System Of Romance

System Of Romance
Sumeru VIP | Romance 159


__ADS_3

...Romance 159. Mata-mata....


Seusai pertarungan Arya dan Rey, Rey menyarankan Arya untuk mengunakan jasa mekanik untuk membersihkan rumah dan menganti semua perabot nya dengan fasilitas cleaner.


Awalnya juga Arya ingin mendaftarkan diri di organisasi Hitam itu. Namun, Host mengatakan bahwa Arya telah terdaftar bahkan di member Gold.


Saat mengetahui itu, Arya sedikit terkejut namun setelah berpikir dan menganalisa, Arya mengambil kesimpulan bahwasanya Organisasi Mekanik telah mengenal kakek nya atau kedua orangtuanya yang mungkin mereka pernah mengunakan jasa mekanik.


Sejak itu, Arya berpikir bahwa dia bisa melakukan apapun bahkan membunuh orang yang tidak disukainya memakai jasa mekanik. Namun, Arya tidak akan mungkin melakukan hal sekeji itu.


Hari Minggu pun masih berlanjut, di rumah Han Felix, datang Sekretaris nya ke ruang kerja nya yang saat itu dia sedang duduk santai diruang tamu sambil menikmati Vodka.


"Presidir, Nino gagal membunuh Arya," lapor Seketaris nya.


"Dasar anak tidak berguna, Bagaimana dengan mekanik lainnya?" respon Han Felix.


"Tidak tahu kenapa? Harga untuk kepala Arya Juna telah meningkat drastis menjadi 15 Juta USD," jawab Seketaris.


Han Felix pun sontak terkejut dan kesal, "Apa?! Beraninya Yamamoto melakukan hal seperti itu kepada ku!" ucap kesal Han Felix.


"Selain itu, ada sesuatu yang harus anda lihat, Presdir!" seru Seketaris yang langsung mengambil remote tv dan menyalakannya.


Didalam berita terkini terungkap tentang obat Healing yang dikembangkan oleh Han Felix telah melanggar Hak asasi Manusia dan Han Felix serta keluarga akan terkena ancaman penjara.


"Bocah sialan, beraninya bermain-main denganku!" ucap kesal Han Felix.

__ADS_1


Mendengar itu, Han Felix menaruh minumannya diatas meja dan menelepon seseorang.


"Jimmy, bisa sambungkan aku kepada ketua?" ucap Han Felix.


"Maaf, ketua sedang ada tamu. Beliau tidak bisa menerima telepon," jawab pria yang bernama Jimmy.


"Sampaikan kepada Ketua, Saya tidak akan mati sendiri!" ancam Han Felix.


Seusai mengatakan itu, Han Felix menutup teleponnya.


"Sialan, Presidir Prima tidak mau membantuku!" umpat kesal Han Felix.


"Presidir, apa rencana Anda?" tanya Seketaris.


"Baik, Presidir!" ucap Seketaris.


Sesaat kemudian, Seketaris itu meninggalkan Presidir Han Felix dan rumahnya. Perjalanan Seketaris itu bukanlah ke tempat markas keamanan Han Felix melainkan ke pelabuhan yang dimana ada mobil sedang berparkir di sisi jalan pelabuhan.


Seketaris itu pun berhenti dibelakang mobil itu. Setelah itu, Seketaris keluar dari mobil dan masuk ke Mobil itu yang dimana Bayu sudah menunggunya.


"Hei, semua lancar?" tanya Bayu.


"Hm, semua nya lancar dan malam ini, Han Felix akan membunuh Arya di tempat pertemuan," ucap Seketaris.


"Aku mengerti. Kerja bagus!" ucap Bayu. Lalu, mengambil sebuah tas ransel dan memberikan kepada sekretaris itu.

__ADS_1


Seketaris itu pun membuka tas dan memeriksa isi yang didalamnya terdapat beberapa tumpuk uang tunai rupiah dan dolar beserta dua passport palsu yang dibuat Bayu.


"Terima kasih," Seketaris itu pun keluar dari mobil dan pergi meninggalkan Bayu.


Setelah Seketaris itu pergi, Bayu tersenyum sendiri. " Semua sesuai skenario Arya."


Bayu pun teringat pada rencana Arya sesaat menelepon Han Felix. Arya meminta semua berkas profil karyawan mirage Group. Untuk orang umum hal itu mungkin sulit tapi tidak dengan Arya.


Arya meminta Ayu untuk meretaskan data milik perusahaan Mirage Group yang tentu saja Arya membekalinya dengan laptop kinerja super Asus ROG G703 yang memiliki harga berkisar 60 juta Rupiah dan Arya berikan laptop itu untuk Dina.


Dengan laptop itu tentu Dina dengan mudah keluar masuk ke jaringan dan komputer Mirage Group dengan mudah lalu, memberikan berkas yang diminta oleh Arya.


Setelah menerima itu, Arya menganalisa satu persatu yang akhirnya Arya menemukan orang yang tepat untuk dijadikan mata-mata yaitu sekretarisnya sendiri.


Hal ini disebabkan, Seketaris itu hanya tinggal dengan ibunya yang sakit keras dan harus mendiami rumah sakit dalam waktu yang panjang selain itu, Arya juga memiliki video msum Seketaris itu dengan Han Felix dan anaknya, Han Nino.


Setelah mata-mata terpilih, Bayu pun mengambil tindakan untuk bertemu pribadi dengan seketaris itu dan menawarkan uang 100 juta rupiah dan 1 juta USD bersama dua passport agar Seketaris dan ibunya meninggal kan Indonesia.


Tanpa pikir panjang, Seketaris itu menerima nya dan menjadi mata-mata Arya.


Lamunan Bayu pun tersadar.


"Sekarang, mari kita lihat pertunjukan Arya!" gumam Bayu yang tersenyum.


Lalu, Bayu pun melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2