System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 103


__ADS_3

...Romance 103. Adira yang kembali....


Sesaat Adira sadar dan sontak menampar Arya. Yua yang begitu senang melihat Arya di tampar, dia pun menjelaskan semua nya.


"Hahaha ... Nona Adira, apa kamu tahu Avatar yang kamu tampar itu ialah sosok teman dekat yang ingin menyelamatkan mu, Kak Arya," ucap Yua.


Adira yang mendengar itu, dia pun sontak terbujur kaku dan melihat Arya serta Yua berulang kali. "Eh? Benarkah?!" ucap bingung Adira.


Yua pun memberikan jawaban dengan anggukan kepala sedangkan, Arya tersenyum kecil.


"Apa kabar, Adira?" tanya Arya.


Mendengar itu, Adira sontak memperlebar kedua matanya dan terkejut.


"Jadi, kamu beneran Arya?!"


"Memang siapa lagi yang bisa menyelamatkan mu kalau bukan sahabat mu sendiri," jawab santai Arya dengan senyuman lebar.


Sesaat Arya mengatakan itu, Adira pun sontak memeluk nya dan menangis, "Arya! ... Huhuhu .."


Lalu, Adira pun menangis di pelukan Arya dan Arya sendiri yang awalnya terkejut, dia pun menerima pelukan Adira itu seraya menepuk-nepuk punggungnya.


"Sudah tidak usah menangis. Kamu sudah aman dan sudah bisa kembali ke dunia nyata," jawab Arya.


Yua yang melihat itu, dia pun menghadap ke kiri seraya memalingkan wajahnya.


Mendengar penjelasan Arya, Adira sontak melepaskan pelukannya. "Eh? Apa kamu tidak bercanda? Dan, apakah kamu tahu bahwa aku tidak bisa Log out dan kembali ke dunia nyata?"


Yua yang mendengar itu, dia pun memotong pembicaraan.


"Kenapa bisa?"


Yua yang bertanya seperti itu, dia pun sontak menoleh kearah Yua dengan tatapan bingung. Memahami itu, Arya memperkenalkan Yua.


"Adira, dia teman ku namanya Yua kalau di game bernama Alice," sambung Arya.


Adira pun tersenyum, "Salam kenal! Aku Adira."


"Iya, salam kenal juga!" ucap Yua dengan memberikan senyuman kecil.


Setelah itu, Yua pun menghampiri Adira, "Lalu, bagaimana? Bisa kamu ceritakan?" tanya semangat Yua.

__ADS_1


Mendengar itu, Arya pikir akan memakan waktu yang banyak dan bahaya jika terlalu di dungeon akan tetapi tidak seperti yang dipikirkan. Ruangan itu kosong tidak ada efek atau pun monster yang mana membuat nya terasa janggal.


"Ada yang aneh di ruangan ini?" batin Arya.


Disisi lain, Adira pun memulai ceritanya yang mana dia merupakan Beta Tester yang awalnya bermain normal seperti pemain lainnya sampai suatu ketika tiba-tiba menu log out Adira menghilang dan membuat nya terjebak didalam game.


Awal nya Adira sempat stress akan tetapi berlahan dia beradaptasi di dunia game sampai suatu ketika Adira pergi ke Dungeon Chaos dan berhasil mengalahkan Dungeon Master akan tetapi sesaat itu juga kesadaran nya hilang dan tanpa dia sadari dirinya menjadi Dewi Kekacauan.


Mendengar cerita itu, Arya dan Yua saling bertukar pandang dengan tatapan prihatin. Memahami itu, Arya pun mencoba menghibur nya.


Arya pun memegang kedua bahu Adira, "Meski begitu, semua telah berakhir! Aku akan mengeluarkan mu dari dunia game ini," ucap Arya seraya membuka menu Administrator yang mana disana Arya izinkan untuk mengunakan perintah game Master.


Adira yang mendengar itu, dia sontak melihat keatas. "Syukurlah, semua ini sudah berakhir, Bukan? Aku sudah bisa kembali ke dunia nyata, Bukan?"


Arya pun menekan Log Out paksa untuk player bernama Adira lalu, menjawab Adira dengan senyuman kecil. "Iya, benar. Kita bisa bersama lagi!"


Adira pun tersenyum senang seraya memegang pipi kanan Arya, "Disaat aku sudah sadar. Ayo kita pergi ke berbagai tempat dan melakukan banyak kesenangan!"


"Ya, Tentu saja!"


Setelah itu, Adira pun menyandarkan kepalanya di dada Arya seraya menitihkan air mata nya. Melihat itu, Arya pun mengusap nya yang mana disaat bersamaan tubuh Avatar Adira bersinar dan berlahan menjadi gelembung. Lalu, menghilang.


Sesaat kemudian, tubuh Avatar Yua, Alice juga ikut bersinar.


Mendengar itu, Arya sontak menoleh kearah Yua yang mana dia mengalami proses yang sama seperti Adira. "Tidak ... Tapi..." Arya pun berpikir sesuatu dan melihat sekeliling.


"Kak Arya, lakukan sesuatu!" seru panik Yua.


"Tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa dan temui aku nanti di cafe Sunrise!" jawab Arya.


"Baiklah, aku menunggu kakak!" jawab Yua.


Tidak lama, sosok Avatar Yua pun berubah menjadi gelembung dan Arya menjadi seorang diri diruangan gelap. Meski begitu, Arya yang telah mempelajari seutuhnya tentang Nero Gear dan MAO. Dia pun menyadari sesuatu.


"Kakek Edward Eden, apa kamu disini?!" seru Arya.


Sesaat kemudian, keluarlah terciptalah sosok pria dewasa yang mengenakan pakaian ilmuan.


"Oh, jadi kamu mengenali ku. Cucu dari Raya," jawab Edward seraya turun ke lantai dari awalnya melayang di udara.


"Jadi, Kakek Edward masih hidup?"

__ADS_1


"Bisa dibilang iya, bisa juga tidak. Aku hanyalah bagian dari kesadaran Edward Eden," jawab Edward.


"Iya, aku mengerti. Jadi, kakek Edward memiliki kemampuan Living Poltergeist juga. Tapi, kenapa menjebak cucu anda sendiri di alat dan game yang kakek ciptakan sendiri?"


"Avatar cucu ku telah terinfeksi Virus C dan terimakasih telah memusnahkan Virus itu yang berada di Avatar cucuku," jawab Edward.


"Virus C?"


"Kamu akan tahu suatu saat nanti dan sebagainya hadiahnya aku akan memberikan sesuatu kepada mu," ucap Edward seraya memunculkan cahaya emas diatas nya yang mana mewujudkan benih besar dengan cahaya keemasan melayang di hadapan Arya.


Melihat itu, Arya pun memegang nya dengan kedua tangan nya.


"Apa ini?"


"Sesuatu yang dapat membangkitkan dunia baru. Nama nya The Seed. Kamu akan tahu setelah benih itu bertunas dan kamu bisa menentukan hendak kamu apakan benih itu terserah kepadamu."


Arya pun memahami ucapan Edward tersebut yang mana The Seed merupakan data induk dari sistem Game Full Dive.


"Aku mengerti," jawab Arya.


Setelah itu, Edward pun melayang kembali ke atas. "Aku akan pergi sekarang. Kita akan bertemu kembali, cucu dari Raya. Arya!"


Sesaat kemudian, sosok Edward pun berubah menjadi cahaya yang mana Arya keluar secara paksa dan saat membuka mata terlihat lah atap rumah nya.


"Sudah selesai kah, Ahufuu ..." gumam Arya yang diakhiri dengan menghela nafas panjang.


Tidak lama kemudian, sebuah panggilan telepon terdengar dan Arya pun sontak melepaskan Nero Gear nya lalu, mengangkat telepon nya yang mana panggilan itu dari Jeremy.


"Hallo, Om Jeremy. Ada apa?"


"Arya, Adira sudah sadarkan diri. Terimakasih."


Mendengar itu, Arya tersenyum senang dan menghela nafas lega. "Iya, Om. Sama-sama. Aku akan secepatnya pergi ke Metropolis Jakarta."


"Tidak perlu. Adira mengatakan ingin segera ke Pulau Sumeru. Jadi, tunggu lah kami disana!"


"Baik, Om. Aku tunggu."


Setelah itu, Arya menutup telepon nya dan melihat keatas dengan wajah yang tersenyum.


...# System Of Romance #...

__ADS_1


#


__ADS_2