System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Mengatakan Keinginan


__ADS_3

Ada puluhan orang yang berlatih dihalaman tersebut dan mereka semua masihlah sangat muda, mungkin hampir seumuran dengan Seva yang tertua di antara mereka.


Gyuri menyadari jika Seva berhenti mengikutinya dan menonton para pemuda keluarga Baliem yang sedang melakukan pelatihan.


"Mereka merupakan generasi kami selanjutnya tuan Adelray, semua anak dari keluarga Baliem memang diwajibkan untuk ikut pelatihan ini seminggu dua kali," ucap Gyuri menjelaskan.


Seva menghela napas. "Kalian benar-benar beruntung bisa memiliki rumah yang hangat."


Seva tidak perduli dengan pelatihan tersebut yang ia pedulikan bagaimana mereka memiliki kebersamaan, hal itulah yang membuatnya sedikit iri. Karena dari dulu ia tidak pernah memiliki tempat yang benar-benar nyaman.


Gyuri tidak tahu apa maksud Seva, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut dan mengajaknya masuk ke dalam bangunan utama kediaman keluarga Baliem.


Seva berjalan sambil memerhatikan mereka semua, tampak wajah para pemuda itu sangat serius dalam melakukan pelatihan, itu membuktikan kalau mereka bangga menjadi bagian dari keluarga Baliem.


"Tuan Adelray silahkan," Gyuri mempersilahkan Seva masuk kedalam bangunan tersebut terlebih dahulu.


Seva mengangguk mengerti. Ia masuk terlebih dahulu, terlihat Aula rumah tersebut sangatlah luas, bahkan hampir tidak ada sekat di lantai pertama hanya ada tiang-tiang penyangga bangunan.


Di ujung Aula tampak ada beberapa pria sepuh dan paruh baya yang sedang berkumpul menunggu kedatangan Seva. Karena Gyuri sudah memberitahu mereka kalau Seva akan datang.


Gyuri mengajak Seva menghampiri mereka semua yang sudah menunggunya.


"Sesepuh, beliau tuan Adelray, orang yang saya maksud," ucap Gyuri memperkenalkan Seva.


Swuzz


Tiba-tiba salah satu dari mereka melesat dengan cepat ke arah Seva. Gyuri melompat menjauh dari sana, sementara Seva diam ditempat.


Duak


Sebuah tinju besi ditangkap oleh Seva dengan mudahnya, padahal gerakan orang itu sangatlah cepat.


Para pria sepuh yang melihat Ayah Gyuri langsung melakukan serangan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa aku dibawa kemari untuk melwan kalian semua?" tanya Seva dengan suara dingin.

__ADS_1


"Cih, jangan sombong kau anak muda, melawanku saja kau akan kalah!" ujar Ayah Gyuri sombong.


Swus


Kaki Ayah Gyuri melakukan tendangan memutar, tangannya yang di cengkram Seva terlepas karena gerakan putarannya sangat cepat.


Akan tetapi Seva tidak takut sama sekali, ia tiba-tiba menghilang dari hadapan Ayah Gyuri membuat pria paruh baya itu terkejut.


Duak


Swuzzz


Bruak


Ayah Gyuri terhempas puluhan meter kedepan ketika Seva memukulnya dari belakang, hingga menabrak tiang penyangga sangat keras.


Ayah Gyuri langsung bangkit kembali, dia akan melesat ke arah Seva. Namun, tiba-tiba muntah darah.


Hoek


"Siapa selanjutnya? Atau kalian ingin maju bersama?" Seva mengeluarkan pedang birunya, pedang yang dapat menebas apa pun.


Semua pria paruh baya berdiri, mereka merupakan para petinggi keluarga Baliem, tentu tidak akan tinggal diam begitu saja di ejek seorang anak muda.


"Sudah cukup!" ucap salah satu Pria sepuh yang merupakan tetua keluarga Baliem.


"Anak muda duduklah, aku sudah mendengar tentangmu dari Gyuri," sambungnya berbicara kepada Seva.


Seva bergeming, ia tidak mau duduk sama sekali, karena sudah terlanjur mengeluarkan pedangnya, jikapun harus melawan mereka semua ia tidak takut sama sekali.


Tetua keluarga Baliem menghela napas. "Kalian semua duduklah! Apa kalian ingin melihat keluarga Baliem dibantai olehnya!" tegur pria sepuh dengan tegas.


Sontak saja Pria paruh baya yang berdiri terkejut dengan pernyataan tetua mereka, karena tidak biasanya pria sepuh itu takut dengan seseorang.


Dari kata-kata pria sepuh tersebut sudah jelas kalau ia terlihat cukup cemas, tapi para pria paruh baya tidak menyadari ada bahaya didepannya.

__ADS_1


"Dengarkan kami, pemuda ini bukanlah lawan kalian, kami juga mungkin tidak bisa mengalahkannya," ucap pria sepuh lainnya


Pria paruh baya menatap Seva yang sedang memegang pedangnya, mereka menelan ludah seketika lalu kembali duduk.


Gyuri mendekat ke arah Seva, ia membungkuk hormat. "Maafkan atas kelancangan Ayah saya tuan, beliau hanya ingin mempertahankan martabatnya sebagai seorang Ayah."


Clap


Seva menancapkan pedangnya didepan, ia lalu duduk bersila menatap mereka semua dengan dingin.


"Jika bukan karena Gyuri, mungkin aku sudah membunuh kalian semua!" ujarnya Seva dengan suara lantang.


Pria sepuh tersenyum. "Terima kasih atas belas kasihan anda, mari kita perbaiki pembicaraan ini," jawabnya bijaksana.


Seva menganggukkan kepalanya, karena ia juga butuh orang-orang yang kuat. Pria itu melupakan kecerobohan Ayah Gyuri, lagi pula perkataan Gyuri ada benarnya jika seorang Ayah pasti tidak suka melihat anaknya kalah oleh orang yang lebih muda darinya.


"Tuan Adelray, saya sebagai tetua keluarga Baliem mengakui anda, walaupun masih muda anda layak mendapatkan pujian karena mampu menguasai teknik beladiri dari berbagai aliran, tapi sebelum kami bekerjasama dengan anda, bolehkan kami tahu rencana anda kedepannya?" tanya pria sepuh itu sopan.


"Rencana ku tentang apa, kekayaan atau wanita?" tanya Seva polos.


Pria sepuh tersenyum. "Ambisi anda, bukankah status anda sekarang seorang mafia? Apakah anda akan menggunakan kami sebagai tameng?"


"Tameng? Apa aku terlihat seperti orang rendahan seperti itu? Tampaknya kalian terlalu memandang rendah diriku, kalau hanya sekedar tameng, aku bisa mencari bawahan dengan uang, bukan orang yang benar-benar dapat di andalkan!" jawabnya mantap.


"Lantas, jika kami bekerjasama sama dengan anda, bagaimana posisi kami dan apa yang akan di lakukan kami untuk anda?" cecar pria sepuh.


"Menjadi bawahan ku untuk menguasai seluruh dunia, aku ingin menghapus seluruh Mafia yang ada di dunia, agar tidak ada lagi sampah masyarakat seperti mereka! Apakah itu cukup untuk membuat kalian tertarik?" jawabnya lugas.


Seketika tempat tersebut hening, pasalnya Seva saja seorang Mafia dan dia ingin menghapus keberadaan seluruh Mafia, hal itu benar-benar tidak bisa dicerna oleh para petinggi keluarga Baliem.


Mereka saling menatap satu sama lain, seolah bertanya melalui tatapan, akan tetapi tidak ada yang tahu maksud dari pernyataan Seva.


Gyuri yang menyadari hal tersebut buka suara. "Simpelnya tuan Adelray hanya pura-pura menjadi Mafia terlebih dahulu, agar mereka yang hidup didunia gelap takut padanya, setelah semuanya sudah terwujud baru beliau akan bergerak ke tahap selanjutnya."


Para petinggi keluarga Baliem terkejut, mereka tidak pernah menyangka jika akan ada orang yang pemikirannya seperti Seva.

__ADS_1


__ADS_2