
...Romance 73. Arti Uang....
Saat ini Arya bersama Chizuru dan Ronald sedang duduk di ruang VIP stadion dengan Ushijima dan beberapa anak buah nya yang berpakaian seperti preman.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan wanita yang mengenakan blazer mendatangi mereka dengan membawa Tab 10 Inci.
"Silahkan, Tuan!" seru pelayan seraya menaruh Tab di meja.
“Sekarang pilihlah!” seru Ushijima yang duduk santai dengan satu kaki ditaruh pada lutut kirinya.
Lalu, Ronald yang mendengar itu. Dia menyambung ucapan pemimpin nya, “Dengar, pacuan kuda bukanlah judi karena permainan ini berdasarkan analisa dari hasil balapan, perfoma, joki dan jarak lintasan."
“Dan, kondisi kudanya,” potong Ushijima.
Setelah itu, Ushijima meminta laptop yang dipegang oleh karyawannya dan melanjutkan pengajarannya kepada Arya.
“Coba lihat ini!” seru Ushijima sambil mengendalikan laptopnya.
Arya yang mendengar itu hanya diam dan menyimak.
“Saya menganalisa semuanya dan ini adalah olahraga yang berdasarkan analisis data, Entertainment! Dan, sekarang kuda mana yang kamu pilih?” sambung Ushijima.
"Bolehkah, aku melihat rinci data nya?!" pinta Arya.
“Silahkan!” jawab Ushijima.
Lalu, Arya pun melihat data dengan teliti sampai dia mampu memprediksi nya.
"Sudah ku putuskan!" ucap Arya.
“Jadi, kamu memilih kuda yang mana? Pilihlah satu!” tanya Ushijima.
“Kalau begitu, aku memilih nomor tujuh,” jawab Arya.
“Yoshh, kita semua bergantung pada pilihanmu, Arya,” ucap Ushijima yang berdiri dari sofa.
Tidak lama kemudian, pertandingan balap kuda pun dimulai.
“Ayo, semua kita lihat pertandingannya!” ajak Ushijima kepada yang lainnya untuk menyaksikan pertandingan.
“Iya,” jawab Arya yang juga berdiri begitu juga Chizuru dan Ronald.
Lalu, Arya, Chizuru, Ronald dan Ushijima menyaksikan pertandingan tersebut.
Dor!
Suara pistol angin yang menandakan pertandingan dimulai, dua puluh kuda dilepaskan dan saling beradu kecepatan.
Sorakan semangat terdengar dimana-mana dan laju kuda terus berlari hingga tiba di dekat garis finish yang membuat sorakan semakin kencang dan ketegangan pun terjadi kepada Ronald dan Chizuru. Takut-takut Arya akan kalah dalam pertaruhan.
Lalu, kuda nomor tujuh melesat lebih cepat diakhir pertandingan yang membuat Arya menang.
“Nomor tujuh! Jackpot! Dengan peluang 100 banding 1, selamat! Kamu memenangkan 100 juta rupiah! 100 juta Rupiah! Seratus!” seru senang Ronald hingga memukul pelan punggung Arya.
Meski Ronald mengatakan dengan begitu senangnya. Namun, Arya bersikap mbiasa saja. Sedangkan, Chizuru juga senang melihat kemenangan Arya.
__ADS_1
“Wuahh … keren! Arya memang hebat! Hebat sekali!” seru senang Chizuru sambil memeluk diriku.
“Oh, iya,” jawab Arya disertai senyuman kecil.
Ronald yang begitu senang membuat dirinya berteriak kepada penonton yang lain.
“Dia menang 100 juta rupiah! 100 juta! Anak ini sungguh beruntung!”
Dan, berakhirlah pertandingan pacuan kuda yang Arya pertaruhkan dengan kemenangan 100 juta Rupiah. Namun, perasaan janggal masih terasa olehnya.
Chizuru yang melihat diamnya Arya, membuat dia menghampiri Arya dan mempertanyakan nya.
“Ada apa, Arya?”
“Tidak apa-apa,” jawab Arya seraya tersenyum kecil.
“Oh, begitu,” ucap Chizuru yang membalasnya juga dengan senyuman.
Beberapa saat kemudian, Ushijima datang kembali dari suatu tempat yang tidak diketahui oleh Arya dan Chizuru.
“Arya. Kamu mau bertaruh lagi? Pilih yang mana!” tanya Ushijima.
"Sudah cukup. Aku tidak bermain lagi dan ..." Arya menoleh kearah Chizuru. "Hadiah ini aku akan berikan kepada Chizuru karena aku bermain ini karena dirinya dan pak Ronald."
“Arya ...” ucap Chizuru dengan senyuman lebar.
"Benarkah, Terimakasih, Arya. Kamu memang penyelematan keluarga kami," jawab senang Ronald.
“Oh, begitu. Baiklah. Tapi, kenapa kamu tidak senang?” tanya heran Ushijima saat melihat ekspresi Arya.
Ucapan Arya itu membuat Ushijima tertawa, “Hahaha ... Arya, kamu memang pemuda yang baik, polos dan Naif."
Arya yang melihat tawa Ushijima, dia semakin bingung. "Sungguh, aku tidak mengerti."
“Arya, Kamu akan tahu bahwa sebenarnya hidup itu harus mengambil resiko dan disinilah tempatnya!” ucap Ushijima sambil mengebrakan meja.
“Tapi, maaf. Aku tidak berani,” jawab Arya sambil membungkukan badannya.
“Iya. Ya. Aku mengerti. Kamu takut kehilangan uang yang kamu dapatkan, bukan?” ucap Ushijima.
“Mungkin.”
“Arya, apa kamu tahu uang itu apa?” tanya Momose.
Mendengar itu, Arya pun mengelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu.”
“Sesuatu yang kau dapatkan susah payah namun, hilang dalam sekejap didepan matamu. Itulah wajah sebenarnya dari uang,” ucap Ushijima
Lalu, dia pun berdiri dari sofanya dan melanjutkan penjelasannya.
“Sesuatu yang tidak ada tapi bisa membodohi dan membutakan mu. Itulah uang namun, kamu tidak tergoda oleh uang. Menarik! Kamu ciri-ciri orang yang sukses,” ucap Ushijima sambil menghampiri diri Arya dan dia merangkul Arya serta menepuk bahu kanan nya.
“Oh, iya. Terima kasih.”
“Pak Ronald, aku rasa dia cocok untuk menjadi menantu mu. Hahahaha …” ucap senang Ushijima.
__ADS_1
Saat Ushijima mengatakan itu, Chizuru pun tersipu malu dan menyangkalnya.
“Rentenir bodoh, anda bicara apa? Sungguh memalukan!” ucap Chizuru yang kesal.
“Hahaha … baiklah, bawa uang mu, Arya! Dan, keluar dari sini!" seru Ushijima.
"Terimakasih, pak Ushijima. Sampai bertemu kembali!" ucap Arya seraya memberikan tangan nya.
"Iya, senang bertemu dengan mu juga," jawab Ushijima yang menerima tangan Arya.
Setelah itu, Arya bersama Chizuru dan Ronald kembali ke pulau Sumeru. Lalu, setibanya di rumah Ronald. Arya juga memberikan 100 juta rupiah kepada Ronald.
"Ini Uang nya, Pak Ronald. Tapi, tolong! Jangan berjudi lagi!" seru Arya.
Sambil menitihkan air mata, Ronald pun menerima uang tersebut. "Terimakasih, Arya."
Setelah menerima uang, Ronald pun pergi kedalam rumah nya yang mana terlihat Ricki keluar dari dalam rumah menyambut ayah nya.
Sedangkan, Chizuru masih di dekat Arya.
"Terimakasih, Arya. Kamu sudah banyak menolong ku!" ucap Chizuru dengan senyuman lebar.
"Iya, sama-sama. Senang rasa nya bisa membantu mu."
Mendengar jawaban itu, Chizuru tersipu malu dan menundukkan kepalanya. Lalu, beberapa saat kemudian. Chizuru memegang kedua bahu Arya dan memberikan kecupan pada pipi kanan Arya yang tentu saja membuat Arya terdiam.
Sesudah itu, Chizuru yang malu. Dia sontak melepaskan tangan dari bahu Arya dan berbalik badan serta berjalan cepat masuk ke rumah nya.
"Arya, sampai bertemu kembali di sekolah!" seru Chizuru tanpa melihat Arya.
Arya pun menyadarkan lamunan, "Iya, sampai jumpa lagi!"
Dan, Chizuru pun masuk ke dalam rumah nya sedangkan, Arya berbalik badan untuk berjalan pulang.
Ditengah perjalanan pulang, beberapa pemberitahuan datang dari Shion.
Kling!
[Anda mendapatkan 300 poin dari MOM.]
[Anda mendapatkan 1.500 poin dari MOC.]
[Anda mendapatkan 3.000 poin dari MOL.]
Melihat itu, Arya tersenyum senang. "Mendapatkan poin lebih menyenangkan dibandingkan mendapatkan uang judi."
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini ...
• Hadiah MOM, +300 poin.
• Hadiah MOC, +1.500 poin.
• Hadiah MOL, +3.000 poin.
__ADS_1
• Pemberian uang jackpot untuk Ronald, -100 Juta Rupiah.