
...Romance 163 - Part 2. Rey dan Marsha....
Beberapa saat setelah penculikan Marsha dan permintaan tolong Rey. Arya pun ikut campur dalam permasalahan Rey. Dia melakukan nya secara rapi agar tidak ketahuan yang membuat panik warga yang lain dengan memanggil tim cleaner untuk merapihkan semua serta mengkremasi jasad ibunya Marsha.
Dalam sekejap, tim itu pun membuat seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Sesudah mengurusi ruangan itu, Arya kembali ke kelompok nya. Yang dimana terdapat Rey dan Yua.
Diruangan yang berbeda Rey sedang melakukan introgasi kepada pria yang menyerangnya. Melalui, sedikit siksaan. Rey pun berhasil mendapatkan informasi.
Sesaat kemudian, Arya pun datang menghampiri Rey.
"Rey, info apa yang kamu dapatkan?"
"Mereka orang-orang nya anak dari Haiden Prima, Mikael Prima."
"Apa? tujuannya?!"
Rey pun mengambil tas kamera dan merobek pelindung tas yang dimana mereka menemukan satu kilo sabu-sabu.
"Sabu-sabu."
Arya menutup mulut dan mengusap-usap dagunya seraya berpikir cara yang terbaik.
"Rey, kamu tahu masalah ini cukup memberatkan maka dari itu, berikan aku alasan kenapa kamu ingin menyelamatkan gadis kecil itu?"
Mendengar pertanyaan itu, Rey teringat akan percakapan saat makan mie instan bersama Marsha.
Ditengah makan Rey bertanya, "Kenapa kamu bersembunyi?"
"Aku sering dimarahin, dipukul dan dimaki oleh ibuku meski dia hanya terus menyuntik dirinya dan meminum alkohol meski begitu, aku masih sayang dengan ibuku. Aku tahu sebenarnya ibu kesepian meski beberapa kali membawa pria ke apartemen namun setiap malam selalu menangis. Jadi, Aku ingin tetap menjaganya walaupun mungkin dimata ibuku, aku selalu salah tapi itu jugalah yang membuat ku kuat," ucap Marsha yang diakhiri dengan senyuman lebar.
Rey yang mendengar itu, dia pun juga tersenyum melihatnya.
Rey pun menyadarkan lamunannya dan menjawab pertanyaan Arya.
"Dia gadis yang kuat. Maka dari itu, aku ingin menyelamatkan nya."
Arya pun tersenyum dan memegang bahu Rey, "Baiklah. Aku akan membantu mu!"
__ADS_1
Rey pun menganggukan kepalanya, "Baiklah, Terima kasih."
Lalu, Rey pun pergi meninggalkan ruangan pergi ke garasi basement tiga yang dimana mobil dan motor sport dan mewah diparkir kan termasuk motor sport Ducati milik Rey. Dia pun mengambil dan mengenakan jaket kulit lalu, memasangkan earphone kecil di telinganya.
"Kak Rey, kamu dengar?" suara Dina dari earphone.
Earphone terhubung di kontrol room yang dimana ada Arya dan Dina saja.
"Iya." jawab Rey.
"Ray, berhati-hati lah!" seru Arya.
"Dimengerti!" jawab Rey seraya mengenakan helm lalu, melajukan motor besarnya dengan kecepatan tinggi.
Misi Rey pun dimulai ...
Dimalam yang sunyi, Rey melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju klub malam milik Haiden Prima.
Setibanya disana, Rey pun turun dari motor, melepaskan helm dan masuk ke klub melalui pintu belakang. Setibanya didalam, Rey melewati beberapa orang dan mereka melihat kehadiran Rey namun tidak ada yang berani menegurnya. Setelah melewati dapur, Rey pun tiba di hall utama. Gemuruh musik dan tarian banyak orang membuat langkah Rey terhambat.
Tujuan nya ke ruangan VIP yang ada dilantai dua. Setibanya di lorong tangga, ada dua penjaga yang menghentikan langkah Rey.
Buaakkkkk!
Tiba-tiba pintu masuk terdobrak oleh penjaga keamanan nya. Manager itu sontak terkejut begitu juga wanita yang bersamanya.
Sesaat kemudian, Rey masuk dan melihat sekelilingnya.
"Kalian pergilah!" seru Rey kepada para perempuan seksi.
Mereka pun sontak bangun dari jongkoknya dan berlari melewati Rey. Diarah berlawanan Manager itu berusaha untuk mengambil pistol tapi langkah Rey lebih cepat mengambil pistol kedap suaranya dan langsung menembak tangan dan kakinya hingga manager itu menjerit kesakitan.
Rey pun tidak mempedulikan dan berjalan pelan menghampiri Manager yang kesakitan itu lalu, menodongkan pistol ke kepalanya.
"Katakan dimana Haiden dan Haikal?"
"Mana aku tahu, brngsek!" jawab kasar manager.
Mendengar itu, Rey melesatkan kembali peluru nya kearah kaki Manager hingga dia lebih menjerit kesakitan. Rey tidak peduli dan kembali menodongkan pistol ke kepalanya.
__ADS_1
"Sekali lagi, aku katakan. Dimana Haikal dan Haiden?"
"Diii ... a di pabrik!" ucap terbata-bata manager.
"Dimana?"
Manager itu pun menyebutkan alamatnya dan Rey meminta lokasi navigasinya kepada Dina. Dina pun menemukannya dan menampilkan hasil navigasi ke ponsel Rey.
Setelah menerima itu, Rey pun membalikan badan dan melangkah keluar.
"Bdebah!!!" teriak Manager.
Rey pun menodongkan pistol kebelakang tanpa melihat lalu, melesat tembakan kearah pundak dan lagi-lagi dia menjerit kesakitan.
Pabrik berada ditempat yang tersamarkan dengan penampilan toko mainan. Rey pun berhenti pada toko itu. Lalu, masuk kedalamnya. Kasir dan beberapa orang melihat sosok Rey itu dan terus menatap nya. Rey tidak peduli dan terus melangkah hingga sampai ke pintu belakang toko.
Rey tiba-tiba diserang oleh sosok pria besar yang membawa golok, Rey pun berhasil menghindar dan menangkap tangan pria itu lalu, Rey melesatkan pukulan uppercut hingga pria itu jatuh kelantai.
Tidak hanya pria besar itu, beberapa orang mulai menyerang Rey. Rey pun jual beli serangan tapi kemampuan Rey. Dia dengan mudah menjatuhkan semua penjaga.
Saat masuk kedalam, Rey melihat tangga bawah tanah yang dimana para penjaga juga sudah ada di sana. Perkelahian di tangga pun terjadi satu demi satu Rey menjatuhkan mereka.
Setibanya di dibawah dan saat ini masuk ruangan bawah tanah. Beberapa orang melesatkan tembakan salah satunya memegang senjata submachine gun- Uzi yang digunakan Haikal.
Hal itu membuat Rey bersandar di sisi tembok pintu sambil menunggu kesempatan. Yang dimana saat tembakan sudah diam Rey menembakan dengan cepat para penjaga termasuk Haikal.
Meski, Rey menembak mati para penjaga tapi tidak dengan Haikal. Rey sengaja menembaki ke kaki nya.
Makian demi makian di lontarkan oleh Haikal. Rey pun tidak mempedulikan, dia pun memeriksa seluruh ruangan pabrik itu. Namun, Rey tidak menemukan Marsha melainkan anak-anak yang terlantar lainnya. Haikal memperkerjakan anak-anak untuk membuat obat dipabrik itu dan tempat beristirahat anak itu berisikan kotoran dari anak itu yang hanya dialaskan koran menyatu dengan tempat tidur dan makannya.
Diruang sampingnya terdapat ruang operasi yang mirip seperti tempat jagal yang dimana terdapat lemari jenazah disana. Rey pun membuka itu yang ternyata ada jasad yang sudah di ambil beberapa organ yang bisa dijualnya.
Rey pun melaporkan semua itu kepada Saga. Tentu Saga murka akan hal yang dilakukan oleh Haiden sekeluarga. Lalu, Saga memberikan perintah Rey untuk membunuh Haikal.
Rey pun melaksanakan nya dengan mengikat Haikal, mengeluarkan anak-anak, lalu membuat bom dari bahan obat.
Makian dan ancaman terus dilontarkan oleh Haikal. Rey tidak mempedulikan dan meninggalkan toko itu.
Haikal yang ketakutan dia terus berlihat lilin yang berlahan-lahan membakar tali yang terikat dengan obat dan tidak lama, Toko itu pun meledak tepat beserta Haikal didalamnya. Rey dan anak-anak menyaksikan ledakan itu.
__ADS_1
...# System Of Romance #...