System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Mengawali Rencana Baru


__ADS_3

Seva menghampiri Arlot dan yang lainnya dengan langkah kaki mantap dan tatapan yang masih tajam.


"Arlot, kau atur semuanya, jadikan mereka yang kompeten sebagai bawahan kalian untuk memimpin wilayah masing-masing! Jangan buat kecewa aku!" perintahnya dengan suara dingin.


"Bereskan juga tempat ini, perbaiki secepatnya!" sambungnya.


"Baik tuan!" jawab Arlot lugas.


Seva meninggalkan Arlot yang langsung mengurus semuanya, pria itu kembali ke Mansion dengan di sambut hangat Helen dan Luci.


Kedua wanita itu akan merangkul Seva tapi tidak berani, karena tampang pria itu terlihat masih sangat serius, jadi keduanya hanya mengikuti Seva dari belakang saja.


"Seva, apa rencana kamu selanjutnya? Kota Original sudah pasti akan menjadi wilayah kekuasaan mu, setelah Drake tewas, " tanya Helen dari belakang.


"Menurutmu, bagaimana baiknya?" Seva balik bertanya.


Pria itu duduk ketika sampai di ruang santai yang ada di mansion tersebut. Helen dan Luci juga duduk bersamanya.


"Jika kamu memang ingin menghancurkan Mafia diseluruh dunia, kenapa tidak kau hapuskan saja Sistem dunia bawah di sini?" ucapnya memastikan.


"Menghapuskan Sistem dunia bawah, maksudmu?" tanya Seva sambil mengerutkan kening.


Helen menghela napas. "Aku sebenarnya tidak tahu apa maksudmu dengan menghancurkan Mafia diseluruh dunia itu apa, karena menurutku itu akan mustahil dilakukan walaupun kamu sangat kuat, karena pada dasarnya sistem dunia bawah yang selalu bertransaksi barang ilegal itu akan tetap ada dan pasti akan tumbuh lagi jika kelak kau telah tiada. Namun, berbeda jika kamu mengubah Sistem dunia bawah, misalnya dengan menjadikan mereka berbisnis dengan benar, aku yakin perlahan tapi pasti pemikiran mereka juga akan berubah."


Seva memegang dagunya, ia berusaha mencerna maksud dari perkataan Helen yang menurutnya cukup masuk akal.


Pria itu menimbang-nimbang beberapa resiko yang akan dihadapinya jika menggunakan cara Helen.


"Bisnis yang paling menguntungkan di sini apa, Helen?" tanya Seva memastikan.


"Selain barang ilegal aku rasa tidak ada, tapi ada satu keluarga di sini yang berhasil bertahan dengan mengandalkan bisnis legal, mereka membuka Bisnis perhiasan," jawabnya yakin.


"Perhiasan? Dari mana mereka mendapatkan sumber dayanya?" tanyanya lagi.


"Sebelah selatan pulau ini terdapat tambang emas, karena tidak ada yang tertarik dengan bisnis tersebut keluarga Hans memanfaatkannya dan mereka bisa berhasil seperti sekarang," jawabnya yakin.


Seva menyunggingkan senyum. "Kamu telepon pemimpin keluarga Hans, panggil dia kemari untuk menemuiku, Helen!" perintahnya lembut.

__ADS_1


Helen menganggukkan kepalanya mengerti, pada dasarnya wanita itu juga sudah tahu tujuan Seva sebenarnya.


Mendengar penjelasan dari Luci dan sekarang dari Seva sendiri, ia sangat yakin Seva sebenarnya hanya dendam terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan , karena itulah pria tersebut ingin menghilangkan kelompok Mafia di dunia, jika tidak salah duga, Helen yakin kalau Seva ingin menghilangkan kekerasan di dunia impiannya.


Pemikiran Helen tidak salah sama sekali, karena pada dasarnya Seva ingin membuat dunia seperti itu, akan tetapi pria tersebut masih awam dengan dunia luar, sebab itulah perkataannya masih ambigu di telinga orang lain.


"Seva, apa kamu akan memulai sebuah bisnis?" tanya Luci lembut.


"Kalau itu bisa mewujudkan mimpi ku, kenapa tidak?" jawabnya yakin.


"Kalau begitu kamu harus membuat sebuah perusahaan," ucap Luci.


"Caranya?" tanya Seva polos.


Helen dan Luci saling menatap, mereka berdua menghela napas bersamaan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Walaupun prianya itu kuat, akan tetapi pengetahuannya tentang dunia luar memang sangatlah minim. Namun, mereka berdua sudah memiliki komitmen untuk membantu Seva menggapai impiannya, toh mereka juga akan merasakannya juga jika bisa terus bersama dengan Seva.


...***...


Sementara Seva mulai mengatur rencananya membangun sebuah bisnis dengan status sebagai pemimpin Mafia kota Original.


"Apa kamu yakin dengan informasi tersebut, Gyle?" tanya seorang pria santai pada bawahannya, sambil merangkul kedua wanita yang menemaninya.


"Informasi ini valid tuan Martis, Drake sudah terbunuh dan semua orang di Kota Original tahu kalau Darkness , Venom dan Hercules sudah bergabung dan berubah menjadi Sky!" jawabnya yakin.


"Menarik, aku ingin melihat orang seperti apa yang bisa membunuh sahabatku," ucapnya masih sangat santai.


Drake dan Martis memang memiliki ikatan tersendiri, bahkan mereka berdua di sebut Kakak, beradik oleh kelompok Mafia lainnya, Walaupun sikap Martis lebih tenang daripada Drake yang emosian.


Martis tidak terburu-buru sama sekali walaupun Drake sudah tewas, karena ia tahu lawannya bukanlah orang yang mudah di kalahkan mengingat ia mampu membunuh Drake.


"Gyle, kamu cari informasi lengkap tentangnya, jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun!" perintah Martis santai.


"Baik tuan! Saya mohon undur diri," jawab Gyle yang langsung pergi dari hadapan tuannya.


Martis kembali menikmati momennya bersenang-senang dengan dua wanita penghibur yang menemaninya.

__ADS_1


Pria itu menunggu hasil dari penyelidikan bawahannya sebelum ia akan menghadapi sosok yang telah menguasai kota Original.


...***...


Ke esokan harinya....


Seva baru bangun dari tidurnya, ia menoleh kanan dan kiri, kedua wanitanya sudah tidak ada di sampingnya.


"Akhirnya kau sudah bangun juga sayang, kemarilah, kami sudah membuatkan sebuah perusahaan untuk kamu," ucap Luci yang sedang berada didepan laptopnya.


Seva sambil mengucek matanya ia beranjak dari ranjangnya lalu berjalan ke arah Luci dengan tubuh polosnya.


Luci yang melihat itu mengernyitkan dahi. "Kenalan dulu pakaianmu ih...." tegurnya manja.


"Nanti sajalah, aku juga belum mandi," jawabnya santai lalu duduk disamping Luci.


Luci menghela napas, lalu ia menerangkan. "Namanya Sky Corporation, perusahaan ini bertempat di pusat kota Original, Helen sudah membelikan gedung tersebut untuk kamu, sekarang kamu hanya perlu menyuntikkan modal ke perusahaan," terang wanita itu.


"Berapa modalnya?" tanya Seva memastikan.


"Minimal seratus juta dolar Original mungkin cukup," jawabnya yakin.


Seva langsung sakit kepala, karena uangnya saja hanya ada 9 juta dolar Original saja, pria itu langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi.


Luci mengernyitkan dahi, setelah bertanya soal modal malah meninggalkannya begitu saja, membuatnya merasa kesal.


Di dalam kamar mandi Seva kebingungan, karena mana ada dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu, pria itu belum sadar kalau dirinya sudah menjadi penguasa Mafia Kota Original yang kekayaannya di luar nalar.


[ Tuan, anda belum mengocok Dadu hari ini, apakah anda akan mengocok?]


Tiba-tiba Sistem memberikan pemberitahuan, seketika wajah Seva langsung berbunga mendengarnya.


"Ya Kocok sekarang!" perintah Seva dengan semangat.


Sistem pun langsung menunjukkan layar hologram yang menunjukkan Dadu di kocok, pria itu terus berdoa agar mendapatkan hadiah berupa uang yang banyak.


Akhirnya Dadu berhenti setelah berputar lama barusan.

__ADS_1


[ Selamat, anda mendapatkan kemampuan Regenerasi! ]


Seva tertegun, padahal yang di inginkannya uang, tapi Sistem malah memberikannya kemampuan lagi, jelas saja pria itu sangat kecewa.


__ADS_2