System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 89


__ADS_3

...Romance 89. Obrolan santai Arc dan Alice....


Menu pertemanan adalah menu yang selalu ada di dunia maya dan game. Melalui fitur menu ini kita bisa menambah teman, saling mengirim pesan, membuat grup pesan bahkan di MAO, menu pertemanan kita bisa membuat tanda lokasi teman pada map dan bisa berkomunikasi.


Di padang rumput barat, kota awal. Alice bertemu dengan seorang pemain yang mengunakan karakter pria berambut putih, tinggi dan dia bernama Arc yang tidak lain itu Avatar dari Arya.


Setelah melakukan penawaran, Alice pun melatih dasar-dasar bermain terutama penggunaan sihir.


“Yosh … aku telah memasang Sihir,” ucap Arc yang menutup layar menu Sihir.


“Sihir Rush. Jadi, jika kamu ingin melawan monster setidaknya harus mengunakan Sihir Rush!” seru Alice.


“Aku mengerti!” jawab semangat Arc yang menganggukan kepalanya.


“Sekarang mari kita coba!” ucap Alice dengan senyum senang.


“Eh, apa maksud dari senyum mu, Alice?” tanya heran Arc.


Alice pun tidak mempedulikan pertanyaan itu dan dia pun mengambil batu lalu, Alice mengeluarkan Sihir Rush di bahunya dengan rapalan Sihir.


“Rush.”


Sesaat kemudian, muncullah lingkaran sihir yang terang di tangan Alice yang mana menerangi batu yang dipegang nya.


Lalu, Alice melesatkan batu kearah Wild boar hingga monster itu terluka.


Ngookk!


Karena serangan Alice itu membuat wild boar menatap Alice dan Arc.


“Eh, Alice. Apa yang kamu lakukan?” kaget Arc.


Alice pun tersenyum dan dia mundur beberapa langkah dibelakang Arc.


“Sekarang kamu lawan Wild Boar itu dengan mengunakan Sihir Rush!” ucap Alice.


“Ehh, yang benar saja!” ucap Arc serius Alice.


Alice tidak menjawab dan hanya tersenyum.


Ngokkkk! Duk! Duk!

__ADS_1


Wild boar itu pun geram dan dia berlari kencang menyerang Arc.


“Ahh, Sial!” ucap Arc yang menghadap Wild Boar.


Saat Arc menghadapi Wild Boar, dia mengingat tentang pelajaran dari Alice bahwa untuk mengeluarkan Sihir yang sudah terpasang kita harus membayangkan dan merapalkan Sihir yang ingin dikeluarkan. Lalu, Arc merapalkan Sihir Rush.


“Rush!” seru Arc.


Dengan sihir itu, Arc dalam sekejap berada di dekat wild boar dan dia yang menyadari itu sontak mengayunkan tongkat yang mana serangan itu berhasil membunuh wild boar yang menyerangnya. Arc yang melihat itu, dia pun sangat senang.


“Hore!!! Aku berhasil!” seru senang Arc dengan kedua tangan dibetangkan keatas.


Alice yang melihat itu, dia hanya mengelengkan kepala dan tertawa kecil. Seusai Arc berteriak kegirangan, dia pun menghampiri Alice dan memegang kedua bahunya.


“Terima kasih, Alice! Jasa mu pasti tidak akan aku lupakan,” ucap Arc.


“Sama-sama, Tapi, sekarang lepaskan tanganmu dari bahuku!” seru Alice.


Arc pun terkejut dan dia segera melepaskan pegangannya tersebut.


“Hehehe … Maaf!” ucap Arc dengan tawa kecil.


“Apa kamu mau melanjutkan pemburuan?” tanya Alice.


“Iya, tentu saja!” jawab Arc dengan menganggukan kepalanya.


Alice dan Arc melanjutkan memburu Wild Boar secara bersama-sama.


Waktu pun berlalu, Arc dan Alice pun duduk beristirahat untuk mengisi bar stamina dan mananya. Arc duduk dengan bersantai sedangkan Alice berdiri dengan memasukan kedua tangannya di saku jaketnya.


“Beberapa kali aku lihat dan berpikir, tetap saja aku masih susah percaya. Kalo kita berada di dalam game dan aku merasa beruntung bisa hidup di jaman sekarang,” ucap Arc yang menatap danau dihadapannya.


“Kau terlalu berlebihan,” ucap Alice ketus.


“Ehh, tetap saja. Aku masih terkagum-kagum karena ini pertama kali aku mengunakan Nano gear,” ucap Arc.


“Ohh,” jawab datar Alice.


"Meski begitu, tujuan ku bermain ini bukan untuk bersenang-senang. Aku ingin mencari teman kecil ku yang menghilang kesadaran di game ini. Aku harus kuat agar bisa menemukan nya," ucap Arc seraya menatap langit.


Mendengar itu, Alice belum percaya dengan perkataan Arc yang mana dianggap nya tujuan itu hanya drama saja.

__ADS_1


"Pembual," ucap Alice seraya melipatkan kedua tangan nya.


Arya yang mendengar respon itu, dia sontak melihat kearah Alice. "Eh? Itu sungguhan."


"Ya, terserah lah. Kalau begitu kamu ingin melanjutkan berburu lagi?” tanya Alice.


“Hah? Iya. Sebenarnya aku ingin tapi waktu sudah pagi. Aku harus bekerja,” jawab Arc.


“Bekerja di hari minggu?!” tanya Alice.


“Hahaha … iya. Aku bekerja lembur ,” jawab Arc.


“Begitu, baiklah,” ucap datar Alice.


“Oiya, sebelum aku keluar. Bagaimana jika kita berteman dahulu?” ucap Arc.


Setelah mengatakan itu, Arc pun membuka menu pertemanan dengan huruf F di udara.


Tidak lama, muncul layar udara dihadapan Alice.


Ding!


[Anda mendapatkan undangan pertemanan dari Arc. Apakah anda terima? Iya \ Tidak.]


Alice pun menekan [Iya].


“Oke, terima kasih, Alice!” ucap Arc yang berdiri lalu menghadap Alice.


“Iya, jangan lupa membayar hutang!” jawab Alice yang tersenyum.


“Iyaa. Pasti! Kapanpun kamu meminta, aku pasti datang!” ucap semangat Arc.


Arc pun membalikan badannya dan membuka menu pengaturan. Lalu, saat dia menekan tombol log out. Pilihan itu tidak bisa berfungsi.


“Ehh, kenapa ini tidak bisa berfungsi?!” ucap kaget Arc.


Alice yang mendengar itu, dia pun menggelengkan kepalanya.


“Ya, tentu saja tidak bisa. Karena untuk keluar game harus pergi menginap di hotel atau memiliki rumah sendiri baru kamu bisa keluar game,” jawab Alice.


“Jadi, begitu … Ehh! Yang benar saja,” ucap santai Arc yang tiba-tiba berubah kaget.

__ADS_1


__ADS_2