melintas di depannya. Malah di seberang jalan, ada seorang tukang rujak lewat. Hingga membuatnya begitu ingin mencicipinya.
Kebetulan ia yang sedang mengidam, sangat ingin memakan asinan, rujak atau semacamnya.
Tak ingin kehilangan kesempatan Irene pun memanggil tukang rujak tersebut.
"Bang ... Rujak Bang." Teriak Irene sebisanya.
Tukang rujak itu pun berhenti di tepian jalan setelah mendengar suara teriakan Irene.
Beruntung jalanan lengang. Kendaraan yang lalu lalang tidak terlalu padat. Hingga Irene pun bergegas hendak menyeberang jalan.
Sadar tidak sadar, di saat Irene telah berada di tengah jalan, sebuah sedan hitam melaju kencang ke arahnya. Hingga Irene pun tak bisa menghindarinya.
Begitu kencangnya kendaraan itu melaju di tengah jalanan, hingga akhirnya ...
Bugh
Terdengar bunyi benturan keras. Bersama dengan suara teriakan si tukang rujak yang menjadi saksi satu-satunya di tempat kejadian.
Seseorang terlempar cukup jauh di tengah jalanan. Jatuh terkapar tak berdaya dengan bersimbah darah. Sementara sedan hitam yang menabrak korban, telah melaju kencang meninggalkan tempat kejadian. Hingga kecelakaan itu pun menjadi sebuah kasus tabrak lari.
Si tukang rujak yang kebetulan menyaksikan kejadian itu pun bergegas menghampiri korban yang sudah tak sadarkan dengan bersimbah darah.
"Tolong ... Tolong ... Tolong ..." Teriak si tukang rujak sekencangnya.
Sontak teriakan si tukang rujak itu pun mengundang warga di sekitar datang berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat apa yang terjadi.
"Tolong panggilkan ambulance. Wanita ini korban tabrak lari." Ujar si tukang rujak panik.
Warga yang berada di TKP pun segera menghubungi ambulance.
"Loh, itu bukannya ..." Salah seorang warga ada yang mengenali korban. Segera ia memotret korban dan mengunggahnya di akun media sosialnya.
.
__ADS_1
.
Sementara di tempat Axelle melakukan jumpa fans, keadaan sudah sedikit aman dan terkendali. Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya acara jumpa fans itu pun telah selesai di lakukan.
Akhirnya Axelle bisa segera pulang ke rumahnya. Entah kenapa, mendadak perasaannya jadi tak enak. Sejak tadi yang ada dalam pikirannya hanyalah Irene. Ia begitu cemas meninggalkan Irene sendirian di rumah.
Tak ingin merasa cemas berlebihan, Axelle lantas mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Irene. Namun tak ada jawaban. Dan berakhir dengan panggilan tak terjawab akhirnya.
Untuk kedua kalinya ia kembali mencoba menghubungi Irene. Namun hasilnya, masih saja sama.
"Boni ..." Panggil Axelle.
Boni yang sedang mengobrol dengan kenalannya pun bergegas menghampiri.
"Ada apa Bos?" Tanya Boni.
"Ayo kita pulang. Irene sendirian di rumah."
"Oke Bos. Tapi Pak Zaky ..."
"Dia bisa pulang sendiri kok. Lagipula dia kan bawa mobil."
"Oke Bos."
Axelle dan Boni bergegas keluar dari tempat acara jumpa fans tersebut. Kepergian Axelle dan Boni yang tergesa-gesa pun sempat tertangkap pandangan Zaky. Zaky yang sedang mengobrol dengan pihak penyelenggara acara bergegas menyusul langkah Axelle dan Boni.
"Axelle." Panggil Zaky.
Mendengar Zaky memanggil, Axelle dan Boni pun menghentikan langkahnya.
"Kalian mau ke mana?" Tanya Zaky.
"Pulang. Irene sendirian di rumah." Jawab Axelle.
"Oh, ya sudah. Kalau begitu aku kembali ke dalam. Jangan lupa besok ada undangan talk show."
"Oke."
"Ya sudah. Hati-hati ya?" Zaky pun beranjak pergi.
Axelle kembali bergegas membawa langkahnya menuju tempat parkir. Namun sekali lagi langkahnya harus terhenti tiba-tiba lantaran mendengar pekikan Boni.
"Oh my god! Bos Axe ... I_ini ... Ini ..." Saking terkejutnya Boni pun sampai tergagap.
"Ada apa?"
"I_ini ... Ada postingan seseorang yang sudah beribu kali dibagikan dan menjadi viral."
"Berita apalagi sih yang viral?"
"I_ini Bos, sebaiknya Bos lihat saja sendiri." Sembari menyodorkan ponselnya.
Merasa penasaran, dengan gerakan cepat Axelle menyambar ponsel itu dari tangan Boni. Dan detik itu juga, Axelle ternganga. Bahkan seluruh persendiannya mendadak lemas. Bukan hanya cemas, panik, ia bahkan hampir saja jatuh pingsan.
"Irene ..." Gumamnya lirih di tengah perasaannya yang hancur.
__ADS_1
TBC