System Kocok Dadu

System Kocok Dadu
Rencana Perubahan


__ADS_3

Peraturan baru mulai di buat oleh Seva, ia memberikan pernyataan tertulis kepada semua Mafia di kota Original, jika mereka di larang untuk melakukan transaksi barang haram lagi di kota tersebut. Namun, Seva tidak melarangnya jika melakukan di luar Kota Original.


Seva melakukan hal tersebut untuk mulai membatasi perkembangan Mafia yang lebih besar lagi, tapi ia juga memperhitungkan agar tidak mengubahnya secara langsung, karena pria itu sadar, kota Original penghasilan terbesarnya dari barang-barang haram tersebut.


Seva sudah berdiskusi dengan kedua wanitanya, dan mereka berdua menyarankan untuk melakukan rencana itu terlebih dahulu, agar para Mafia yang ada di sana mulai berpikir kalau tempat tersebut sudah tidak nyaman lagi untuk mereka yang bergelut di dunia gelap.


...***...


Seva sedang berkeliling kota Original untuk bersama dengan Arlot, ia mengunjungi tempat yang dulunya menjadi wilayah perbatasan antara ketika ada tiga kelompok Mafia di sana.


Bangunan-bangunan terbengkalai, tanpa adanya satu orang pun yang tinggal di sana, karena menghindari bentrokan yang sering terjadi di sana.


"Tuan, banyak sekali di antara kami yang merasa keberatan dengan kebijakan anda, apa tidak ada kebijakan lain?" tanya Arlot tidak berdaya.


Seva menghela napas. "Aku sudah tahu akan hal itu, biarkan saja mereka berpikir apa, yang jelas semua keputusan pasti ada pro dan kontra nya, kita tidak bisa membuat mereka langsung percaya dengan kita, tapi aku yakin nanti juga mereka akan merasakan dampak positifnya," jawabnya lembut.


"Tapi tuan, yang saya takutkan mereka akan memberontak, apa lagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan pengaturan Drake," ujar Arlot.


"Karena itulah kita akan cepat memberikan mereka keuntungan baru! Kita akan membuat tempat ini sebagai surganya Kota Original!" seru Seva dengan yakin.


"Tuan apa maksud anda?" tanya Arlot penasaran.


Seva tersenyum. "Di sini aku akan menjadikan pusat Kota Original, Kasino, Mall, tempat bermain, hingga tempat bersenang-senang lainnya aku akan bangun di sini."


"Arlot, kamu segera urus semuanya, bangun tempat ini seperti yang aku mau, kebut pembangunannya!" perintah Seva tegas.


Arlot tertegun sebentar, sebelum akhirnya ia menjawab. "Baik tuan!"


Walaupun Arlot masih bingung dengan rencana tuan barunya itu, akan tetapi ia juga tidak banyak bertanya.

__ADS_1


Seva berharap semuanya berjalan lancar, agar kota Original bisa di rubahnya dengan cepat.


Seva kembali berkeliling ke tempat lainnya, ia mengunjungi sebuah Bar terbesar kota Original, dimana para mafia kelas menengah hingga bawah biasanya berkumpul di sana.


ketika Seva masuk kedalam, terlihat ada beberapa orang yang menatapnya dengan sinis, mereka merupakan orang-orang yang tidak setuju dengan peraturan baru yang di buat Seva.


Arlot sebenarnya khawatir ketika tuannya masuk kedalam bar tersebut, karena pasti akan ada banyak orang yang membencinya.


Seva menghampiri sekelompok orang yang sedari tadi terus menatapnya dengan sinis, ia tanpa permisi langsung duduk di sana.


Orang-orang di sana mengernyitkan dahinya ketika Seva tiba-tiba saja duduk di samping mereka.


"Semuanya! Minum sepuasnya, biar aku yang traktir!" seru Seva setelah duduk.


Arlot hanya berdiri dibelakang Seva sambil menatap tajam orang-orang yang duduk bersama dengan tuannya tersebut, mereka semua menundukkan kepalanya tidak berani menatap Arlot.


"Ayo lanjutkan minumnya, atau mau aku tuangkan untuk kalian?" Seva mengambil sebotol anggur untuk menuangkannya ke dalam gelas.


Arlot akan menuangkan anggur ke gelas, tapi Seva mengangkat tangannya, pria tersebut mengisyaratkan agar Arlot tetap diam ditempatnya.


Pria itu menghela napas dan hanya bisa menurut, melihat apa yang akan dilakukan oleh Seva kepada mereka semua.


Tanpa ragu Seva menuangkan anggur ke gelas mereka semua, jelas saja hal tersebut membuat mereka yang menghargai Seva merasa geram melihat orang-orang yang satu meja dengan Seva.


Brak!


"Brengsek, apa kau sengaja ingin kamu terlihat buruk dihadapan para pemujamu?!" salah satu dari mereka akhirnya tidak terima dan buka suara.


Arlot kembali akan bergerak, tapi Seva menahannya, pria itu tersenyum ke arah orang yang sedang marah.

__ADS_1


"Sengaja membuat kalian buruk di mata orang lain?" Seva bertanya sambil tersenyum.


"Untuk apa aku melakukan itu? Jika aku tidak suka dengan kalian dari awal, aku sudah menyuruh Arlot untuk membunuh kalian semua, lantas kenapa aku harus repot-repot berbicara dengan kalian?" sambungnya sambil menenggak anggur dalam gelasnya dengan satu tegukan.


Seketika semua orang yang satu meja dengan Seva terkesiap dengan perkataan Seva, pria yang tadi menggebrak meja pun langsung duduk kembali, karena ia sadar kalau ucapan Seva ada benarnya dan mereka hanyalah mafia kelas menengah.


"Arlot, suruh matikan musiknya sebentar dan bawa Mikrofon kemari, aku ingin berbicara dengan mereka semua," perintahnya santai sambil menuangkan anggur kedalam gelasnya kembali.


Arlot mengangguk mengerti, ia bergegas ke DJ untuk segera mematikan ponselnya dan mengambil mikrofon.


Semua orang jelas saja tertegun, mereka semua reflek mengalihkan pandangannya kepada Arlot yang memberikan mikrofon ke Seva.


"Tuan ini," Arlot memberikan mikrofon ke Seva dengan sopan.


Seva menerimanya, lalu ia berdiri. "Tes... tes... sebelumnya aku meminta maaf karena telah mengganggu kesenangan kalian, " ucapnya menguji mikrofon tersebut sambil membungkukkan badan.


Jelas saja semua orang yang ada di Bar terkejut, karena pemimpin Kota Original yang baru membungkukkan badan kepada mereka yang notabenya Mafia kelas menengah ke bawah.


Seva menegapkan tubuhnya kembali kemudian buka suara. "Kalian pasti bertanya-tanya perihal peraturan baru yang telah aku buat, kenapa tempat yang sudah menjadi surga untuk kalian harus dibatasi peredaran barang ilegal, sementara kita di sini tidak memiliki kemanan semacam polisi atau sebagainya."


Seva diam sebentar kemudian melanjutkan. "Pertama, aku akan membuat sebuah keamanan sendiri untuk melindungi seluruh kota ini! Munafik, ya mungkin aku akan menerima gelar itu, tapi aku akan merubah kelompok Mafia di kota ini menjadi lebih baik, tidak ada barang terlarang, tidak ada penindasan dan tidak ada yang namanya diskriminasi lagi.


"Pasti kalian bingung, lantas bagaimana kita masih di sebut Mafia jika kita tidak melakukan itu semua? Jawabannya cuma satu, kita tidak akan melakukannya di kota ini saja dan kalian bebas melakukannya di kota lain!


"Aku melakukan ini semua dengan perhitungan yang matang, sebagai gantinya Kota Original akan bertransformasi besar-besaran menjadi kota bisnis, percayalah aku melakukan ini untuk kebaikan kalian semua. Jika kalian tidak setuju dengan itu, silahkan angkat kaki dari kota Ini!" seru Seva dengan tatapan tajam.


Tidak ada yang berani membantah Seva sama sekali, tempat tersebut hening beberapa saat, sebelum ada seseorang yang berani buka suara.


"Apa anda akan merubah tempat ini menjadi tempat politik, seperti Negara lainnya? Kami membangun Kota ini agar terhindar dari masalah politik! Karena itu juga Kota Original tidak di akui di dunia, apakah itu yang anda inginkan tuan Seva Adelray?"

__ADS_1


Sosok pria tua berpakaian jas rapi sambil memegang segelas Wine menghampiri Seva dengan santainya.


Semua orang yang ada di sana juga setuju dengan perkataan orang tersebut, pasalnya mereka sudah susah payah membangun kota yang tanpa politik agar tidak mengadu warganya satu sama lain dengan sebuah kebohongan.


__ADS_2