System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 20.


__ADS_3

...Romance 20. Bertemu Elsa...


Di hari Minggu yang cerah, Arya saat dihadapkan dengan masalah yang cukup genting.


"Gawat! Bagaimana ini? Sinyal nya hilang!" seru kaget Arya sontak bangun dari rebahan dan duduk diatas kasur.


Lalu, Arya pun mengelilingi rumah nya namun, tetap tidak membuahkan hasil.


"Bagaimana ini? Pasti Adira menunggu balasan chat ku!"


"Kenapa Adik Arya?" tanya suara Beta.


Mendengar itu, Arya sontak menoleh kesamping yang mana wajah Beta sudah berjarak dekat dengan wajah Arya yang membuat nya terkejut.


"Beta?! Apa yang kamu lakukan?" ucap panik Arya yang sontak menghindari Beta.


"Saya hanya penasaran, Adik Arya," jawab santai Beta.


Arya pun hanya bisa menghela nafas. "Beta, kenapa sinyal susah ya?"


"Saya tidak tahu. Coba saja adik Arya pergi ke pusat kota! Mungkin, akan dapat sinyal disana!" saran Beta.


"Baiklah, Beta. Aku akan mencoba nya."


Setelah itu, Arya pergi ke pusat kota dengan berjalan pelan seraya mencari sinyal. Dalam langkah nya, Arya berpapasan dengan beberapa warga dan dia hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Lalu, Arya pun tiba di taman kota yang mana dia mencari sinyal dengan posisi tangan diatas serta berputar-putar untuk mencari posisi yang tepat.


Ditengah itu, tiba-tiba ada tas yang menghantam kepala Arya yang membuat aktifitas Arya terhenti dan memegang kepalanya.


"Aduh!" gumam Arya seraya memegang kepala nya. Lalu, dia menoleh ke samping. "Tas?" ucap Arya seraya mengambil tas tersebut.


Krek! Krek!


Suara aneh pun muncul lalu, Arya pun menoleh kesamping yang mana dia melihat seorang gadis berambut pendek dengan pirang di ujung rambut nya. Arya pun mengenal nya meski tidak langsung, dia Elsa.


Lalu, Arya pun melihat Elsa yang sedang memanjat pagar rumah nya dan turun tepat di hadapan Arya.


"Sedang apa kamu? Kenapa harus memanjat?" tanya Arya.


Dengan ekspresi judes, Elsa pun menjawab nya. "Cih, bukan urusanmu dan berikan tas itu!"


Tidak lamanya kemudian, Arya mendengar suara teriakan Bu Rose yang sedang memanggil nya.


"ELSA!"


Elsa pun memasang wajah kesal, "Aishh!"


Lalu, Elsa pun menghampiri Arya yang mana membuat nya panik.


"Eh? Apa?"


Tanpa ada kata-kata, Elsa langsung mengambil paksa tas nya dari tangan Arya dan lari meninggalkan Arya.


Arya pun tidak menghentikan dan hanya memberikan senyuman.


Tidak lama kemudian, Bu Rose keluar dari rumahnya dan melihat kearah kanan kiri namun, dia tidak menemukan Elsa yang ada dia melihat Arya. Maka dari itu, Bu Rose menghampiri Arya.


Arya yang melihat itu, dia pun menyapa nya.


"Selamat siang, Bu Rose!"


"Siang juga nak Arya. Oiya, apakah kamu melihat Elsa?" tanya Bu Rose.


"Iya, dia pergi ke arah bukit kanan."


Bu Rose menghela nafas panjang, "Dasar anak itu! Sudah jarang masuk sekolah, malah sering kabur ke bukit."


Ditengah itu, sebuah pemberitahuan datang dari MOM.


Ding!


[Misi: Membantu Bu Rose. Hadiah: 10 poin.]


Melihat itu, Arya sontak mengambil inisiatif.


"Bu Rose, Bagaimana kalau aku bantu membujuk putri ibu?"

__ADS_1


"Ah, iya. Jika tidak merepotkan itu sangat membantu. Terimakasih," jawab Bu Rose.


"Tidak Bu. Ya sudah. Aku pamit dulu."


"Iya. Berhati-hatilah!" seru Bu Rose.


Dan, Arya pun pergi meninggalkan Bu Rose untuk menyusul Elsa.


Lalu, Arya yang tengah mencari Elsa. Dia berpapasan dengan Ricki yang tengah mengantarkan barang.


"Hei, Arya!" sapa Ricki.


Arya pun menghentikan langkahnya dan menghadap kearah Ricki.


"Hei."


"Arya, kamu mau kemana?" tanya Ricki.


"Aku mencari putri nya Bu Rose. Kamu tahu dia dimana?"


"Oh, maksudmu. Elsa?! Dia biasa nya pergi ke bukit barat. Coba saja periksa! Mungkin saja dia ada disana!"


"Begitu ya, Terimakasih. Kak Ricki. Aku akan memeriksa nya disana."


Setelah itu, Arya pun melanjutkan langkah nya dan meninggalkan Ricki.


Lalu, Arya pun tiba di perbukitan barat yang mana bukit disana masih terlihat asri.


"Wow, hutan disini masih terlihat asri," gumam Arya seraya melihat sekeliling nya.


Sesaat kemudian, Arya pun mendengar alunan musik dari harmonika.


"Alunan ini? Mungkin kah!"


Lalu, Arya pun mengikuti sumber suara itu sampai dia melihat Elsa yang sedang bermain harmonika.


Arya yang melihat itu, dia menghentikan langkah dan mengambil ponsel untuk mengambil video dirinya yang sedang duduk dan melukis dengan banyak burung, tupai dan kelinci.


Beberapa saat kemudian, Elsa pun menghentikan melukis nya dan menoleh kearah Arya dengan tatapan tajam.


"Cowok yang tadi? Ngapain kamu disini?" tanya Elsa.


Pembicaraan itu pun membuat burung-burung dan hewan lainnya pergi.


Mendengar jawaban Arya, Elsa mengerutkan keningnya. "Jemput? Memang, siapa kamu?" ucap ketus Elsa.


"Aku Arya Juana. Cucu dari Raya Juana dan tinggal di rumah kakek ku."


"Cih.. aku tidak bertanya namamu. Jika, kamu mau menjemput ku. Tunggu disana!"


Arya pun tersenyum dan menjawab nya dengan santai. "Baiklah, aku akan menunggu mu disini," jawab Arya yang sontak duduk ditanah.


Elsa yang melihat itu, dia pun tersenyum remeh. "Oke, kita lihat saja! Sampai kamu bertahan."


Setelah itu, Elsa melanjutkan melukis nya sampai sore hari dengan Arya yang masih bertahan menunggu Elsa. Meski, ketiduran.


Elsa yang melihat itu, dia pun menghela nafas panjang. "Cowok yang gigih!" gumam Elsa.


Seusai itu, Elsa berhenti melukis dan merapikan nya. Lalu, dia pun menghampiri Arya serta membangun nya.


"Hei, Cowok aneh, Bangun!" seru Elsa seraya menendang pelan.


Seruan itu pun membuat Arya terbangun. "Ah, maaf. Aku tertidur."


Lalu, Arya yang sudah bangun. Dia sontak bangkit berdiri.


"Kamu jadi menjemput ku?" tanya Elsa dengan tangan yang dilipatnya.


"Tentu saja. Aku sudah berjanji dengan ibumu," jawab Arya.


Elsa pun tersenyum. "Cowok yang menarik," gumam Elsa.


Setelah itu, mereka pun jalan pulang bersama. Mereka pun berbincang-bincang.


"Jadi, sudah berapa lama kamu tinggal disini?"


"Sekitarnya sebulan, aku tinggal di desa ini."

__ADS_1


"Oh, sudah cukup lama. Kamu masih sekolah?"


Arya mengangguk kepalanya, "Iya, aku masih sekolah di SMA Sumeru Negeri satu."


"Wuah, satu sekolah dengan ku. Kelas berapa?"


"Kelas 10A."


"Adik kelas kah?" jawab Elsa dengan senyuman kecil.


"Memang kamu kelas berapa?"


"Aku sudah kelas 12. Dua tahun diatas mu," jawab bangga Arya.


"Tapi, sebulan ini. Aku tidak pernah bertemu kakak di sekolah."


"Hahaha ... aku murid Executive. Meski, aku jarang pernah masuk sekolah namun, peringkat ku masih berada di peringkat pertama."


"Eh, berarti kakak pintar."


"Aku tidak pintar tapi, jenius. Kamu tahu berapa IQ Ku?"


"Berapa?" respon balik Arya.


"166," jawab bangga Elsa.


"Eh? Luar biasa!"


"Hahaha... Jadi, kalau mau berteman dengan ku. Maka kamu harus pintar ya setidaknya IQ mu 120."


"Baik, aku akan usahakan."


Jawaban Arya itu membuat Elsa tertawa. "Hahaha ... kamu tuh memang cowok yang aneh."


Melihat Elsa tertawa, Arya pun turut tertawa kecil juga dan mereka pun tiba di rumah keluarga nya Elsa.


"Oke, cukup sampai disini! Dan, kamu pulang!" ucap ketus Elsa.


"Oh, iya. Baik. Aku pamit dulu," ucap Arya seraya berbalik badan dan melangkah pulang ke rumah nya.


Sesaat kemudian, Elsa meneriaki Arya. "Oi, Tunggu!" seru Elsa dari jauh.


Mendengar itu, Arya menghentikan langkah dan berbalik badan. "Ada apa?"


"Kamu tidak bertanya nama ku?!" teriak Elsa.


Sesaat Arya pun teringat, dia belum mengenal Elsa secara resmi dan hanya tahu dari orang-orang disekitar nya.


"Oiya, Maaf. Siapa nama, Kakak?"


"Aku Elsa!"


"Aku Arya. Salam kenal!"


"Aku tahu, Bodoh!" teriak Elsa yang diakhiri dengan tawa kecil.


Arya pun tidak tersinggung malah dia tersenyum.


"Terimakasih, Arya. Sampai bertemu lagi!"


"Iya, selamat beristirahat, Kak Elsa!"


Setelah itu, Arya berbalik badan kembali dan pulang ke rumah nya. Begitu juga Elsa.


Ditengah perjalanan, Arya teringat sesuatu.


"Ah, benar. Tujuan ku keluar kan mencari sinyal! Aku harap Adira tidak marah jika tidak ku balas Chat nya."


Dan, Arya pun mendapatkan 10 poin.


...# System Of Romance #...


Estimasi Bab ini.


+ Membantu Bu Rose, +10 poin.


Elsa ( Yurina Hirate )

__ADS_1



__ADS_2