System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Kebenaran Kekuatan Pemberian Sistem


__ADS_3

Seva memang menyukai Luci dan Helen yang sudah membantunya, akan tetapi pria itu juga tidak suka di atur-atur, mengingat dirinya dulu sudah lelah dengan kehidupan yang selalu menjadi pesuruh.


Helen dan Luci hanya bisa menghela napas tidak berdaya, perlahan-lahan mereka berdua mulai menyadari kalau Seva tidak suka dengan mereka yang terlalu ikut campur dengan masalahnya.


"Helen, apa kita terlalu berlebihan?" tanya Luci kepada wanita yang sudah menjadi saudarinya itu.


Helen menggendikkan bahunya. "Aku rasa dia cuma risih saja sama kamu yang terlalu mempermasalahkan hubungannya dengan wanita lain," jawab wanita itu seraya turun kembali dari anak tangga.


Luci mengejar Helen. "Memangnya salah kalau aku tidak suka Seva menambah wanita lain Helen? Bukankah itu sudah kewajiban kita menjaganya?"


Helen berhenti melangkah, ia menghela napas. "Luci, jika priamu pekerja kantoran biasa mungkin kamu tidak salah, tapi Seva seorang pemimpin Mafia, apalagi dia sudah menguasai kota Original. Seharusnya baik itu dia bermain wanita ataupun melakukan kebiasaan buruk lainnya sudah biasa, bukan?"


"Helen apa maksudmu?" tanya Luci bingung.


Helen membalik badannya, ia menatap Luci dengan serius. "Aku tidak tahu kamu pernah menjadi bagian dari komplotan gelap mana, tapi aku merasa kamu masih terlalu polos menyikapi semua yang dilakukan Seva, seharusnya kamu berpikir dengan logika jika ingin bersamanya, jangan menggunakan perasaan saja."


Helen diam sebentar kemudian melanjutkan. "Seva juga butuh kebebasan, Pamornya akan hilang jika kamu terlalu mengekangnya, bersikaplah layaknya kamu seorang Wanita bos besar, Luci."


Helen meninggalkan Luci yang diam tertegun, tampak sedang mencerna perkataannya. Wanita itu tahu kalau Luci butuh sebuah dorongan agar ia mau merubah sikapnya terhadap Seva.

__ADS_1


Helen yang sudah berkecimpung didunia Mafia semenjak dahulu dan ia pun mewarisi kekuasaan Ayahnya, tentu sangat tahu bagaimana sosok pria yang menjadi seorang pemimpin Mafia.


Dulu Ayah Helen juga memiliki banyak wanita, hanya saja Ibunya yang paling beruntung, karena bisa melahirkan anak untuk sang Ayah, karena itulah Helen tidak mempermasalahkan Seva memiliki banyak wanita.


Pemikiran Helen sudah jelas kalau ia tahu betul seluk beluk kehidupan seorang pemimpin Mafia. Berbeda dengan Luci, mungkin karena wanita itu hanya pernah menjadi bawahan kelompok Gangster saja, jadi dia tidak begitu mengetahui hal tersebut.


Sementara itu Seva sedang berbaring dikamarnya setelah ia membersihkan diri.


Pria itu menatap langit-langit kamarnya, memikirkan kehidupan dirinya yang sudah sangat berubah drastis. Ia memikirkan berbagai cara agar bisa mengubah pandangan semua orang terhadap kaum bawah.


"Sebentar lagi mungkin aku bisa bergerak kembali ke kota Vox untuk membuat kota tersebut jadi lebih baik lagi, ah... kenapa aku sekarang malah memiliki ambisi besar? Padahal tujuanku hanya ingin hidup nyaman saja," gumamnya lirih.


Tiba-tiba layar hologram muncul di depan Seva, seolah mengajak bicara pria tersebut.


"Hais, kalau mau berbicara denganku, setidaknya kamu bisa bersuara, kalau kaya gini aku sama saja kayak orang gila membaca pesan lalu menjawabnya sendiri," keluh Seva.


[ Kalau tuan sudah mencapai kekuatan puncak manusia, saya nantinya juga akan berevolusi.]


Seva mengernyitkan dahi, saat membaca pesan Sistem. "Evolusi? Apa maksudmu?"

__ADS_1


[Tuan, setiap anda mendapatkan kekuatan baru, itu membuat anda semakin kuat, semakin banyak kekuatan yang anda miliki, otomatis anda akan berevolusi dan puncaknya anda bisa memiliki kekuatan di atas manusia terkuat.]


Seva membelalakkan mata lebar ketika membaca pemberitahuan Sistem. Ia tidak pernah menduga kalau kekuatannya bisa melebihi manusia.


"Sistem, apa kamu akan merubah aku menjadi Dewa?" tanya Seva bercanda.


[ Bukan Dewa tuan, Dewa merupakan bawahan sang pencipta, proses itu semua akan sangat lama tercapai, mungkin bisa dikatakan anda akan mendapatkan kemampuan manusia era baru yang tercipta.]


Seva tertegun, membaca pemberitahuan Sistem, otomatis pria tersebut sangat yakin kalau dirinya bisa menjadi Dewa, mengingat kata-kata yang ditulis merujuk pada bisa saja terjadi walau prosesnya lama.


Seva menelan ludah, jika ia memang bisa menjadi Dewa, tentu dirinya tidak bisa tinggal bersama manusia lagi.


Pemikiran Seva mulai liar, ia benar-benar tidak mempercayai hal tersebut, pasalnya keinginannya hanya menjalani kehidupan damai, tapi ternyata mimpinya yang dulu itu seolah kecil untuk Sistem.


"Sistem, lebih baik kau jangan membuat aku bingung, setidaknya berikan aku kebutuhan yang aku mau, jangan terus-terusan mendapatkan kekuatan," ucapnya tidak berdaya.


[Tuan, dikehidupan anda yang sekarang, kekuatan lebih dibutuhkan daripada hanya sekedar uang, lihatlah dengan anda memiliki kekuatan, anda sudah memiliki uang dengan sendirinya.]


Jawaban Sistem membuat Seva tersenyum getir, walaupun ada benarnya, akan tetapi ia jadi takut dengan kekuatan pemberian Sistem yang selalu di luar nalar.

__ADS_1


Seva menghela napas tidak berdaya, ia berhenti bertanya dan lebih memilih untuk memejamkan matanya, daripada harus berpikir yang tidak-tidak.


__ADS_2