
Saat Seva sedang fokus mengamati sambil mengepulkan asap rokoknya, Sistem memberikan pemberitahuan dalam benaknya.
[Tuan, anda hari ini belum mengocok Dadu.]
Seva tersenyum. "Kocok sekarang!" perintahnya lirih.
Layar hologram langsung menunjukkan Dadu di kocok lalu di lemparkan, tidak berselang lama Dadu berhenti.
[Selamat, anda mendapatkan kemampuan Penyamaran!]
Sistem langsung menerapkan kemampuan Penyamaran ke tubuh Seva, tubuh pria itu terasa sangat kebas, walaupun tidak sakit, akan tetapi ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sehingga ia hanya bisa terdiam bersandar di mobil.
Rokok yang ada ditangannya terjatuh, Seva hanya bisa melirikkan matanya ke kiri dan kanan, tubuhnya tidak bisa di gerakan sama sekali.
Tubuh Seva samar-samar berubah-ubah, untung saja tidak ada yang melihatnya, bahkan Levi saja sibuk mengamati keadaan.
[Kemampuan Penyamaran berhasil di pasang!]
[ Status ]
Sistem Kocok Dadu Evolusi 1
Nama : Seva Adelray
Umur : 24 tahun
Tinggi: 176 cm
Berat : 66 Kg
Tubuh : Manusia Unik
Kemampuan : menggunakan senjata Api berbagai jenis / Beladiri Kuno / Fisik Kuat / Ahli Medis / Regenerasi/ Kebal Racun / Penyamaran /
Penyimpanan dimensi : Katana /
Toko Sistem :
Berbagai jenis senjata ( Klik )
Berbagai Obat Langka ( Klik )
Kemampuan Langka ( Klik )
Saldo Sistem :1.009.790.000 dolar Original.
Saldo Kekayaan Host : 300.000.000.000 dolar Original.
Harga toko barang toko Sistem semakin mahal kualitasnya semakin baik.
Seva akhirnya bisa bernapas lega setelah pemasangan kemampuan barunya, walaupun tidak terasa sakit, tapi cukup membuatnya lelah.
"Sistem buka toko senjata!" perintah Seva langsung.
Layar hologram menunjukan senjata yang ada di toko Sistem.
[ Barret M82A1 - 8.000 dolar Original.
Pistol - 1.000 dolar. Original.
RPG-7 ( Basoka ) - 2.000 dolar Original.
Rudal Javelin - 80.000 dolar Original.]
Seva menghela napas ketika melihat hanya ada senjata-senjata besar di dalam toko Sistem, padahal ia ingin menggunakan senjata kecil agar tidak terlalu menarik perhatian.
Akhirnya Seva membeli Pistol, karena senjata tersebut yang paling kecil di antara yang lainnya.
__ADS_1
"Arlot apa kau mendengarku?" tanya Seva melalui alat komunikasinya.
"Saya mendengar tuan," jawab Arlot dari seberang alat komunikasi.
"Aku akan melakukan serangan, katakan pada yang lain, jika mendengar suara tembakan langsung bergerak!" perintah Seva tegas.
"Dimengerti tuan!" jawab Arlot lugas.
Seva berjalan dengan santai ke arah penjaga, sambil berjalan Sistem merubah penampilan Seva menyerupai para penjaga.
Levi yang memang bertugas mengantar Seva saja, ia langsung menjauh saat Seva sudah berjalan ke arah gerbang.
Penjaga gerbang mengira kalau Seva adalah rekan mereka, sehingga tidak ada yang mencurigainya sama sekali.
Dor!
Dor!
Dor!
Seva langsung menembaki para penjaga gerbang dengan sangat cepat tanpa menunggu lagi setelah sudah dekat dengan mereka.
Sontak saja mereka semua terkejut karena tiba-tiba ada serangan. Bersamaan dengan itu pasukan Seva juga dengan cepat mengepung wilayah tersebut.
Suara sahut-sahutan tembakan mulai terdengar, warga sipil yang sedang berada di wilayah sekitar markas tersebut terkejut, mereka sontak saja langsung berhamburan pergi menjauh.
Klak
klak
Peluru pistol Seva habis, membuat pria itu kesal dan membuangya begitu saja, ia pun m ngambil Katananya dari penyimpanan dimensi.
Drrtt
Drttt
Swuzz
Slas
Slas
Seva menebas bawahan Martis satu persatu sambil berjalan masuk kedalam markas tersebut.
Seva menebas mereka semua tanpa pandang bulu, pria itu bagaikan pembunuh berdarah dingin saja.
Bawahan Seva juga mulai menyeruak masuk kedalam Markas. Namun, tiba-tiba beberapa bawahan Seva terhempas ke belakang hingga puluhan meter.
Argh!
Terdengar suara teriakan bawahan Seva yang terhempas, sontak saja membuat pria yang sedang menebas para bawahan Martis itu terkejut.
Seva bergegas menghampiri mereka yang terhempas. "Kalian fokus di belakang, biar aku yang masuk terlebih dahulu!" perintah Seva langsung.
"Baik tuan!" bawahan Seva fokus membunuh mereka yang ada di luar terlebih dahulu.
Seva melihat kedalam markas, keluar dua orang yang membawa senjata berupa tongkat besi dan sebuah rantai yang yang di ikat dengan bola besi berduri.
Tubuh kedua orang tersebut sangat kekar , wajahnya penuh dengan bekas jahitan, memberikan kesan menakutkan ketika melihat dua orang tersebut.
Seva mengernyitkan dahi saat melihat kedua orang itu yang tampak begitu santai sambil membawa senjata mereka menghampiri dirinya.
"Serangga-serangga pengganggu!" seru orang yang membawa tongkat besi.
"Kita langsung habisi saja dia!" seru rekannya.
Swuzz
__ADS_1
Pria yang memegang tongkat besi langsung melesat dengan sangat cepat.
Duak
Trang
Tongkat besi dan Katana Seva berbenturan, terdengar suara nyaring dua benda yang terbuat dari besi itu dan sedikit percikan api dari gesekan kedua senjata tersebut.
"Lumayan juga ternyata kau serangga," ucap pria pemegang tongkat besi.
Swuzz
Duarr
Bola berduri yang diikat dengan rantai hampir saja mengenai Seva, untung pria tersebut memiliki reflek yang sangat cepat.
Swuzz
Pria yang memegang tongkat besi kembali melesat ke arah Seva yang sedang melompat mundur.
"Matilah kau!" pria tersebut mengayunkan senjatanya dengan sangat kuat. Pria pemegang tongkat besi sangat yakin kalau Seva sudah tidak bisa menghindar lagi, karena ia menggunakan momen dimana Seva tidak bisa menghindar dengan pijakannya.
Akan tetapi Seva malah menyeringai, membuat pria pemegang tongkat besi mengernyitkan dahinya.
Swuzz
Pral
Seva melakukan tebasan layaknya samurai dari pinggangnya hingga sosok tersebut langsung terbelah menjadi dua, berikut dengan tongkat besinya.
Brug
Brug
Seva mendarat di tanah bersamaan dengan tubuh pria tersebut yang terbelah menjadi dua bagian.
Pria yang memegang rantai Bola berduri terkejut karena rekannya bisa di belah begitu saja seperti daging tanpa tulang.
"Brengsek!" Pria pemegang rantai bola berduri mengamuk, ia melemparkan bola berdurinya dengan cepat.
Duar
Duar
Terdengar ledakan demi ledakan saat bola berduri itu menghantam tanah karena Seva terus menghindarinya.
Pria itu semakin marah, ia terus melesatkan bola berdurinya sambil meraung marah.
Seva menghela napas, ia melesat dengan sangat cepat menebas rantai yang mengaitkan bola berduri, hingga bola berduri terlepas. Ia menggunakan tendangan yang sudah dilapisi tinju besi untuk mengembalikan bola berduri tersebut.
Swuzz
Duar!
Kepala pria itu langsung pecah seketika saat bola berduri miliknya menghantam kepalanya dengan sangat cepat, hingga ia tewas seketika.
Seva menatap pria tersebut dengan seringai tipis, ternyata mereka hanya memiliki otot saja, Seva pikir keduanya memiliki teknik beladiri.
Baru saja Seva bernapas lega, tiba-tiba puluhan tombak melesat ke arahnya, membuat pria itu reflek menghindar dengan sangat cepat.
Trang
Trang
Seva menangkis tombak-tombak tersebut dengan sangat cepat, pria itu sangat yakin kalau kali ini ada ahli beladiri yang ada di dalam.
Benar saja setelah tombak-tombak tersebut sudah ia tangkis semuanya, muncul seorang pria paruh baya sambil membawa tombak.
__ADS_1