
...Romance 146 - Part 3. Festival Pantai dan Hadiah ulang tahun Elsa....
Hari Festival pantai pun tiba yang mana perayaan ini diperuntukkan rasa syukur para warga Sumeru kepada Alam dan Roh tanah Suci.
Pada festival ini terdapat beberapa acara diantaranya, live musik, bazzar, undian serta peluncuran kembang api pada malam harinya.
Sesaat festival itu dibuka, para pengujung nya mulai berdatangan dan para penjaga stand bazaar menawarkan barang dagangannya. Sedangkan, diatas panggung tidak hanya Arya dan band nya yang mengisi acara ada beberapa band dan pertunjukan lainnya yang mengisi panggung sehingga Arya harus menunggu giliran tampil.
Ditengah menunggu, Arya melihat kelompok dari kembang api. Lalu, Arya pun berpikir suatu ide maka dari itu Arya beranjak dari kursi dan menghampiri tim kembang api.
“Arya, kamu mau kemana?” tanya Ricki yang menyadari Arya yang beranjak dari kursi nya.
“Tunggu sebentar!”
Seusai menjawab itu, Arya pun berlari menghampiri pria paruh baya yang merupakan ketua kelompok kembang api yang sedang duduk bersantai.
“Pak, bisakah aku mengajukan peluncuran kembang api setelah penampilan kami!”
"Tentu saja, jika Nak Arya yang meminta! Akan tetapi, ada syarat nya. Nak Arya harus tampil terakhir di panggung agar saat kamu pentas matahari sudah terbenam. Bagaimana?" jawab ketua kelompok kembang api.
"Tidak masalah. Terimakasih, Pak!" jawab Arya dengan menundukkan kepalanya.
Sesudah itu, Arya pun pergi ke panitia live musik dan mengajukan agar band nya tampil di akhir dan pengajuan itu pun diterima.
“Baiklah, kalian akan tampil ke delapan,” ucap panitia festival.
“Terima kasih banyak," jawab Ricki.
Seusai itu, Arya kembali ke kelompok band nya. Lalu, Arya memberitahu kelompok nya tentang kemunduran posisi tampil kami.
“Anuu … aku ingin mengatakan sesuatu.”
Saat Arya mengatakan itu, mata semua teman-teman tertuju kepada Arya.
“Ada apa?” tanya Haruka.
“Sebenarnya, penampilan kita di undur dari kelima menjadi kedelapan!”
Arya yang mengatakan itu terlihat semua orang di band merasa senang.
“Syukurlah, aku sempat gugup jika tampil ditengah-tengah!” ucap Haruka.
“Aku juga,” ucap Hoshino.
Arya melihat Ricki dan saling tersenyum. Semua terlihat bahagia kecuali Elsa karena sosoknya tidak ada disana.
“Dimana, Elsa?”
“Dia bilang mencari udara segar di sisi pantai belakang sini katanya!” jawab Haruka.
“Arya, coba kamu kasih tahu dia! Dan jemput dia kesini untuk persiapan!” seru Ricki.
“Aku mengerti.”
Seusai itu, Arya pun pergi kearah yang ditunjukan oleh Haruka.
Setibanya di pantai, Arya melihat Elsa yang sedang melamun menatap laut dan ombak yang menghampirinya.
Melihat itu, Arya pun menghampiri nya.
“Elsa!” sapa Arya.
Saat menyapa, Elsa pun melihat kearah Arya dan memberikan senyuman.
“Arya, kamu menyusul kesini!”
“Tentu saja aku akan datang. Oiya, penampilan kita diundur menjadi paling akhir nanti!”
__ADS_1
“Begitu ya,” jawab datar Elsa dan dia pun kembali melihat ke arah laut.
Arya melihat wajah Elsa yang gelisah dan cemas. Dia menduga, Elsa memiliki masalah tersendiri namun Arya pun mencoba menghiburnya.
“Elsa, kamu kenapa?”
Elsa pun menghadap ke arah Arya dan tersenyum dengan kedua tangan di punggung serta memiringkan kepalanya.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tetap berada disisi mu saja."
"Bukankah hal itu sedang kamu lakukan," jawab santai Arya.
"Benar juga, hehehe..." ucap Elsa yang diakhiri dengan tawa kecil.
“Ayo, sekarang kita tampil sebaik mungkin!” ucap Arya seraya memberikan tangan nya untuk diraih.
“Iya,” jawab Elsa yang menganggukan kepala dan dia meraih tangan Arya sehingga mereka bergandengan tangan.
Sesudah itu Arya mengajak berlari menuju panggung festival melewati beberapa pengunjung dengan tetap bergandeng tangan hingga mereka tiba di belakang panggung dan terlihat pembawa acara dengan memarahi Haruka dan lainnya.
“Maaf, kami terlambat!” seru Elsa dari kejauhan.
“Yosh! Ayo!” ucap Hoshino yang langsung berdiri dari kursinya.
“Ayo kita tampil!” ucap semangat Haruka yang menyusul berdiri dari kursi.
“Arya, Elsa. Ayo!” seru Ricki yang melihat kami dengan senyuman lebar.
Arya dan Elsa menyadari tatapan dari Ricki itu maka kami pun bergegas melepaskan tangan kami.
“Iya, Ayo!”
Dan, tibalah mereka tampil diatas panggung dengan diiringi tepuk tangan dari para penonton.
Sedangkan diatas panggung kami persiapkan diri dengan Elsa yang berdiri ditengah sebagai vokalisnya. Sesudah persiapan selesai, Arya melihat satu persatu anggota band dan mereka menganggukan kepalanya. Sedangkan, Elsa menutup mata dan memegang dadanya.
Arya yang melihat hal itu memulai kan musik intro dengan petikan gitar nya yang membuat Elsa membuka matanya dan melihat kearah Arya. Lalu, dia tersenyum.
"Memenangkan hatiku;
Bukanlah satu hal yang mudah;
Kau berhasil membuat;
Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu;
Bukanlah suatu hal yang mudah;
Namun tak sedetik pun;
Tak pernah kau berpaling dariku;
Beruntungnya aku dimiliki kamu."
Lalu, Elsa melihat kearah Arya seraya tetap bernyanyi.
"Kamu adalah bukti;
Dari tampan paras dan hati;
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi;
tentang terang dan gelapnya hidup ini;
Setelah bait lirik itu, vokal teralih pada Arya.
__ADS_1
"Kaulah bentuk terindah;
Dari baiknya Tuhan padaku;
Waktu tak mengusai kan cantikmu;
Kau wanita terhebat bagiku;
Tolong kamu camkan itu;
Seusai nyanyi itu, Arya memainkan instrumen nya setelah itu, kembali Elsa menjadi Vokal nya.
"Meruntuhkan egoku bukan satu hal yang mudah;
Dengan kasih lembut kau pecahkan kerasnya hatiku;
Beruntungnya aku dimiliki kamu."
"(ku ingin engkau tahu)" serempak semua anggota.
"Kamu adalah bukti dari tampan paras dan hati;
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi tentang terang dan gelapnya hidup ini;
Kaulah bentuk terindah dari baiknya Tuhan padaku!
Waktu tak mengusai kan tampan mu;
Kau pria terhebat bagiku, tolong kamu camkan itu!"
Lalu, Arya pun masuk ke instrument terakhir dan mengakhiri penampilan mereka.
(*Sumber: Bukti - Virgour.)
Setelah menyelesaikan itu, Arya dan Elsa pun saling menatap serta memberikan senyuman.
Plok! Plok! Plok!"
Iringan tepuk tangan yang meriah menutup penampilan mereka dan semua penonton terlihat senang.
Ciunggg! Bang! Ciunggg! Bang!
Kembang api yang besar pun diluncurkan menghiasi langit yang sudah hampir malam dengan warna juga bentuk bunganya.
Kembang api itu pun membuat Elsa menatapnya dan dia sangat senang dengan hal itu.
“Indahnya,” ucap senang Elsa.
Tidak hanya Elsa, Hoshino pun yang duduk di kursi drum berdiri untuk melihat kembang api begitu juga para penonton dan pengunjur festival pantai lainnya.
Saat Elsa yang terfokus dengan kembang api. Arya pun menghampirinya dan berdiri disampingnya.
“Happy birthday, Elsa!”
“Terima kasih dan pandai sekali kamu, Arya untuk membuatku terkesan,” ucap Elsa yang terus menatap kembang api.
“Begitulah, bagaimana menurutmu?”
“Apa yang membuatmu pintar seperti ini?” tanya Elsa yang masih terus menatap kembang api.
“Entahlah!”
Seusai Arya mengatakan itu, Elsa menatapku.
“Terima kasih, Arya. Ini merupakan hadiah ulang tahun terbaik ku,” ucap senang Elsa.
“Sama- sama.”
__ADS_1
Melihat senyuman kebahagian dari Elsa membuat Arya juga bahagia.
...# System Of Romance #...