
...Season 2: Sumeru VIP | Romance 122. Hukuman...
Setelah seminggu di tahan, Tomo pun harus menjalani proses pengadilan yang mana Arya meminta bantuan kepada Bayu dan Saga.
Tomo pun terkenal pasal percobaan pembunuhan maka dari dari itu, Tomo divonis penjara 6 tahun.
Akan tetapi, kemampuan gabungan Saga dan Bayu di bidang hukum. Hukuman Tomo pun menjadi 3 tahun.
Dan, Tomo pun dikirim ke penjara besar khusus remaja di kota Kupang dengan nomor 1048.
Tomo pun harus tinggal diruang sempit yang berisikan enam orang dalam satu sel yang mana sel itu juga hanya ada toilet.
Lalu, setibanya disana. Semua penghuni sel melihat kearah Tomo.
"Oh, ternyata anak baru. Ayo berlutut!" seru salah satu tahanan kearah tahanan yang memiliki rambut panjang dan tersenyum remeh.
"Maaf, saya berlutut hanya kepada ayah dan atasan saya," jawab dingin Tomo.
Mendengar itu, para tahanan yang lain sontak bangkit berdiri dan memasang kuda-kuda.
"Bocah, sombong," ucap tahanan yang dianggap pemimpin. Lalu, dia memberikan kode untuk menyerang Tomo.
Dan, anak buah nya itu pun mengangguk kepalanya dan menyerang Tomo akan tetapi, Tomo yang sudah memiliki keterampilan Kultivasi dengan mudah menangkis dan menyerang balik hingga membuat tahanan itu terjatuh.
Melihat kekalahan dari rekan nya, tahanan yang lain pun menyerang Tomo secara bergantian namun, semua serangan nya berhasil di hentikan dan semua tahanan disana terkapar di lantai.
Pemimpin mereka pun yang melihat anak buah nya dikalahkan, dia beranjak diri.
"Seperti nya, aku harus menghajar mu sendiri."
Lalu, pemimpin itu melesatkan pukulan keras kearah Tomo namun, Tomo dengan mudah menepis nya dan memukul balik tepat pada perutnya hingga dia pun terjatuh dalam sekali serang dan meringis kesakitan di lantai.
Sesaat kemudian, para petugas penjara datang untuk melerai perkelahian dengan memukul Tomo dengan Tongkat setelah itu, Tomo dibawa ke Sel Isolasi yang mana sel itu tidak memiliki fasilitas apapun kecuali kloset di ujung sel.
__ADS_1
Tomo yang ada di Sel Isolasi, dia hanya bisa tiduran dan menangis saat mengingat kebersamaan dengan ayah dan Santi.
"Ibu, Ayah, Santi! Maaf!"
Keesokan harinya, Tomo yang sedang tertidur di sel isolasi, dia dibangunkan oleh ketukan tongkat dari petugas sipir.
Tok! Tok! Tok!
"1048! Ada pengunjung yang ingin bertemu dengan kamu!"
Mendengar itu, Tomo sontak membuka kedua matanya dan bangun dari rebahan. Setelah itu, pintu sel pun dibuka kan oleh petugas sipir dan kedua tangan di borgol lalu, pergi ke ruang temu tahanan.
Setibanya disana, Tomo sontak tersenyum senang saat melihat Santi dan Arya.
"Kakak?!" sapa Santi yang juga tersenyum senang melihat Tomo.
Lalu, Arya juga tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tomo yang melihat Arya, dia pun membungkukkan badannya.
Setelah bergegas duduk di kursi yang mana ruang temu itu memiliki ruang yang sempit yang terpisahkan oleh meja panjang dan kaca yang membatasi antara tahanan dan pengunjung.
"Sangat baik. Kakak, bagaimana?"
"Kakak juga baik," jawab Tomo.
Sesaat kemudian, Tomo dan Santi saling bertukar pandang seraya menitihkan air mata nya.
"Santi, maaf. Saya sudah menjadi kakak yang buruk. Maaf!" ucap Tomo dengan menundukkan kepalanya.
Santi yang sedang menangis, dia pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Kak Tomo adalah kakak terbaik bagi ku. Jika aku jadi kakak pasti aku juga akan membalas dendam," jawab Santi dengan menangis tersedu-sedu.
"Jangan! Kamu harus menjadi wanita sukses, kuliah dan mendapatkan gelar yang tinggi lalu..." Tomo melihat kearah Arya, "Bantu Arya di perusahaan nya! Hanya itu bisa kita lakukan untuk membalas kebaikan Arya!"
__ADS_1
"Tomo ..." gumam Arya dengan senyuman.
Mendengar itu, Santi pun juga melihat kearah Arya dan memberikan senyuman.
"Arya, terimakasih dan maaf, saya sedikit egois. Tolong jaga Adik saya!" pinta Tomo.
Arya pun tersenyum kecil dan mengangguk kepalanya, "Iya, percayakan kepada ku!"
"Kakak juga yang baik-baik di sana ya! Kalau bisa cari teman yang hebat lalu, membuat gang terkuat! Aku sering menonton hal seperti itu," sambung canda Santi.
Candaan Santi itu pun membuat Arya dan Tomo tertawa kecil dan menghibur mereka.
Sesaat kemudian, petugas sipir datang.
"Waktu habis!" seru petugas sipir.
Mendengar itu, Tomo pun beranjak diri yang diikuti oleh Arya dan Santi yang juga berdiri.
"Arya, Santi. Saya pamit dulu!" pamit Tomo.
"Iya, kak!" jawab Santi.
Arya pun mengangguk kepalanya.
Setelah itu, Tomo berbalik badan dan meninggalkan ruangan. Meski Tomo sudah tidak ada di ruangan, Santi masih menatap ke depan dengan berlinang air mata.
Melihat itu, Arya pun merangkul nya dan Santi yang menyadari itu sontak menaruh kepalanya di bahu Arya.
"Ayo kita pulang, Santi!"
"Iya, Kak Arya!" jawab Santi.
Dan, mereka pun keluar dari ruang temu tahanan.
__ADS_1
...# System Of Romance #...