
Gyuri Baliem, tanpa sepengetahuan Munzar Larkin, asistennya merupakan keturunan langsung dari keluarga Baliem.
Keluarga Baliem ahli menggunakan teknik Tinju Besi dan reflek cepat, akan tetapi mereka tidak menonjolkan kekuatannya karena memang tidak di anjurkan oleh keluarga, kekuatan tersebut hanya boleh di gunakan saat dalam keadaan darurat saja.
Seva yang sebelumnya tidak pernah bepergian jauh, tentu ia tidak tahu sama sekali jika semua teknik beladiri di dunia merupakan warisan dari keluarga pencetusnya.
Mereka yang asli dari keturunan tersebut, tentu sangat ahli menggunakan kemampuan yang orang awam kira itu hanyalah teknik biasa. Namun, nyatanya teknik tersebut akan sangat kuat jika di gunakan ahlinya, bukan hanya sekedar untuk gaya-gayaan saja.
...***...
Gyuri meregangkan urat-uratnya, tampak tangannya langsung berubah seperti milik Seva, sorot matanya juga sangat tajam, ia benar-benar fokus menggunakan teknik tersebut.
"Tidak akan ku biarkan kau main-main dengan teknik keluargaku!" raungnya marah lalu melesat dengan cepat ke arah Seva.
Swuzz
Duak!
Tinju keduanya bertemu, hembusan angin benturan dua tinju tersebut, membuat Arlot dan semua bawahan Seva yang melihatnya seolah akan terhempas.
Arlot menatap tidak percaya hal tersebut, sekarang ia tahu kenapa Seva menyuruhnya untuk menurunkan pistol, karena ternyata orang tersebut memiliki kekuatan mengerikan.
Gyuri terkejut saat pukulannya ditahan oleh Seva dengan mudah, apa lagi kuda-kuda Seva tidak menunjukkan kalau pria itu serius menggunakan teknik tersebut.
"Asal kamu tahu saja, aku bukanlah lawan yang mudah bagimu, tunjukan semua kemampuanmu," ucap Seva sambil menyeringai.
"Kau..." Gyuri menggertakkan giginya, ia lalu menggunakan seribu tinju besi.
Swut
Swut
Duak ... Duak ....
Seva juga melakukan hal yang sama dengan Gyuri, suara sahut-sahutan tinju besi yang begitu cepat membuat semua yang melihatnya tercengang.
Gyuri mulai merasa heran dengan Seva, karena pria tersebut tampak masih begitu santai, tanpa tertekan sama sekali, padahal menggunakan teknik tersebut butuh fokus yang dalam.
__ADS_1
"Jangan melamun!" teriak Seva menggunakan teknik tendangan berputar yang sudah di balut dengan teknik tinju besi.
Swuzz
Duak ... Duaar!
Gyuri terhempas hingga menabrak dinding sampai retak, bawahan Seva yang hampir terkena tubuh Gyuri jatuh terduduk dengan keringat dingin bercucuran, lalu bergegas berlari pergi dari sana.
Seva mengangkat kakinya ke atas, pria itu tersenyum penuh arti, karena lawannya cukup kuat.
Gyuri beranjak dari tempat terjatuh, ia menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya, tatapan pria itu menunjukkan rasa tidak percaya kalau Seva begitu mahir menggunakan teknik keluarganya.
"Bagaimana mungkin? Dia bisa menggunakan tinju besi ke seluruh tubuhnya, siapa sebenarnya orang ini?" gumam Gyuri dalam hati.
Swuzz
"Apa cuma ini kemampuanmu?!" raung Seva yang tiba-tiba sudah berada didepan Gyuri siap menyerang.
"Cepat sekali!" ucap Gyuri yang langsung bertahan.
Duak ... Duak ... Duak!
Gyuri tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa terus bertahan, karena Seva tidak membiarkannya menyerang sama sekali.
Swuzz
Duak ... Duar!
Gyuri lengah karena terlalu fokus dengan tinju Seva, pria itu kembali menabrak dinding dengan sangat keras.
Hoek
Brug
Gyuri memuntahkan seteguk darah lalu ambruk di lantai, pria itu melihat Seva yang terdengar mendekatinya.
Seva menginjak dada Gyuri. "Sekarang bagaimana? Apa masih mau lanjut?" tanya pria itu sambil menyeringai.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya kau?" tanya Gyuri dengan suara parau.
"Aku? Orang yang akan memimpin dunia ini," jawabnya santai.
Gyuri tidak tahu apa maksud dari perkataan Seva, tapi ia sadar kalau dirinya sudah kalah, pria itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menyerah.
"Jadilah bawahanku, aku akan memberitahu kamu semua keinginanku dimasa depan, percayalah kamu akan menyukainya," ucap Seva lagi sambil mengangkat kakinya dari dada Gyuri.
"Kenapa kamu sangat yakin bisa memimpin dunia? Sementara banyak sekali orang-orang kuat di luar sana?" tanya Gyuri sambil berusaha untuk duduk.
"Karena aku akan membuat mereka tunduk, jika melawan maka akan ku bunuh!" jawabnya dengan suara dingin.
Gyuri menelan ludah, ia yakin kalau orang dihadapannya itu bukanlah manusia, tampak sangat jelas kekuatannya di luar nalar.
Pria itu sangat yakin bahkan pemimpin keluarganya saja tidak akan bisa mengalahkan Seva.
"Tuan, saya mau menjadi bawahan anda, tapi maukah anda menceritakan mimpi anda pada pemimpin keluargaku juga, saya yakin jika rencana anda sesuai dengan harapan mereka, semuanya pasti akan membantu anda," ucap Gyuri serius.
Seva menatap Gyuri dengan serius, ia tidak menyangka jika akan ada banyak orang seperti Gyuri, tentu saja Seva langsung setuju, lagi pula ia yakin kalau niatnya untuk merubah pandangan dunia akan di sukai banyak orang.
"Baik, aku akan menemui keluargamu nanti, setelah aku menaklukan kota selanjutnya," jawabnya yakin.
Gyuri mengangguk mengerti, ia tidak keberatan sama sekali untuk menunggu.
Ke empat wanita yang di lantai atas turun saat mendengar suara ledakan yang di akibatkan benturan tubuh Gyuri.
"Sayang, ada apa?" Luci bergegas menghampiri Seva.
"Tidak ada apa-apa, kami hanya sedang berlatih, kenapa kalian turun?" tanya Seva ketika melihat semua wanita turun.
"Kami khawatir denganmu," jawab Luci manja.
Seva menghela napas. "Kamu ini selalu saja begini, sudah naik lagi, nanti aku nyusul," perintahnya lembut.
"Baiklah," jawab Luci yang langsung mengajak Helen dan kedua wanita lainnya naik ke lantai atas.
Seva menyuruh Munzar untuk pulang bersama dengan Gyuri, agar pria itu mendapatkan perawatan.
__ADS_1
Sementara Arlot dan yang lainnya agar tetap waspada dengan musuh. Setelah itu baru dia naik ke atas menyusul Helen dan Luci.