System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Menginvasi Kota Mile


__ADS_3

Keesokan harinya, Seva terbangun dari tidur ketika sinar mentari mulai menyeruak masuk kedalam celah-celah jendela kamar hotel.


Pria itu meregangkan tubuhnya ketika baru bangun dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


[ Tuan, apakah anda akan mengocok Dadu?]


Sistem memberikan pemberitahuan kepada Seva.


"Ya Kocok sekarang," ucapnya sambil menggosok gigi.


[ Mulai mengocok Dadu!]


Layar hologram muncul menampilkan Dadu yang di kocok kemudian dilemparkan, tidak berselang lama Dadu berhenti.


[ Selamat, anda mendapatkan kemampuan Kebal terhadap Racun! ]


[ Status ]


Sistem Kocok Dadu Evolusi 1


Nama : Seva Adelray


Umur : 24 tahun


Tinggi: 176 cm


Berat : 66 Kg


Tubuh : Manusia Unik


Kemampuan : menggunakan senjata Api berbagai jenis / Beladiri Kuno / Fisik Kuat / Ahli Medis / Regenerasi/ Kebal Racun /


Penyimpanan dimensi : Katana /


Toko Sistem :


Berbagai jenis senjata ( Klik )


Berbagai Obat Langka ( Klik )


Kemampuan Langka ( Klik )


Saldo Sistem :1.009.799.000 dolar Original.


Saldo Kekayaan Host : 300.000.000.000 dolar Original.


Harga toko barang toko Sistem semakin mahal kualitasnya semakin baik.


Seva tidak merasakan sakit ketika mendapatkan kemampuan tersebut, karena pada dasarnya tubuh unik Seva sudah memiliki kemampuan tersebut, hanya saja belum diaktifkan.


Seva yang sedang fokus untuk menerima rasa sakit tersebut tertegun, karena sudah menunggu beberapa menit rasa sakit yang biasa ia dapatkan setelah mendapatkan kemampuan tidak terasa juga.


"Ini serius aku tidak dihukum?" tanyanya pada Sistem.


[Tubuh anda tidak akan merasakan sakit jika hanya mendapatkan kemampuan bawaan tuan.]


"Kemampuan bawaan?" Seva bertanya lagi.


[Ya, kemampuan bawaan merupakan kemampuan yang sudah ada dalam tubuh uni anda, karena kebal terhadap racun merupakan kemampuan bawaan, anda tidak akan merasakan rasa sakit tersebut.]

__ADS_1


Seva menganggukkan kepalanya mengerti, sekarang ia tahu kenapa tidak merasakan rasa sakit seperti biasanya.


"Baguslah, dengan begitu aku tidak tersiksa lagi," ucapnya sambil menghela napas lega.


Seva langsung bergegas membersihkan diri, setelah itu ia langsung ke tempat Levi berada menggunakan taksi.


Ketika sampai di sana, Seva tercengang dihalaman Bar sudah banyak sekali orang-orang Levi yang tampak penampilannya acak-acakan.


"Tuan selamat datang," sapa Levi yang sudah menunggunya sedari tadi.


Seva menganggukkan kepalanya. "Apa kalian semua sudah siap?" tanyanya memastikan.


"Sudah tuan, kami juga sudah menyiapkan mobil untuk mengangkut mereka semua," jawab Levi yakin.


"Mengangkut?" Seva menyapu pandangannya, terlihat ada empat buah truk ada di sana dan dua mobil Audi A6.


"Kalian akan berangkat menggunakan itu?" tanya Seva memastikan.


"Benar tuan, kami tidak memiliki banyak mobil bagus, anda tahu sendiri kami hanyalah geng rendahan," jawab Levi tidak berdaya.


Seva menghela napas. "Setelah ini aku akan merubah kalian semua, ayo berangkat!" perintahnya tegas.


"Baik tuan, mari...." Levi mengajak Seva ke mobil Audi A6 yang sudah disiapkannya.


Semua bawahan Levi juga bergegas naik truk, walaupun senjata mereka seadanya, terlihat mereka tidak takut sama sekali.


Seva benar-benar takjub dengan mereka semua, ia yakin dengan begini bisa membuat bawahan yang cukup kompeten.


Iring-iringan mobil tersebut tidak menarik perhatian sama sekali, karena bawahan Martis sudah biasa melihat rombongan Levi yang naik mobil truk.


Mereka semua sampai di Markas orang-orang Martis yang berada di kota Mile, mereka turun seratus meter dari Markas tersebut.


"Jadi itu markasnya?" Seva menunjuk gedung tinggi yang dijaga beberapa orang memegang senapan sergap.


"Aku akan menjatuhkan mereka yang menggunakan senjata, ambil senjata mereka lalu kita akan masuk kedalam!" perintahnya tegas.


Walaupun Levi tidak tahu maksud Seva, akan tetapi pria tersebut hanya mengangguk saja, ia seolah sudah pasrah dengan pengaturan Seva.


Swuzz


Seva bergerak sangat cepat membuat Levi dan bawahannya terkejut, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan demi teriakan ketika Seva membunuh puluhan penjaga didepan gerbang.


"Astaga, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya bawahan Levi yang melihat kejadian tersebut.


Levi segera tersadar, karena ia juga melihat Seva dengan cepat menumbangkan mereka semua.


"Yang bisa menggunakan senjata, cepat pergi ke sana! Ambil senjata mereka lindungi tuan Adelray!" perintah Levi tegas.


"Baik tuan!" Mereka yang bisa menggunakan senjata api berlari ke tempat Seva berada mereka langsung mengambil senjata-senjata milik para penjaga.


Seva tersenyum melihat bawahan Levi yang cukup sigap. "Bagus, kalian ikuti aku dari belakang!" perintahnya tegas.


"Dimengerti tuan!" jawab mereka serempak.


Mereka pun masuk kedalam gedung, terlihat ada penjaga dimana-mana. Seva mengincar orang yang dikiranya memiliki tembakan akurat.


Swuzz


Bag

__ADS_1


Bug


Beberapa orang langsung tumbang, melihat rekannya tumbang mereka semua mencari Seva dan menembakinya.


Seva dapat menghindari tembakan demi tembakan mereka dengan mudah, mengingat ia memiliki kecepatan reflek yang sangat cepat.


"Sekarang!" teriak Seva.


Bawahan Levi masuk kedalam, mereka langsung menembaki orang-orang yang ada didalam dengan brutal.


Haaa!


Drrt


Drrt


Suara tembakan senapan Sergap terdengar, karena bawahan Martis fokus terhadap Seva, mereka langsung bertumbangan ketika mendapatkan serangan dari bawahan Levi.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka semua langsung tumbang.


"Panggil yang lain untuk berjaga dibawah, yang lain ikut aku!" perintah Seva yang sudah ada di tangga.


"Baik tuan!" rasa percaya diri mereka meningkat drastis, pasalnya tugas mereka sangatlah ringan.


"Kalau begini kita bisa menang mudah, hebat sekali tuan Adelray," gumam salah satu dari mereka bersemangat.


"Kamu benar, kalau begini aku lebih baik jadi bawahan tuan Adelray saja, dia sangat hebat," timpal yang lainnya.


Rasa kagum mereka bertambah kepada Seva, pasalnya ini pertama kali berperang tanpa mempertaruhkan nyawa sama sekali.


Levi dan bawahan lainnya berjaga dilantai pertama dengan memunguti senjata-senjata bawahan Martis.


Pria itu memberikan komando agar tetap waspada dan menjaga lantai bawah dengan baik.


"Syukurlah keputusan ku tepat," gumamnya sambil tersenyum simpul, melihat ke atas dimana bawahannya sedang bersiap menyerang.


Di lantai dua, terlihat hanya ada beberapa orang saja, tidak sebanyak di lantai satu.


Seva langsung bergerak, ia kali ini mengeluarkan katananya dari penyimpanan dimensi tanpa sepengetahuan bawahan Levi.


"Kalian tunggu aku di sini," ucapnya datar.


Mereka hanya menganggukkan kepala. Seva menghirup napas dalam-dalam kemudian membuangnya, ia kemudian melesat dengan kecepatan penuh.


Swuzz


Slas


Pral


Pral


Kepala enam orang yang berjaga di lantai dua terlepas dari tubuhnya, mereka semua langsung ambruk di lantai tanpa perlawanan sama sekali.


Semua bawahan Levi menelan ludah ketika melihat betapa mengerikan bos besarnya yang membunuh tanpa ampun mereka semua.


"Kita lanjutkan!" tegur Seva.


Seketika mereka semua tersadar dan langsung mengangguk mengikuti Seva dari belakang.

__ADS_1


Semua bawahan Levi merasa deg-degan, pada dasarnya mereka di awal tidak percaya sama Seva sekali karena dia masihlah muda, akan tetapi sekarang mereka tahu kenapa Levi tunduk pada Seva.


Pria yang sedang bersama mereka sangatlah menakutkan, bahkan bagi mereka pembunuh berdarah dingin saja rasanya masih kalah dengan Seva.


__ADS_2