System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Rencana Selanjutnya


__ADS_3

Seva mencari tempat duduk, lalu duduk di sana dengan di temani Levi dan beberapa bawahan kepercayaannya.


"Levi, apa kamu mengenal kelompok kecil seperti kalian? Aku ingin merekrut lebih banyak orang lagi," ucapnya sambil memegang dagu.


"Kebetulan sekali tuan, saya juga mau memberikan saran itu kepada anda," ucapnya sambil tersenyum.


Seva mengulas sebuah senyum. "Ternyata kamu cerdas juga, cepat hubungi mereka, agar bergabung dengan kita."


"Dimengerti tuan!" jawab pria paruh baya itu bersemangat.


Levi menjauh dari Seva, ia segera menghubungi kelompok-kelompok pinggiran yang dekat dengannya. Pria paruh baya itu menjelaskan semuanya dengan detail, bagaimana Seva menguasai Markas bawahan Martis yang dekat dengan wilayahnya.


Awalnya Levi terlihat sulit menjelaskan ke mereka, karena tentu saja kelompok seperti itu tidak akan percaya jika gangster sekelas Levi bisa menundukkan bawahan Mafia sekelas Martis.


Hingga akhirnya Levi melakukan Video Call, ketika melihat Levi benar-benar ada di markas bawahan Martis, terdengar orang di seberang telepon terkejut dan langsung percaya, mereka pun berjanji akan segera datang.


Pria paruh baya itu menelpon tiga kelompok sekaligus, walaupun jumlahnya sedikit, setidaknya akan menambah kekuatan mereka dengan persenjataan yang lengkap.


Sementara itu Seva menelpon Arlot yang ada di Original.


"Halo tuan Adelray," sapa Arlot di seberang telepon.


"Arlot, aku sudah menguasai satu markas di South Land, kamu kirim lima puluh orang ke sini untuk membantu kami, secepatnya!" perintah Seva langsung.


"Lima puluh orang? Bukannya itu terlalu sedikit tuan?" jawabnya lagi diseberang telepon.


"Tidak, itu sudah lebih dari cukup, aku juga menemukan orang-orang baru di sini, kamu tidak perlu khawatir."

__ADS_1


Terdengar Arlot menghela napas diseberang telepon. "Baik tuan."


Seva mematikan ponselnya, kini dia hanya tinggal mengincar markas bawahan Martis lainnya, ia sesegera mungkin membuat rencana dengan Levi dan bawahannya.


Orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di kelompok Levi ikut dalam pembentukan rencana tersebut.


Satu bawahan Levi membuka peta South Land, kemudian menandai semua Markas yang mereka tahu dengan tanda silang merah dan kediaman Martis ada dimana.


"Banyak sekali markas mereka," celetuk Seva saat melihat ada lebih dari sepuluh tanda silang merah.


Levi tersenyum getir. "Begitulah tuan, alangkah baiknya jika anda ingin menguasai semua markas, jangan membunuh para bawahannya, tarik saja mereka agar bergabung dengan kita," ucapnya memberikan saran.


"Boleh juga ide kamu, tapi apa mereka tidak akan berhianat?" tanya Seva memastikan.


"Tuan, yang kita ambil mereka para bawahan terendah, sementara mereka yang memiliki kedudukan tinggi jangan di biarkan," jawab Levi.


Levi dan bawahannya mengangguk mengerti, salah satu dari mereka membuka laptop, menunjukkan wilayah tersebut, agar bisa membuat rencana yang lebih detail.


Seva tersenyum penuh arti, ternyata Levi dan bawahannya cukup handal dalam melakukan strategi penyerangan.


"Baiklah, cukup sampai di sini saja, kalian kumpulkan mereka yang akan ikut dan jelaskan rencananya, aku akan pergi jalan-jalan sebentar," Seva beranjak dari duduknya lalu pergi dari tempat tersebut.


Levi dan bawahannya hanya menganggukkan kepala, mereka tidak berani sama sekali membantah perkataan bosnya tersebut.


Seva keluar menggunakan mobil Levi untuk melihat-lihat wilayah sekitar, sekaligus ingin tahu bagaimana kehidupan di South Land.


Kehidupan di sana sama saja seperti kota-kota pada umumnya, orang-orang juga tampak cuek dengan keberadaan Mafia, apa lagi markas para Mafia sedikit jauh dari keramaian kota.

__ADS_1


"Kehidupan yang damai, walaupun ada banyak dari mereka yang tidak mengetahui keberadaan para Mafia, tapi aku yakin, separuh dari mereka mengetahui keberadaannya, hanya saja mereka tidak mengambil pusing," gumamnya lirih sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang di kota tersebut.


[Bukankah itu sudah hal yang wajar tuan, mengingat mereka yang mengetahui keberadaan Mafia juga bisa apa?]


Sistem tiba-tiba menyahut perkataan Seva, membuat pria itu sedikit kaget.


"Kamu ini, main jawab saja, membuat aku kaget," ucapnya sambil menghela napas.


[Maaf tuan, saya hanya ingin menemani anda.]


Seva menghela napas. "Jadi, apa kamu hanya bisa memberiku hadiah tanpa melakukan apa pun?"


[Bisa di bilang Ya dan tidak tuan.]


Seva mengernyitkan dahi. "Maksud kamu?" tanyanya memastikan.


[Tuan, semakin tinggi level saya, maka kemungkinan saya untuk bisa membantu anda secara nyata akan terbuka lebar, untuk saat ini saya hanya bisa menjawab beberapa pertanyaan saja untuk anda dan memberikan hadiah.]


Seva tidak tahu maksud dari Sistem, akan tetapi dari kata-kata Sistem merujuk pada membantunya secara nyata itu mungkin bisa di artikan dengan sebuah tindakan. Pria itu berpikir kalau Sistem mungkin bisa membantunya nanti.


Seva menghela napas. "Menunggu saat itu tiba, aku harap kamu tidak akan semakin mempersulit ku," ucapnya tidak berdaya.


[Tuan, saya tidak pernah mempersulit anda, hanya saja anda yang sering mempersulit diri sendiri.]


Mendengar jawaban Sistem membuat Seva tidak tahu harus tertawa atau menangis, tapi faktanya Sistem memang benar, jika dia tidak berkeinginan untuk menaklukkan dunia gelap, tentu saja dirinya akan hidup dengan tenang mendapatkan bantuan dari Sistem.


Seva tidak bertanya lagi, ketika mobilnya sampai di sebuah pusat kota, pria itu memarkirkan mobilnya disebuah kafe yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2