
...Romance 158. Mekanik no.47, Rey...
Sepulang nya dari apartemen di Kota Metro Bima, Arya pun disungguhi dengan kejanggalan yang ada di rumah nya yang dimana pintu rumah Arya terbuka. Dalam dugaannya mungkin rumahnya sudah dimasuki maling.
Karena dugaan itu, Arya mengambil sapu yang ada didepan rumah. Lalu, mematahkan nya hingga menjadi tongkat. Sesudah itu barulah Arya masuk kedalam rumah. Lalu, merapalkan sihir kecil.
"Accelaration."
Sebuah sihir yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kecepatan. Lalu, selanjutnya dengan sihir lain nya.
"Boost."
Sebuah sihir yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatan.
Sebenarnya, Arya bisa saja mengunakan sihir serangan langsung akan tetapi, Arya enggan untuk melakukan nya di muka umum.
Seusai merapal, Arya pun berjalan secara mengendap-endap sampai ditengah rumahnya ada seseorang dibelakangnya.
Arya yang menyadari itu, dia pun memutar badannya dan mengayunkan tongkat secara vertikal kearah sosok itu namun, serangan ditangkis oleh sosok pria yang ditutup wajahnya oleh masker dan topi hitam.
Arya pun tidak berhenti disitu, Dia melanjutkan serangan dengan memutar tongkat dan melesatkan tebasan ke badannya hingga pria hitam itu mundur beberapa langkah serta tongkat yang dipegang Arya patah.
Pria merenggangkan tangan nya lalu, dia mengambil pisau. Arya pun juga melempar tongkat yang sudah patah dan memasang kuda-kuda karate.
Pria hitam itu pun melesatkan serangan pisau dengan sangat cepat sampai-sampai Arya kesulitan untuk mencari cela. Saling jual beli serangan pun terjadi, semua barang di rumah Arya menjadi pecah dan patah.
Tendangan dan pukulan terus diadukan. Tidak ada yang mau mengalah sampai Arya melihat ada tongkat besi yang berasal dari patahan meja di ruang makan. Arya pun sontak mengambil tongkat besi itu dan melesatkan kearah pria hitam tersebut.
Tongkat besi itu berbeda dari tongkat sebelumnya karena memiliki patahan tajam diujung nya maka serangan Arya mampu melukai tangan dan kakinya.
Arya bisa saja langsung menusuk pria hitam itu namun, Arya bukanlah pembunuh dan saat ini, dia lebih membela diri.
Disaat serangannya membuahkan hasil. Arya meluruskan pedangnya keatas.
"Kamu kuat juga, Arya," ucap pria hitam dari balik maskernya.
Mendengar itu, Arya terkejut dan dia sepertinya mengenal suara tersebut. "Mungkinkah?!"
Ditengah Arya mencoba menebak, Pria hitam itu melesat kan serangan pisaunya. Arya pun sontak melakukan serangan balasan dengan memperlebar kaki kuda-kudanya serta memutarkan tongkat besi 90 derajat lalu, menebas perut pria hitam karena itu benda tumpul jadi pria hitam itu hanya terhembas ke tembok yang membuat pria hitam itu tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Pertarungan pun usai. Arya pun membuang tongkat besi dan menghampiri pria hitam itu
Lalu, Arya membuka master pria hitam itu dan dia pun terkejut bahwasannya pria hitam itu ialah sahabat kecilnya dahulu, Rey.
"Rey?!" kaget Arya.
Arya yang mengetahui orang yang mengincar nyawanya adalah sahabatnya sendiri maka dia pun mengikat Rey dengan cable tie dan Arya pun bersandar di sisi tembok yang berhadapan dengan Rey untuk menunggunya tersadar kembali.
Arya yakin Rey orang yang terlatih. Dia tidak butuh waktu lama untuk tersadar dan bangun dari pingsan nya.
Benar dugaan Arya, setengah jam kemudian Rey terbangun.
"Hei, Rey. Lama tidak berjumpa!" sapa Arya.
Rey yang terbangun, dia sontak memeriksa dirinya dan dia pun menyadari bahwa dirinya terikat oleh cable tie.
"Rey, apa kamu mencari ini?" ucap Arya sambil menunjukkan pistol handgun kedap suara kearah Rey.
Rey tersenyum melihat Arya, "Arya, kamu tidak berubah. Kamu selalu cerdas dan kuat," ucap Rey.
"Terimakasih, kuanggap itu pujian. Kembali ke topik! Kenapa kamu ingin membunuhku? Dan, kenapa kamu tidak lakukan? Bisa saja dengan pistol ini kamu menyelesaikan nya dengan mudah?" ucap Arya.
Rey tersenyum kembali, "Arya, kamu mau mendengar sebuah cerita?"
Rey pun mulai menceritakan dirinya. Keluarga Yamamoto merupakan Yakuza yang disegani di Jepang. Dia mengadopsi anak-anak terlantar untuk di latih menjadi pembunuhan bayaran yang bernama Mekanik.
Setelah lulus pelatihan maka, pembunuh bayaran ini akan diberikan nomor dan Rey mendapatkan nomor 47.
Saat Rey menyandang nomor itu berbagai misi di dunia gelap pun terus dikerjakan dari seorang cleaner, mata-mata, pembunuhan dan masih banyak lainnya.
Cleaner yang dimaksudkan Rey ini dimengerti oleh Arya. Mereka merupakan orang-orang yang mampu menghilangkan bukti baik itu jasad, barang yang pecah diganti baru dan sebagainya hingga media sama sekali tidak bisa meliputnya.
Hingga suatu ketika, Arya masuk dalam target pembunuhan. Rey pun mengambil misi itu agar tidak ada orang lain yang mencoba membunuhnya dan disisi lain Rey ingin menguji kemampuan Arya.
"... jadi begitulah cerita nya," ucap Rey yang mengakhiri ceritanya.
Sesaat itu juga, Arya berdiri dan menghampiri Rey lalu, dia pun melepaskan nya. Rey sempat bingung dengan sikap Arya.
"Arya, apa yang kamu lakukan?" tanya Rey.
__ADS_1
Arya tersenyum dan memberikan tangannya, "Rey bergabunglah dengan ku dan katakan berapa kompensasi yang harus kubayar untuk merekrut mu!"
"Mahal lho, apa kamu bisa?" jawab Arya.
"Tidak masalah, aku memiliki saldo tanpa batas!" jawab bangga Arya.
Rey pun tertawa kecil lalu, dia pun meraih tangan Arya, "Baiklah, jika kamu sanggup!" jawab Rey sambil berdiri.
Arya dan Rey pun saling berjabat tangan dan tersenyum.
Pada malam itu juga, Rey menghubungkan diri ke host dan mengatakan bahwa misi gagal selain itu, dia meminta misi pengawalan untuk mengawal Arya.
Host pun menerima nya dengan syarat. Arya harus membayar biaya kompensasi sebesar 50 juta USD. Lalu, biaya pengawalan sebesar 5 juta USD.
Arya pun tidak mempermasalahkan dan membayar 55 juta USD atau setara 860 milliar rupiah dengan kartu hitam nya.
Sejak saat itulah, Rey berada di sisi Arya.
$$
Di Osaka, Jepang. Seorang pria Jepang berjas berjalan menelusuri rumah besar tradisional Jepang dengan penjagaan yang ketat. Pria itu berjalan sampai di ruangan besar yang dimana terdapat seorang pria paruh baya yang mengenakan yukata berdiri menatap bulan.
Pria itu mulai melaporkan pesannya.
"Oyaji (ayah besar), No. 47 telah berganti misi menjadi pengawalan kepada seorang pemuda bernama Arya Juana," lapor dari pria berjas.
"Terus awasi mereka!" seru pria paruh baya.
"Baik," jawab pria.
Sesaat menerima perintah itu, pria berjas langsung meninggalkan ruangan.
Lalu, pria paruh baya melihat ke bulan kembali.
"Raya -Aniki, anakmu sudah dewasa dan aku sudah memberikannya senjata. Sekarang, mari kita lihat apa yang akan dilakukannya!" ucap pria paruh baya yang diakhiri dengan senyuman.
Dan, pria paruh baya itu ialah Tuan Besar dari keluarga Yamamoto, Ryu Yamamoto.
...# System Of Romance #...
__ADS_1
Rey (Lee Jong Suk).