System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Mempertahankan Markas


__ADS_3

Levi bergegas menemui Seva, mengingat Berutu tersebut sangatlah penting, menyangkut keberadaan mereka yang akan diketahui oleh Martis.


"Tuan Seva!" teriak Levi lantang ketika masuk kedalam markas tersebut.


"Ada apa Levi?" tanya pria yang telinganya dipotong Seva.


"Dimana tuan Seva? Ada kabar buruk," tanyanya cemas.


"Tuan ada di atas, kabar buruk apa Levi?" tanya pria itu lagi penasaran.


"Nanti saja aku ceritakan padamu," ucapnya seraya bergegas naik ke lantai atas.


Seva sedang berada di lantai paling atas, dimana ada sebuah Bar yang cukup besar dengan banyak wanita penghibur di dalamnya.


Markas tersebut memang lebih besar dari markas yang pertana di kuasainya, semua orang yang berada di bar tersebut sedang berkumpul duduk ditengah ruangan tersebut dengan para bawahan Seva yang menodongkan senjata ke arah mereka.


"Ambil semua ponsel mereka, hancurkan!" perintah Seva tegas.


"Baik tuan," salah satu bawahan Seva mengumpulkan semua ponsel mereka semua.


Mereka dengan patuh memberikan ponselnya masing-masing karena takut di bunuh oleh Seva dan bawahannya.


Tidak berselang lama, Levi datang tergopoh-gopoh dengan napas tersengal-sengal karena berlari dari lantai satu sampai lantai lima.


"Tuan gawat!" seru pria itu dengan suara tersendat.


Levi menghampiri Seva yang sedang duduk di sebuah kursi. Bosnya itu menatapnya dengan tajam karena tiba-tiba masuk.


"Ada apa Levi?" tanya Seva ketus.


"Tuan, lihatlah ini," Levi menyerahkan ponsel orang yang di bunuh nya.


Seva sedikit terkejut, tapi ia mencoba untuk tetap tenang. "Darimana kamu mendapatkan ini?" tanya pria itu menyelidik.


"Saya melihat orang yang memotret menggunakan ponselnya di luar, ternyata dugaan saya benar, kalau di bawahan Martis juga saat saya mengambil ponselnya, seperti yang ada lihat," jawabnya yakin.


Seva meremas ponsel tersebut hingga hancur. "Segera perketat penjagaan, bersihkan yang tidak perlu!" perintahnya langung.


"Baik tuan!" jawab Levi lugas.


Seva menelepon Arlot, menyuruhnya untuk tetap waspada, mengingat kemungkinan besar musuh sudah tahu tentang pengambilan alih kedua markasnya.


Arlot tentu langsung sigap, ia memerintah semuanya agar tetap waspada, mengingat tuannya sudah memberikan perintah.


...***...


Sementara itu di pusat South Land, markas besar Marti berada, terlihat seorang pria yang sedang bertekuk lutut dihadapan pria yang menjadi bos besar South Land tersebut.

__ADS_1


"Brengsek! Berani sekali mereka akan menyerang markas ku!" geramnya kesal.


"Roni, kau siapkan pasukan segera, rebut kembali markas kita! Berikan pelajaran kepada orang-orang bodoh itu!" perintahnya tegas.


"Baik bos!" jawab tangan kanan Martis lugas.


Martis belum tahu yang menyerang markasnya Seva, pasalnya dalam foto yang di perlihatkan kepadanya hanya foto bagian depan markas yang di serang, tidak ada foto Seva sama sekali.


Martis mengira kalau yang menyerangnya, merupakan mereka para pemberontak South Land yang selama ini bersembunyi.


Roni mengumpulkan banyak orang, mereka tidak menunggu lagi. Pasukan Martis menyerbu ke kota Troyes dimana markas mereka yang sudah di kuasai musuh dari pusat South Land.


Perjalanan mereka cukup jauh, mengingat harus melewati dua kota terlebih dahulu sebelum sampai di Troyes.


Roni yang menjadi komandan penyerangan terlalu meremehkan Seva, ia hanya membawa dua puluh anak buah saja yang di angkut menggunakan mobil perang mereka.


Mereka tidak tahu saja kalau Seva, sudah menunggunya dan kemungkinan akan membunuh semuanya jika hanya puluhan orang saja yang datang.


Sementara Roni dan bawahannya sedang menuju kota Troyes, Levi dan rekan-rekannya juga sudah mengkordinasikan bawahan masing-masing agar bersiap dengan penyerangan yang akan datang.


Seva berdiri dekat jendela sambil memegang segelas anggur melihat ke gerbang markas, dimana Roni akan muncul.


"Tu-Tuan, mau tambah lagi," ucap wanita penghibur yang sedari tadi melayani Seva.


Seva menganggukkan kepalanya lirih, wanita itu segera membawa botol anggur kosong dari sana lalu mengambilnya yang baru.


"Juan, ambilkan anggur satu lagi," ucap wanita penghibur pada Bartender.


"Loh, bukannya tuan Adelray sedang menunggu bawahan tuan Martis, apa dia tidak mabuk?" tanya Bartender sambil mengambilkan Anggur satu botol lagi.


Wanita penghibur menghela napas. "Dia tidak terlihat mabuk sama sekali, ketahanan terhadap alkoholnya membuat aku takut," jawabnya tidak berdaya.


Bartender terkejut dengan pernyataan wanita penghibur, akan tetapi ia tidak bisa berkata-kata lagi, pasalnya mau yang menguasai markas tersebut bawahan Martis atau Seva, hasilnya sama saja, ia akan tetap melayani mereka semua.


Setelah Seva menghabiskan tiga botol anggur seperti minum sirup, akhirnya rombongan Roni datang.


Booommm


Terdengar suara ledakan Basoka ketika mobil masuk kedalam gerbang, membuat mobil yang didepan hancur seketika.


Sontak saja mobil dibelakang langsung berhenti dan mereka semua berlarian menjauh dari mobil lainnya.


"Brengsek, ternyata mereka sudah menunggu kita! Bunuh mereka semua tanpa terkecuali!" seru Roni memberikan perintah.


"Baik tuan," jawab mereka serempak yang langsung menyerbu menggunakan senapan sergap.


Drrtt

__ADS_1


Drrtt


Terdengar suara senapan sergap dari bawahan Roni, membuat bawahan Levi dan yang lainnya bersembunyi, tapi mereka juga kemudian membalas.


Sahut-sahutan suara senapan Sergap terus terjadi, Roni dan bawahannya bergegas mencari tempat berlindung, mengingat mereka sudah hafal tempat tersebut, mereka bisa mencari tempat persembunyian dengan mudah.


Swuzz


Booomm


Argh!


Basoka kembali melesat, beberapa bawahan Roni terhempas hingga tewas seketika terkena serangan tersebut.


Roni mengincar pemegang Basoka, ia menggunakan kemampuannya, dimana bisa menembak tepat sasaran dalam kondisi apa pun.


Dor!


Brug


Seketika pemegang Basoka langsung tersungkur ditanah, jelas saja rekan-rekannya terkejut karena orang yang bisa menggunakan Basoka tiba-tiba terkena tembakan.


Dor!


Dor!


Baru saja mereka terkejut, Roni juga menembaki mereka hingga bertumbangan satu persatu.


Seva yang melihat hal tersebut tersenyum, ia menemukan orang yang pantas untuk menjadi bawahannya. Pria itu langsung turun dari lantai atas.


"Tuan, anda mau nambah lagi?" tanya wanita penghibur yang sedari tadi melayaninya.


"Cukup dulu, kalian siapkan pesta kecil untukku setelah menangani mereka," ucap Seva sambil tersenyum lalu meninggalkan tempat itu.


Wanita penghibur bingung, tapi ia mengangguk dengan patuh, mau bagaimanapun Seva sekarang bosnya.


Seva turun dari atas sambil mengeluarkan katana nya sambil di seret, terdengar suara gesekan katana Seva dengan lantai, membuat bawahan Seva yang mendengarnya reflek menoleh.


Levi tersenyum saat Seva akan turun tangan sendiri, bukan hanya Levi yang senang, akan tetapi semuanya juga merasa senang.


"Tuan," sapa mereka sopan.


"Berlindung, kemampuan menembak pria itu sangat bagus, aku tidak ingin kalian mati sia-sia," ucap Seva sambil berjalan keluar dengan santainya.


Roni melihat keberadaan Seva, pria tesebut langsung mengincarnya.


Dor!

__ADS_1


Sebuah peluru melesat dengan sangat cepat ke arah Seva. Roni menyeringai karena tembakannya sedari tadi tidak meleset sama sekali.


__ADS_2