System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Mata Malam


__ADS_3

Di dalam kamar mandi Seva mendapatkan pemberitahuan dari Sistem.


[Tuan, apakah anda akan mengocok Dadu?]


"Ya, lakukanlah ...," jawabnya singkat.


Sistem langsung menampilkan layar dimana Dadu sedang di kocok lalu dilemparkan.


[Selamat Anda mendapatkan kemampuan Mata Malam!]


Seva mengernyitkan dahi saat mendapatkan kemampuan tersebut. Namun, sesaat kemudian matanya terasa dicolok oleh sesuatu.


Argh!


Teriak Seva kesakitan, pria itu langsung terjatuh di lantai kamar mandi.


Helen yang sedang bermeditasi mendengar hal tersebut, ia segera menghampiri Seva. "Sayang kamu kenapa?" tanyanya sambil menggedor-gedor pintu.


"A-Aku tidak apa-apa," sahut Seva sembari menahan rasa sakitnya.


"Kenapa berteriak?" tanya Helen lagi.


Seva menggertakkan giginya didalam sambil menahan perubahan matanya yang teramat sakit "Mataku ke colok!"


Mendengar jawaban Seva Helen mengerutkan keningnya, mana ada orang dewasa di kamar mandi matanya ke colok.


Helen hanya bisa menunggu Seva didepan pintu dengan sedikit cemas, pasalnya dari suara Seva terdengar menahan rasa sakit.


Sementara itu didalam kamar mandi, mata Seva yang tadinya hancur mulai beregenerasi dan berubah warna menjadi biru.


Pria itu terengah-engah, walaupun tubuhnya sudah mengalami banyak perubahan, ternyata ia masih bisa merasakan sakit yang sangat luar biasa.


[Pemasangan Mata Malam berhasil!]


[ Status ]


Sistem Kocok Dadu Evolusi 1

__ADS_1


Nama : Seva Adelray


Umur : 24 tahun


Tinggi: 176 cm


Berat : 66 Kg


Tubuh : Manusia Unik


Kemampuan : menggunakan senjata Api berbagai jenis / Beladiri Kuno / Fisik Kuat / Ahli Medis / Regenerasi/ Kebal Racun / Penyamaran / Mata Malam /


Penyimpanan dimensi : Katana / Basoka / Pistol /


Toko Sistem :


Berbagai jenis senjata ( Klik )


Berbagai Obat Langka ( Klik )


Kemampuan Langka ( Klik )


Harga barang toko Sistem semakin mahal kualitasnya semakin baik.]


Seva menghela napas lega, ia beranjak berdiri lalu membasuh mukanya. Terlihat pupil matanya berubah warna.


"Kemampuan apa lagi ini," gumamnya lirih.


Seva keluar dari kamar mandi, ia terkejut saat melihat Helen tidak mengenakan sehelai benangpun.


"Aku ada kerjaan, jangan sekarang Helen, pakailah bajumu kembali," ucapnya tidak berdaya.


Helen mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu? Aku memakai baju," jawabnya bingung.


Seva menghela napas. "Helen, sudah jelas-jelas kamu tidak memakai baju, ayo pakai bajumu dulu."


Helen jelas saja semakin bingung saat Seva menariknya lalu menyelimuti wanita itu membawanya ke kamar atas dengan menggendongnya.

__ADS_1


Saat sampai dikamar atas, Sintia dan Silvia kebetulan juga akan turun ke bawah. Seva seketika tertegun saat melihat keduanya tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Kalian semua sudah gila yah?!" tanya Seva dengan suara lantang sambil menurunkan Helen yang di balut selimut.


Seva berusaha tidak melihat tubuh telanjang Sintia dan Silvia, pria itu bergegas turun ke bawah.


Jelas saja hal tersebut membuat ketiga wanita itu bingung, apa lagi Helen yang sudah di lilit Selimut.


"Kenapa dengan Seva Nona Helen?" tanya Sintia penasaran.


Helen menggelengkan kepalanya. "Entahlah, sepertinya otak dia sedang eror, lihatlah aku di selimuti begini, katanya aku telanjang," jawabnya bingung.


Sintia dan Silvia saling menatap, mereka juga ikut bingung dengan sikap Seva yang tiba-tiba aneh tersebut.


Sementara itu Seva di kamarnya sedang mondar-mandir tidak jelas sambil mengacak rambutnya.


"Gila, apa mereka semua sudah tidak punya malu? Padahal aku berusaha menjaga martabatnya," gerutu Seva kesal.


[ Tuan, mata anda terlalu fokus dengan isi rumah ini, karena itulah anda bisa melihat tubuh telanjang mereka dengan mata malam.]


"Makanya, aku juga ti ...."


Seva baru menyadari pemberitahuan Sistem, ia seketika berhenti berbicara.


"Tunggu dulu, apa maksudmu Sistem?" tanya Seva penasaran.


[Tuan, Mata Malam dapat melihat menembus dinding beton atau bahkan baja sekalipun jika pandangan anda fokus pada satu titik, begitu juga dengan tubuh manusia, anda dapat melihat keseluruhannya. Namun, karena anda selama ini fokus dengan ke empat wanita yang bersama anda, sebab itulah bisa melihat tubuh telanjang mereka.]


"Hah!" rahang Seva melebar, ia tidak menyangka ternyata kemampuan yang sangat di inginkan Colikiawan itu benar-benar ada.


Tidak bisa di bayangkan jika kemampuan tersebut di miliki cucu Kakek Sugiono, yang ada semua wanita di sekitarnya akan ternodai.


Seva tersenyum getir, ia duduk di ranjang dengan tidak berdaya. Pria itu menghirup napas dalam-dalam lalu membuangnya.


"Sistem, apa yang harus aku lakukan agar kemampuan Mata Malam ini tidak aktif?" tanyanya memastikan.


[Tenang saja tuan, sama seperti kemampuan lainnya anda juga nanti mulai terbiasa dengan kemampuan ini dan bisa menggunakannya hanya dalam keperluan saja.]

__ADS_1


Seva menghela napas lega. "Syukurlah kalau begitu."


Pria itu mengambil ponselnya, menelpon Gyuri agar menjemputnya untuk mengantar dia ke Markas ke dua dimana Roni berada. Karena hari ini ia akan pergi ke tempat Martis berada.


__ADS_2