
Luci dan Helen melihat dari depan Mansion, mereka tentu tidak ingin terkena dampak dari pertarungan keduanya.
Para petinggi Darkness ada dibelakang Drake, sementara di belakang Seva terdapat Arlot dan bawahan Helen yang berjaga di Istana.
"Jadi kau yang menggabungkan Venom dan Hercules?!" tanya Drake dingin.
Seva tersenyum. "Kenapa? Apa kamu keberatan? Atau takut denganku?"
"Takut denganmu? Hahaha...." Drake tertawa terbahak-bahak, di ikuti dengan tawa para bawahannya.
Drake mengangkat tangannya, seketika semuanya terdiam, ia kemudian berkata. "Serahkan wilayah mu sekarang, dengan begitu aku akan membiarkanmu pergi dari sini dengan selamat!"
Drake menunjuk-nunjuk dada Seva sambil menatapnya dengan sinis. Seva hanya tersenyum mendengar perkataan Drake.
Pria itu tiba-tiba tertawa. "Hahaha... ternyata kamu pandai juga bercanda, maukah kamu menjadi badut penghiburku?" tawarnya santai.
Semua bawahan Drake tercengang mendengar perkataan Seva, ini pertama kalinya ada orang yang berani mengolok-olok bosnya.
Arlot hanya tersenyum getir, ia sudah tahu kalau bos barunya itu pasti akan mengejek Drake, karena ia sekarang tahu kalau sosok tersebut memang senang memprovokasi lawannya.
"Brengsek! Besar juga nyalimu!" hardik Drake.
"Seharusnya aku yang bilang begitu, kau berani sekali datang ke kandang harimau!" Seva menunjukan wajah seriusnya.
Drake sangat marah, ia tanpa menunggu lagi langsung menyerang Drake dengan pukulan kuatnya.
Duak
Sayangnya Seva sudah menebak itu dan pukulan mereka saling bertemu satu sama lain.
Drake mengernyitkan dahi. "Boleh juga kau!"
Swuzz
Drake melakukan tendangan berputar, akan tetapi Seva dengan mudahnya menangkap kali Drake.
Klap
"Apa cuma ini kemampuanmu?" ejek Seva.
"Bedebah!" Drake menggunakan tangannya untuk menjadikan tumpuan dan memaksa Seva melepaskan cengkeramannya berkat putaran tendangan tersebut yang sangat kuat.
Seva melompat mundur, Drake dengan cepat menyerang kembali.
Swuzz
Bang
Bang
Drake terus melesatkan tendangan dan pukulan silih berganti, tapi Seva mampu menahan serangan-serangan tersebut.
Berkat pertarungannya dengan Noah, pria itu mulai terbiasa dengan kemampuan bertarungnya.
Drake menggertakkan giginya, ternyata Seva bukan hanya membual dan bisa menahan setiap pukulannya.
Pria itu mulai serius, ia melompat mundur, menghirup napas dalam-dalam kemudian masuk dalam mode fokus penuh.
Seketika tubuh Drake berubah menjadi sangat keras, urat-uratnya menonjol keluar dari balik kulitnya.
Seva mengamati perubahan tubuh Drake, pria itu juga langsung menggunakan tinju besinya, karena hanya itu yang ia kuasai dengan penuh sekarang.
Swuzz
Drake melompat sangat tinggi, Seva mendongak ke atas. Terlihat Drake yang meluncur dengan cepat kebawah.
Duak
__ADS_1
Duarr
Terdengar suara ledakan sangat besar ketika tendangan Drake ditahan tinju besi milik Seva.
Angin berhembus dengan kencang efek dua serangan tersebut yang saling bertemu data sama lain, bahkan mereka yang tidak memiliki dasar teknik beladiri sampai terhempas.
"Semuanya mundur!" perintah Arlot kepada bawahannya, karena ia yakin pertarungan tersebut akan semakin berbahaya.
Arlot dan para bawahan kelompok Mafia Sky menjauh dari tempat perkelahian keduanya, begitu juga dengan kelompok Mafia Darkness.
Helen dan Luci yang melihat pertarungan tersebut, mereka berdua tambah khawatir dengan Seva.
Terlihat kaki Seva amblas masuk kedalam tanah, itu membuktikan kalau serangan Drake sangatlah kuat.
Drake mengernyitkan dahi ketika melihat Seva bisa menahan tendangan kerasnya dengan kedua tangan, pria itu melompat mundur kebelakang.
Swuzz
Drake melesat kembali ke depan untuk mengajar Seva, tapi kali ini Seva tidak diam saja, ia juga melesat untuk menyerang Drake.
Bang
Bang
Duarr
Terdengar ledakan demi ledakan ketika pukulan dan tendangan mereka saling beradu satu sama lain.
Semua yang melihat hal tersebut tercengang, karena gerakan keduanya terlalu sangat cepat, bahkan bola mata mereka sulit mengimbangi kecepatan pertarungan tersebut.
Bang
Bang
Duak
Duar
Tampak keduanya berdiri kembali sambil menyeka darah yang mengalir dari sudut bibir mereka.
"Sial, orang ini sangat kuat!" gerutu Drake dalam hati.
Seva menyeringai. "Ternyata dia lebih kuat dari pria Sniper, pantas saja menjadi pemimpin," gumamnya lirih.
Swuzz
Keduanya sama-sama melesat kembali, Seva melesatkan tendangan memutar, meniru gerakan Noah tapi dengan kaki besi. Drake juga melakukan hal yang sama.
Duak
Duar
krak
Terdengar ledakan kembali, retakan sebuah tulang juga terdengar. Tampak Drake menyeringai kemudian melompat mundur, begitu juga dengan Seva.
Seva berdiri tegap di tempatnya, berbeda dengan Drake yang mencoba berdiri tegap, tapi ia merasakan sakit di kakinya.
Pria itu baru menyadari, suara retakan tulang barusan ternyata kakinya, bukan kaki Seva.
"Bagaimana mungkin?" gumam Drake sambil menahan rasa sakit di kakinya.
Seva menyeringai melihat Drake yang tampak menahan sakit, pria itu langsung melesat kembali dengan sangat cepat.
Swuzz
Drake membelalakkan mata terkejut, ia juga akan melesat, tapi kakinya terasa sangat sakit hingga ia tidak bisa bergerak sangat cepat.
__ADS_1
Bang
Duar
Drake terhempas puluhan meter kebelakang, pria itu terkena telak pukulan Seva yang sangat keras barusan.
Tidak sampai di situ saja, Seva kembali menyerang Drake, pria itu tidak membiarkan Drake bisa bernapas sama sekali.
Bak
Buk
Bak
Buk
Pukulan sangat cepat di arahkan ke Drake, sosok pemimpin Darkness tersebut tidak berdaya menerima, serangan demi serangan yang di lesatkan Seva.
Bang
Swuzz
Seva menendang Drake ke langit, pria itu kemudian melompat mengejar Drake dan langsung menendangnya ke bawah dari langit.
Bang
Duaarrr
Drake terjatuh dari langit dengan sangat keras, hingga tanah tempatnya jatuh berubah menjadi kawah.
Seva melesat dengan cepat sambil menggunakan kaki besinya ke arah Drake yang sudah terbaring di tanah.
Swuzz
Duar
Tempat tersebut benar-benar menjadi kawah besar ketika tendangan Seva dengan telak mengenai Drake.
Dada Drake remuk, mungkin jika fisiknya tidak kuat, tubuhnya bisa tercerai berai.
Semua orang tercengang melihat kejadian tersebut. Seva melihat Drake yang sudah tewas dibawah kakinya, pria itu menarik kaki Drake dan melompat ke atas.
Brug
Seva melemparkan mayat Drake ke depan semua bawahannya, sontak saja para bawahannya Drake menatap tidak percaya jika bos mereka yang terkenal sangat kuat dan kejam tewas begitu saja ditangan Seva.
Arlot dan bawahannya tersenyum penuh arti, karena dengan kemenangan Seva, kota Original sepenuhnya akan menjadi milik bosnya tersebut.
Helen dan Luci saling berpelukan satu sama lain, mereka sangat senang karena Seva bisa selamat dari pertarungan tersebut, bukan karena berhasil menguasai kota Original.
"Buang mayatnya ke tengah Laut! Kota Original sepenuhnya menjadi milik kelompok Sky! Bagi kalian yang tidak terima, majulah!" seru Seva dengan suara dingin.
Para petinggi dan bawahan kelompok Darkness tidak ada yang berani menatap Seva sama sekali.
"Brengsek! Aku ti...." pemimpin wilayah barat Darkness tidak terima, mencoba menembak Seva, akan tetapi pria itu tiba-tiba sudah ada didepannya dan mencengkram lehernya.
Kretak
Pletak
Leher pria itu ayah, hingga tewas seketika oleh Seva lalu melemparkannya didekat mayat Drake.
"Apa ada lagi!" seru Seva.
Tentu saja kelompok Darkness ketakutan, mereka kemudian bertekuk lutut dihadapan Seva dan berjanji akan patuh padanya.
Seva tersenyum, dengan takluknya seluruh Mafia besar di kota Original, ia sekarang bisa bertindak bebas di kota tersebut dan akan mulai menginvasi markas mafia-mafia besar lainnya di seluruh dunia, agar ia bisa dengan cepat menghancurkan mereka semua nantinya dengan kekuasan mutlak.
__ADS_1