
Bergabungnya Roni dengan kelompok Mafia Sky membuat perampasan markas wilayah kekuasaan Martis tidak diketahui oleh mantan bosnya itu.
Roni juga membeberkan semuanya kepada Seva yang kini telah menjadi bos barunya.
Malam harinya Arlot datang ke markas kedua yang di kuasai Seva, tentu dua wanita Seva ikut, walaupun Arlot sebenar sudah melarang mereka untuk ikut.
"Nona Luci, Helen, selamat datang," sapa Levi sopan.
"Kau tidak menyapaku juga?" tegur Arlot yang merasa terasingkan.
"Eh ... selamat datang tuan Arlot," Levi langsung menyapa Arlot seketika.
"Oh ... jadi sekarang kamu juga mau dihormati seperti Seva? Apa sebenarnya kamu ingin menjadi bos besar juga Arlot?" tanya Helen sinis.
Arlot langsung berkeringat dingin. "Ti-Tidak, tentu tidak Nona, Tuan Adelray bos saya, mana berani saya melakukan itu," jawabnya ketakutan.
"Terus yang tadi itu apa?" Helen masih menggoda Arlot.
Wajah bawahan pertama Seva itu menjadi jelek, ia tidak bisa berkata-kata jika berbicara dengan kedua wanita Seva.
Luci yang melihat itu terkikik geli, karena Helen memang senang sekali menggoda Arlot.
"Kamu ini jangan dengarkan Helen, dia hanya menggoda mu, ayo kita ke atas," ajak Luci yang bergegas pergi ke atas.
Helen menyeringai ke arah Arlot mengejar saudarinya itu, sementara Arlot hanya bisa menghela napas berat lalu mengikuti Helen dan Luci.
Levi dan rekan-rekannya menahan tawa melihat Arlot yang dipermainkan kedua wanita Seva.
Perbedaan kelompok Mafia yang dibuat Seva sangatlah kentara, sekarang mereka bisa bercanda satu sama lain, tidak ada kata tersinggung atau apa, karena Seva mengintruksikan mereka agar saling menghargai satu sama Leon selagi mereka semua menjadi bawahannya.
Walaupun masih ada kesenjangan status, tapi setidaknya tidak ada yang namanya pesuruh atau apa, sebab Seva melarang hal tersebut.
Seva dan Roni masih berbincang dengan di temani wanita penghibur, tampak terlihat Roni sudah mulai mabuk, sementara Seva masih biasa saja.
"Tuan Adelray, jujur saya terkejut karena anda tiba-tiba muncul dan bisa membuat gebrakan seperti ini," ucap Roni dengan suara tidak jelas.
Seva hanya tersenyum mendengar Roni yang sedari tadi sudah bicara kemana-mana.
__ADS_1
Wanita penghibur ada yang memijat bahu Seva, walaupun mereka semuanya cantik-cantik, akan tetapi Seva tidak tertarik sama sekali.
"Pantas tadi kami dilarang ke sini, ternyata di sini banyak wanita cantik," ucap Helen yang tiba-tiba duduk dipangkuan Seva.
"Mentang-mentang banyak wanita cantik lupa sama kami," Luci duduk disebelah Seva mengusir wanita penghibur yang sedari tadi menemani pria itu.
Seva mengernyitkan dahi. "Bukankah sudah aku bang tunggu di sana saja, besok aku juga menemui kalian."
"Tidak mau, sudah berapa hari kamu tidak memberi jatah ke kami," jawab Helen manja.
"Iya, kami juga butuh kasih sayang kamu," timpal Luci.
Seva menghela napas. " Dasar kalian ini," ucapnya tidak berdaya.
"Arlot, kamu temani Roni, sekaligus akrabkan diri dengannya, karena kalian berdua akan menjadi partner," perintah Seva sambil membopong Helen ke kamar, di ikuti oleh Luci.
"Baik tuan," jawab Arlot menundukkan kepalanya.
Arlot dan kedua wanitanya masuk ke kamar, para wanita penghibur hanya bisa menatapnya dengan rasa iri ke kedua wanita itu.
Arlot duduk, melihat Roni yang sudah mabuk, pria itu duduk di tempat Seva barusan, menegur para wanita penghibur.
"Baik tuan," jawab lima wanita penghibur yang ada di sana serempak.
"Roni Lerby, aku tidak menyangka orang sepertimu akan tunduk begitu mudah," ucap Seva sambil menatap rekan barunya itu dnegan seksama.
Roni tersenyum. "Kalau bukan tuan Adelray aku tidak mungkin akan tunduk padanya, Arlot Sterbi." ucapnya dengan suara khas orang mabuk.
"Aku kira kamu sudah lupa denganku," tukas Arlot.
"Mana mungkin aku lupa dengan orang yang pernah melukaiku, selain tuan Adelray," jawab Roni dengan tatapan tajam.
Arlot juga menatap tajam Roni, mereka berdua saling beradu pandangan satu sama lain seolah ingin saling membunuh.
Hawa membunuh mereka begitu pekat, membuat kelima wanita penghibur yang menemani mereka begidik ngeri melihatnya.
Arlot menghela napas. "Yah, mau bagaimanapun sekarang kita menjadi rekan, aku harap kau tidak akan pernah mengkhianati tuan Adelray, jika berani ...."
__ADS_1
Arlot mengancamnya dengan tatapan ingin membunuh. Roni hanya tersenyum melihat hal itu, ia seolah tidak takut sama sekali.
Roni menarik dua wanita penghibur agar duduk di sebelahnya, pria itu merangkul kedua wanita itu.
"Sama sepertimu yang sudah puas karena tuan Adelray sudah membunuh Ven, aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu jika Tuan Adelray memberikan kesempatan padaku membunuh Martis, jadi anjing pun aku akan rela," jawabnya penuh dengan penekanan.
Arlot tersenyum mendengar itu. "Baguslah kalau begitu, kita berikan yang terbaik untuk tuan Adelray," pria itu mengangkat gelasnya mengajak Roni bersulang.
Roni melepaskan rangkulannya kepada wanita penghibur, mengangkat gelasnya. "Untuk era baru tuan Adelray!" ucapnya sambil tersenyum.
Arlot mengangguk, mereka berdua menenggak minuman masing-masing.
Malam itu Arlot dan Roni di temani wanita penghibur, berbeda di seperti markas yang pertama di kuasai Seva yang hanya memiliki satu kamar saja, di markas tersebut ada beberapa kamar di lantai lainnya.
Bukan hanya Seva yang malam itu bersenang-senang dengan wanitanya, Arlot dan Roni juga bersenang-senang juga.
...***...
Di kamar Seva, ia baru selesai menggauli kedua wanitanya, mereka sedang bersandar di ranjang dengan Seva yang ada di tengah-tengah kedua wanitanya.
"Sayang, siapa pria yang minum bersama kamu tadi malam?" tanya Helen lembut.
"Dia sepertinya seperti Arlot," timpal Luci.
Seva tersenyum. "Dia memang memiliki keahlian yang bagus, karena itulah aku tidak membunuhnya, semakin banyak orang kuat di sampingku itu semakin baik," jawabnya yakin.
"Kamu sekarang tambah pintar saja," Luci memuji Seva.
"Sudah jangan bahas itu lagi, kalian istirahatlah, ini sudah mau pagi," ucap Seva sambil mengecup kening kedua wanitanya.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya lalu bersiap untuk istirahat, begitupun dengan Seva. Ketiganya terlelap bersama ketika hari menjelang pagi.
Sementara Seva dan ketiga wanitanya baru terlelap menjelang pagi. Arlot yang sudah beristirahat dari semalam sehabis meniduri dua wanita penghibur sudah bangun.
"Tuan, ini masih sangat pagi," ucap wanita penghibur yang melihat Arlot bangun.
"Aku ada urusan, kalian lanjutkan istirahat saja," jawabnya sambil bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
Walaupun kepalanya masih sedikit pusing efek mabuk semalam dengan Roni, tapi Arlot memiliki kewajiban untuk memberikan kenyamanan pada tuannya saat dia istirahat.
Pria itu sudah tahu betul bagaimana tuannya kalau sudah bermain dengan kedua wanitanya bisa bangun saat sore hari, karena itulah ia bergegas mengkordinir bawahannya.