
...Romance 145. Mengantar Dian pulang....
Ditengah bersantai di atas tempat tidur nya, Kelvin yang menerima telepon dari Pak Makmur bahwasanya Dian belum pulang dan nomor nya tidak bisa dihubungi.
Mengetahui hal itu, Arya pun langsung menghubungi beberapa temannya Dian seperti Ayu, Ye Zhang dan Carl
Ye Zhang dan Carl tidak mengetahui keberadaan Dian tapi berbeda dengan Ayu. Dia mengatakan Dian pergi dengan teman sekolahnya ke sebuah klub malam.
Namun, Ayu tidak berani mengatakan hal itu kepada Ayah nya Dian.
Kelvin pun menghormati keputusannya dan dia pergi menuju klub malam yang di katakan oleh Ayu yang mana klub malam itu berada di Kupang dan Kelvin pergi dengan mengunakan mobil pinjaman dari Arya.
Setibanya disana, Kelvin pun masuk kedalam klub. Gemuruh musik EDM masih terdengar dan pengunjung juga masih lah banyak padahal sudah jam tiga pagi.
Kelvin yang sudah didalam, dia mengelilingi klub dan mencari Dian. Tidak lama, Kelvin pun menemukan Dian sedang duduk dan bersulang dengan teman-temannya.
Kelvin yang melihat itu, dia pun menghela nafas dan menghampirinya.
"Dian, waktunya pulang!" seru Kelvin.
Dian dan teman-teman nya melihat kearah Kelvin bahkan ada dua teman wanita nya Dian malah terpesona dengan Kelvin. Sedangkan Dian tersenyum sambil melihat Kelvin.
"Ah, ada Mas Kelvin. Loe juga disini!" ucap Dian yang sudah setengah sadar.
__ADS_1
"Dian pulang biar Saya antar!" seru Kelvin lalu, dia pun menarik tangan Dian dan memaksanya untuk berdiri.
Dian pun berdiri sambil tertawa-tawa kecil dan Kelvin tanpa mempedulikan temannya Dian, dia menyeret Dian keluar namun, Dian menahannya malah menarik Kelvin kerarah berlawanan menuju tempat dansa.
"Sekali lagi, please!" pinta Dian.
Kelvin pun menuruti nya dan dia berdansa pelan dengan Dian. Lalu, disetengah sadarnya Dian terus menatap Kelvin lalu, mengalungkan lehernya.
"Sudah, Yuk. Kita pulang!" seru pelan Kelvin.
Dian menggelengkan kepalanya dan memegang bibir Kelvin dengan jari nya.
"Mas, kamu abis kemana? ganteng banget! tau gak!" ucap Dian.
Kelvin tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan, "Udahlah. Yuk, pulang!"
Sesaat kemudian, Dian melepaskan ciumannya dan menatap Kelvin sambil tersenyum, "Bibir mu hangat!"
Seusai mengatakan itu, Dian pun tertidur di pelukan Kelvin.
Kelvin pun tersenyum sendiri dan menghela nafas.
"Saya tidak tahu apa reaksinya nanti setelah sadar," gumam Kelvin.
__ADS_1
Setelah itu, Kelvin pun mengendong Dian seperti seorang putri keluar dari klub malam dan masuk kedalam mobil.
Seperjalanan pulang, Kelvin pun menelepon Pak Makmur dan menjelaskan bahwa Dian berada di rumah temannya namun, Dian tertidur di rumah temannya. Rencanna itu sudah di sepakati oleh temannya Dian yang ikut ke klub malam. Sedangkan, Kelvin menyemprotkan parfum mahal kepada Dian sehingga bau alkohol hilang.
Pak Makmur pun percaya dengan ucapan Kelvin dan setibanya di rumah Dian, Kelvin mengendong Dian ke kamarnya. Lalu, memberikan selimut kepada Dian.
"Terima kasih ya, Nak Kelvin," ucap Pak Makmur yang berada disamping Kelvin.
"Sama-sama, Pak. Sudah pagi, saya pamit dulu," ucap Kelvin.
"Iya," jawab Pak Makmur.
Kelvin pun meninggalkan kamar Dian dan dia pun pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, Dian membuka mata dan terkejut saat melihat dirinya berada di kamarnya sendiri. Dian pun menjadi panik dan bangun secara terburu-buru juga memeriksa pakaiannya yang masih sama seperti saat dirinya pergi.
"Gimana gue pulang?" gumam panik Dian.
Dian pun mencoba mengingat semua kejadian yang dialaminya waktu semalam. Lalu, dia teringat tentang Kelvin yang menjemput dan juga dirinya yang mencium bibir Kelvin.
Mengingat itu, Dian sontak memegang bibirnya.
"Hiyaaa!" teriak kesal Dian yang merebahkan badannya lagi lalu, menutupi dirinya dengan selimut serta kakinya yang diayunkan diatas kasur.
__ADS_1
Dian pun menjadi malu kepada Kelvin atas perbuatannya sendiri.
...# System Of Romance #...