System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 23


__ADS_3

...Romance 23. Kue Chizuru...


Hari Sabtu pun tiba yang mana pada pagi itu, Arya masih mempersiapkan sarapan nya mendengar suara ketukan pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi, Arya?!" seru suara wanita yang sangat dikenal oleh Arya.


Mendengar itu, Arya menghentikan aktifitas memasak nya. "Tunggu sebentar!"


Lalu, Arya pun membuka pintu yang mana Chizuru berada di balik pintu.


"Selamat pagi, Arya!" sapa Chizuru dengan lambaian tangan.


"Hei, Pagi juga Chizuru," jawab Arya.


"Arya, aku membawa kue lagi. Coba kamu cicipi!"


"Benarkah, aku jadi penasaran dengan rasa kue itu. Ayo masuk!"


Lalu, Arya pun mempersilahkan Chizuru masuk ke dalam rumah.


"Permisi!" ucap Chizuru seraya melangkah masuk kedalam rumah Arya.


"Ya," jawab Arya yang mengikuti nya di belakang.


Setibanya didalam, Arya pun mengajak Chizuru ke ruang makan yang mana Chizuru duduk di salah satu kursi.


Sedangkan, Arya pergi ke dapur seraya menawarkan sarapan yang dibuat nya.


"Chizuru, kamu sudah sarapan?" tanya Arya seraya memasak nasi goreng.


"Sudah. Terimakasih," jawab Chizuru.


Mendengar itu, Arya pun mematikan api kompor dan duduk didekat Chizuru.


"Jadi, mana kue nya?" tanya Arya.

__ADS_1


"Ah, iya." Chizuru pun mengambil kue dari tas dan menaruh nya diatas meja. Sebuah kue bolu dengan toping ****** terlihat dipamerkan pada Arya. "Arya, silahkan!"


"Ya."


Setelah itu, Arya pun mengambil sendok dan menyantapnya yang mana rasa kue itu masih pahit.


"Pahit? Apakah kamu tidak memberikan gula?" tanya Arya setelah mengicipi kue tersebut.


"Aku sudah memberikan banyak gula tapi, kenapa ya?" ucap heran Chizuru seraya memegang dagu nya.


"Chizuru, sebenarnya kamu sedang ingin membuat kue apa?"


"Kue Bulan Bintang."


"Kue Bulan Bintang? Aku baru mendengar nya," ucap heran Arya.


Chizuru pun tersenyum lalu, mengambil sebuah buku dan membuka serta menunjukkan kepada Arya.


"Ini adalah resep warisan ibu. Aku ingin mencoba membuat nya namun ..." Chizuru menghela nafas panjang. "Tetap saja gagal. Apakah harus mencari bahan-bahan aneh yang tertulis disana ya."


"Memang aneh. Susu emas? Telur emas? Apakah semua hal itu ada?"


Chizuru tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Ada, ayah selalu mengatakan bahwa di balik gerbang keramat terdapat banyak keajaiban disana salah satu nya tumbuhan penyubur ayam yang bahkan mampu menghasilkan telur emas."


"Gerbang keramat? Di mana itu?"


"Bukit yang ada dibarat. Jika, kamu diberkati oleh Roh Tanah Suci maka kamu akan diizinkan masuk."


"Apakah pasti penyubur ayam dan sapi berada di balik gerbang keramat?"


"Aku juga tidak karena sejak tidak ada nya kakek Raya belum pernah ada yang bisa memasuki gerbang Roh Tanah Suci."


Mendengar itu, Arya sontak terkejut lantaran dia baru mengetahui bahwa Kakek nya seseorang yang penting di desa ini. Memahami itu, Arya pun mengangkat tangan kanan dan melihat nya, "Apakah aku bisa masuk ke gerbang keramat seperti apa yang kakek lakukan?" batin Arya.


"Arya?" tegur Chizuru yang membuat Arya melepaskan lamunan nya.


" Maaf, aku sempat melamun. Lalu, apakah kamu tahu nama atau bentuk dari penyubur ayam itu?"

__ADS_1


Chizuru pun menggelengkan kepalanya. "Maaf, aku tidak tahu." Lalu, Chizuru teringat akan seseorang. "Seperti nya aku tahu siapa yang bisa memberikan informasi lebih lengkap nya?"


"Siapa?"


"Pak Bob. Dia peternakan Sapi, Domba dan Kuda di desa Pulau Sumeru ini!"


"Ya sudah. Ayo kita ke sana!"


Chizuru pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian, Arya dan Chizuru pergi meninggalkan rumah.


Lalu, tidak selang lama. Beta datang dan mengetuk pintu.


"Adik Arya, pesanan mu tiba!" seru Beta dengan membawa perkakas yang masih terlihat baru.


Meski Beta berteriak dan terus memanggil namun tetap tidak ada jawaban. Mengetahui itu, Beta mencoba membuka pintu dan pintu pun terbuka.


"Wuah ... Adik Arya sungguh ceroboh. Kenapa pintu tidak di kunci?"


Lalu, Beta masuk ke rumah dan meletakkan kotak sepatu di atas meja.


"Adik Arya?!" seru Beta seraya melangkah pelan ke dalam.


Dan, Beta pun mengelilingi dalam rumah dan tidak menemukan Arya.


"Kemana dia pergi?" gumam Beta yang terus melangkah sampai dia tiba di dapur yang mana terlihat nasi goreng yang sudah matang.


"Wew, nasi goreng. Ini terlihat lezat! Kenapa Adik Arya meninggalkan sarapan nya?" Lalu, Beta terpikir sesuatu. "Ah, dari pada nanti basi. Saya makan saja."


Lalu, Beta pun mengambil piring dan sendok setelah itu, dia menyantap nasi goreng buatan Arya.


"Wow! Nasi Goreng ini sedap sekali! Adik Arya seperti nya jago masak!"


Dan, Beta pun menyantap nasi goreng itu hingga habis tidak tersisa.


____

__ADS_1


__ADS_2