System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Rencana di atas Rencana


__ADS_3

Helen yang melihat Luci begitu memperhatikan Seva, wanita itu menggeleng-gelengkan kepala sambil menggigit rotinya.


"Sayang, karena semalam gak di kasih jatah, Luci jadi pengen banget itu," celetuk Helen menggoda Luci.


"Eh... Apaan kamu Helen, kalau bicara jangan asal. Gak gitu sayang...." Luci menggembungkan pipinya kesal dengan Helen.


Seva tersenyum simpul, ia menarik Luci hingga wanita itu duduk di pangkuannya. wanita itu sedikit terkejut ketika prianya melakukan itu.


"Apa benar itu, apa kamu mau sekarang, di sini?" Seva juga ikut menggoda Luci.


"Eh...." Luci membelalakan mata lebar, wanita itu tidak menyangka kalau Seva akan mengatakan hal tersebut, membuatnya tersipu malu.


"Kalau kamu mau boleh, tapi jangan di sini," ucapnya malu-malu.


"Aku maunya di sini, Ayo sekarang," Seva semakin menggoda Luci dengan menaikkan gaun yang dikenakannya.


"Sayang jangan di sini ih, malu...." Luci merengek manja.


Sean tersenyum, ia melepaskan tangannya dari gaun Luci. "Aku cuma bercanda, lagi pula aku juga mau bertemu dengan Arlot."


"Ih... kamu ini yah," Luci menggigit kecil bahu Seva karena gemas.


Seva menyuruh Luci untuk kembali ketempat duduknya, mereka bertiga kembali menikmati sarapan mereka, ketegangan semalam sudah tidak terlihat lagi diantara mereka.

__ADS_1


"Helen, apa kamu mengenal orang yang bernama Sebastian dari South land?" tanya Seva sambil menggigit rotinya.


Helen menganggukkan kepala. "Kenal, kenapa memangnya dengan pria tua itu?"


"Kemarin aku bertemu dengannya, dan dia katanya akan membantuku untuk memulai bisnis, bagaimana menurutmu tentang dia?" tanya Seva memastikan.


Helen mengernyitkan dahi. "Dia sebenarnya orang yang kompeten, akan tetapi itu berlaku jika Sebastian sudah mengakui orang yang di ajak kerjasama dengannya. Lebih baik kamu hati-hati dengannya, dia dekat dengan Martis, penguasa Mafia South land," jawabnya mengingatkan.


"Martis, siapa lagi dia?" tanya Seva lagi.


Helen menghela napas. "Nampaknya kamu harus belajar mengetahui siapa saja nama-nama Mafia besar di dunia, Martis salah satu dari mereka dan dia dekat dengan Drake, itulah kenapa aku menyuruh kamu hati-hati dengan Sebastian."


"Ada juga ternyata hubungan seperti itu, terima kasih atas informasinya," jawab Seva dengan santai.


Padahal yang tidak diketahui Helen, Seva sebenarnya pura-pura santai, karena ia tidak ingin dipandang rendah lagi, ditambah ambisinya yang mengharuskannya menjadi sosok yang lebih tegas lagi.


...***...


Sementara itu ditempat menginapnya Gyle, bawahan Martis berada, pria tersebut baru keluar dari kamarnya.


"Ternyata kamu juga datang untuk menyelidikinya Gyle," tiba-tiba terdengar seseorang yang menegur Gyle.


Sontak pria itu langsung menoleh, Gyle mengerutkan kening ketika melihat orang yang dikenalnya tersebut.

__ADS_1


Mereka saling beradu pandang satu sama lain, sebelum akhirnya Gyle buka suara. "Mau apa kau datang kemari Sebastian? Bukankah hubunganmu dengan Drake sudah tidak ada?!" tanyanya dengan suara dingin.


Sebastian mendekat ke arah Gyle bersama dengan dua pengawalnya, ia mengulas sebuah senyum.


"Aku mungkin tidak memiliki hubungan lagi dengan Drake, tapi aku memiliki hubungan dengan pemimpin Original yang baru," jawabnya santai.


"Sudah kuduga, pria tua licik seperti mu pasti diam-diam akan menusuk kami dari belakang! Dengar baik-baik Sebastian, jika kau bertindak menghianati kami, bisa aku pastikan seluruh bisnismu di South land akan hancur!" hardik Gyle.


"Hahaha... kamu pikir aku takut? Biar aku beritahu kamu satu hal, siapa orang yang sedang kamu coba korek indentitasnya tersebut."


Sebastian mendekat ke arah telinga Gyle. "Seva Adelray, sosok yang identitasnya tidak bisa dilacak oleh siapapun, walaupun aku sudah menggunakan Hacker terbaikku, kamu tahu apa artinya itu Gyle?"


Pria tua tersenyum simpul setelah mengatakan itu. Gyle tampak tertegun ditempatnya setelah mendengar perkataan Sebastian.


Sebastian berjalan meninggalkan Gyle, sebelum pergi ia berbicara lagi. "Oh iya satu lagi, tuan Seva Adelray sudah mengobrol denganku, dia bilang akan menjadi pemimpin seluruh Mafia di dunia, kemungkinan Martis juga sedang di incar olehnya, hati-hatilah Gyle."


Seketika Gyle tersentak mendengar informasi dari Sebastian. Pria tua itu meninggalkan Gyle yang pikirannya penuh dengan pertanyaan.


"Sial, aku harus menghubungi tuan sekarang!" gumam Gyle khawatir.


Gyle panik karena ia tahu kalau Sebastian memiliki bawahan salah satu Hacker terbaik dunia, jika Hacker nya saja tidak bisa menembus data-data Seva, bisa dipastikan kalau sosok tersebut bukanlah orang biasa, karena itulah Gyle langsung khawatir terhadap tuannya.


Sementara itu Sebastian yang sedang naik Lift tersenyum penuh arti saat melihat Gyle langsung mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


"Bertarung Lah kalian satu sama lain hingga ada salah satu yang kalah, dengan begitu aku bisa menguasai salah satu wilayah bekas mereka dengan mudah," ucap Sebastian dengan seringai jahat diwajahnya.


__ADS_2