System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 96


__ADS_3

...Romance 96. Sihir kutukan, Sixteenth Year Death Curse....


Saat ini Arya masih berada di dunia game yang mana diri baru dilantik menjadi pemimpin kota Himetsu. Maka dari itu, Arya kembali ke tujuan awalnya yang mana dia pun mengerahkan beberapa pasukan terlatih untuk mencari Avatar nya Adira dengan mengunakan foto profil yang diberikan oleh Jeremy sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, Kanbei menghampiri dan memberitahu sesuatu kepada Arya.


"Arc -sama, ada Tuan besar Nobunaga ke Himetsu," ucap Kanbei.


Dan, sebuah misi FATE pun datang.


Ding!


[Misi FATE: Menjalin hubungan dengan Klan Nobunaga.]


Mendengar dan melihat itu, Arya sontak berlari untuk menemui nya lantaran aku penasaran dengan sosok Nobunaga Oda di game ini.


Setibanya di ruang pertemuan, terlihat lah seluruh petinggi samurai telah berkumpul dan Aoki sebagai pengganti Arya untuk sementara. Sesaat Arya datang, posisi pun teralih pada Arya dan dia pun memimpin pertemuan.


Beberapa saat kemudian, sosok pria datang di ruang pertemuan yang mana semua mata tertuju kepada sosok pria berbadan besar, bermata tajam dan memiliki kunciran pada rambutnya disertai dengan baju Shogun hingga Kharisma nya sangat kuat dan dia tidak lain, Nobunaga Oda.



Saat Nobunaga berada didekat Arya, dia pun memberikan hormat kepada Arya.


"Salam kenal, Daimyo Arc -Dono! Aku Nobunaga Oda ingin bertemu dengan anda," ucap Nobunaga.


Melihat itu, Arya tersenyum dan menganggukkan kepala. "Iya, senang bertemu dengan anda, Nobunaga -San," jawab Arya.


"Arc -Dono. Karena anda sudah datang ku


Maka aku akan langsung ke inti!" seusai berkata seperti itu, Nobunaga bersujud dihadapan seraya berseru. "Arc -Dono, tolong selamatkan putri ku!"


Arya yang mendengar itu sontak terheran, "Putri? Kenapa dengan putrimu Nobunaga -San?"


Saat Arya bertanya itu, Kanbei pun menjawab nya. "Putri Yui Nobunaga telah menderita skill kutukan Sixteenth Year Death Curse."


"Sihir kutukan?"


"Iya, itu adalah sihir kutukan dari lahir yang berupa skill kutukan yang menimbulkan rasa sakit yang hebat kepada korban dalam siklus waktu tertentu seiring bertambahnya usia, rasa sakit akan semakin meningkat hingga sampai puncak nya pada usai 17 tahun yang membuatnya meninggal dunia," jawab Kanbei.


Mendengar itu, Arya pun terdiam dan merasa sakit nya Putri Yui yang selalu menahan sakitnya seorang diri. Lalu, Arya mengangkat tangan kanan dan melihat nya.


"Aku berharap Sihir Recovery atau Mercy bisa menyembuhkan nya," batin Arya.


Setelah itu, Arya pun mengambil keputusan dan beranjak diri lalu, membantu membangun kan Nobunaga Oda dari sujud nya.


"Aku tidak bisa berjanji apapun tapi, aku akan melakukan sebaik mungkin. Jadi, bangunlah!"


Disaat bangun, Nobunaga Oda melihat Arya dengan tatapan sendu dan pipi nya berlinang air mata.


"Terimakasih," jawab Nobunaga.


"Jadi, berapa lama lagi waktu Putri Yui sampai batas umur 16 tahun nya?"


"Dua hari lagi," jawab pelan Oda.

__ADS_1


Mendengar itu, Arya sontak terkejut. "Apa?! dua hari lagi? Kalau begitu, ayo kita bergegas!"


Arya pikir dua hari adalah waktu yang sebentar lantaran dalam dunia nyata itu hanya satu hari bagiku.


Tidak lama kemudian, Arya bersama Kanbei, Nobunaga beserta beberapa prajurit bergegas pergi ke kota Einzhen dengan kuda yang tercepat.


Dan, Arya pun tiba di kota hanya dalam waktu 20 menit.


Setibanya di kota itu, Arya disambut oleh suara kicauan burung camar dan udara laut yang sangat segar serta dari kejauhan terlihat beberapa kapal kayu besar di sudut pelabuhan.


Saat didalam, semua prajurit dan rakyat memberikan sambutan kepada Arya dan Kanbei serta memberikan jalan hingga kami pun menghentikan laju kuda dan turun dari kuda. Lalu, di istana kota Einzhen yang mana kami disambut oleh sosok wanita yang cantik dan aku menduga nya dia adalah Istri dari Nobunaga Oda -san, Kicho atau dikenal sebagai Nohime.


"Selamat datang, Tuan Ku!" ucap Nohime.


"Iya, Kicho dan perkenalkan dia Daimyo Himetsu, Arc Himetsu," ucap Nobunaga yang memperkenalkan Arya.


Arya pun tersenyum dan mengangguk kepala. "Salam kenal, Aku Arc Himetsu."


"Saya Nohime, mari masuk, Kazuya -Dono!" seru Nohime.


"Dimana Yui?" tanya Nobunaga.


Mendengar pertanyaan itu, wajah Nohime sontak berubah sedih. "Dia baru saja tidur. Seusai lama kesakitan."


Lalu, Arya dan Nobunaga saling bertukar pandang.


"Arya -Dono, Ayo!" seru Nobunaga.


Arya pun menjawab dengan anggukan kepala.


Lalu, kami pun pergi kedalam kamar dan terlihat Yui yang sedang berbaring di kasur geram kesakitan lagi dengan memegang erat dadanya.


Nohime yang melihat itu sontak berlari menyusul langkah Arya dan Oda ke arah putrinya tersebut.


"Sayang, ada ibu disini! Kuat kan dirimu!" seru Nohime seraya memegang tangan Yui.


Melihat itu, Oda sontak melihat Arya.


"Aku minta tolong kepada mu, Arc -Dono!" pinta Oda.


Saat mendengar permohonan itu, Arya pun mengangguk kepala. "Iya, aku akan berusaha."


Setelah itu, Arya pun menghampiri Yui dan Nohime beranjak diri dari kasur dan memeluk setengah badan nya kepada Oda seraya menatap putri nya yang geram kesakitan dan menatap cemas.


"Kicho, aku yakin Arc -Dono bisa menyembuhkan nya," ucap yakin Nobunaga Oda seraya menggenggam tangan istrinya.


Arya yang mendengar itu tersenyum, "Semoga saja aku tidak mengecewakan nya!" batin Arya.


Lalu, Arya pun memulai pemeriksaan terlebih dahulu.


Ding!


[ Analisa.


Yui Nobunaga.

__ADS_1


Ras: Human.


Umur: 16.


Status Abnormal: Sixteenth Year Death Curse, 60 menit. ]


Melihat itu, Arya sedikit terkejut lantaran informasi yang diberikan Nobunaga lebih cepat. Setelah itu, Arya pun meluruskan tangan dan menaruh di bawah buah dadanya.


"Lebih baik aku mengunakan sihir penyembuhan tertinggi." Arya pun merapalkan sihir nya.


"Ultimate Magic: Mercy."


Sesaat merapalkan sihir itu muncul lingkaran besar diatas dan dibawah Yui dan aku. Lalu, tubuh Yui diselimuti oleh cahaya hijau.


Disaat bersamaan, entah apa yang terjadi. Seluruh ingatan Yui terlihat oleh Arya baik buruk nya dan senang serta duka nya.


Setelah proses yang cukup lama, sihir kutukan Sixteenth Year Death Curse menghilang dari status nya dan wajah nya yang pucat berubah cerah kembali. Seusai itu, cahaya yang menyelimuti tubuh Yui berlahan menghilangkan dan dua lingkaran sihir juga menghilangkan.


Melihat itu, Nobunaga sontak bertanya. "Berhasil kah?"


Arya pun menoleh kebelakang dan tersenyum serta mengangguk kepala.


Melihat jawaban ku, Nobunaga dan Nohime sontak tersenyum bahagia.


Lalu, Arya pun kembali melihat Yui dan dia juga berlahan membuka matanya dengan ringan.


Memahami kondisi itu, Arya pun menyapa nya.


"Bagaimana keadaan mu, Putri Yui?"


Saat Arya bertanya itu, Yui sontak memperlebar kedua matanya dan wajah sedikit memerah lalu, dia yang tengah panik sontak bangun hingga membentur dahi ku.


"Ah, maaf," ucap panik Yui.


Oda dan Nohime yang melihat putrinya bangun dari rebahan sontak menghampiri dan memeluk nya.


"Yui!" seru Nohime.


"Yui, terima kasih GOD telah mengirimkan Arc -Dono untuk menyembuhkan putri ku ini!" ucap Nobunaga Oda seraya memeluk Yui.


Arya pun bernafas lega lantaran sihirnya berhasil menyelamatkan nya dan aku sontak berdiri. Lalu, Arya di lihat oleh Yui dengan tatapan heran namun, dia hanya mengangguk kecil dan memberikan senyuman.


Melihat Arya tersenyum, Yui pun ikut tersenyum dan Arya pun tersadar bahwa Putri Yui sangat cantik meski itu hanya lah sebuah game namun, Arya jatuh hati kepada nya.


Disaat yang bersamaan, ada pemberitahuan datang.


Ding!


[Selamat! Anda mendapatkan gelar Pahlawan Penyembuh.]


...# System Of Romance #...


Yui Nobunaga.


__ADS_1


__ADS_2