
...Romance 120. Mengantar Jessica dan Serangan dadakan....
Malam yang panjang pun di habiskan oleh Tomo pada pesta ulang tahun kalangan atas dan pesta itu usai pukul tiga pagi.
Waktu yang sudah sangat malam, Tomo pun mengantar Jessica pulang dengan mobil Lexus nya. Selama perjalanan, tidak ada perkacapan apapun karena rasa lelah yang dirasakan oleh Tomo dan Jessica dan tibalah di pintu gerbang rumah Jessica.
"Jessica, kita sudah sampai," ucap Tomo yang melihat kearah Jessica.
Jessica pun juga melihat Tomo, "Terima kasih ya sudah mau menjadi pacar pura-pura ku."
"Sama-sama meski saya tidak tahu kenapa kamu begitu? Tapi, tidak masalah buat saya. Meski begitu, Jessica! kamu telah mencuri ciuman pertama saya," ucap Tomo.
Jessica tersenyum dan tertawa kecil.
"Oiya?! Wow. Aku jadi merasa terhormat mendengar nya," ucap Jessica.
"Aku juga merasa terhormat dicium oleh wanita secantik kamu," jawab Tomo.
"Cihh ... bisa aja dasar gombal!" ucap ngomel Jessica sambil tersenyum lebar dan mengalihkan pandangannya ke depan.
Tomo pun tersenyum melihat ekspresi malu Jessica. Setelah mengatakan itu, Jessica kembali memandangi Tomo.
"Boleh lagi?" tanya Jessica.
"Kenapa tidak?" jawab Tomo.
Wajah Jessica pun mendekat begitu juga Tomo Lalu, mereka saling berciuman dan lebih lama dibandingkan sebelumnya bahkan Jessica mengalungkan leher Tomo sampai pada akhirnya, Jessica melepaskan ciuman dan mengembalikan posisi badannya sambil tersenyum dan memegang bibirnya.
"Wow, kamu tuh playboy ya. Bagaimana bisa kamu ciuman sebaik itu?" ucap Jessica.
Tomo tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya memberikan senyuman.
"Tomo, sekali lagi terima kasih ya. Aku pamit dulu," ucap Jessica sambil menatap Tomo.
__ADS_1
"Iya, selamat malam dan tidur ya, Jessica," ucap Tomo.
Jessica menganggukkan kepala dan membuka pintu. Lalu, keluar dari mobil Tomo. Sesaat di luar, Jessica menoleh ke jendela mobil dan Tomo membuka kan jendela tersebut.
"Jangan lupa kabarin ya kalo kamu sudah ada di rumah!" ucap Jessica.
Tomo pun menganggukan kepalanya, "Iya."
"Bye, hati-hati dijalan ya!" ucap Jessica sambil melambaikan tangannya.
"Bye," jawab Tomo.
Tomo pun menutup jendela dan kembalikan pandangan nya kedepan lalu, Tomo melajukan mobilnya.
Saat mobil melaju beberapa jarak, Tomo melirik spion dan melihat sosok Jessica yang masih berdiri di gerbang rumahnya. Hal itu membuat Tomo menghela nafas bahwasannya semua yang terjadi malam itu sangat diluar dugaan. Dia bahkan berpikir mungkin dirinya sudah jatuh hati kepada Jessica tapi, di lain pihak. Tomo hanya berpura-pura untuk mencintainya.
"Mungkin, aku sudah berubah dari pria polos yang datang dari desa," gumam Tomo sambil melihat Jessica dan Dia mengembalikan pandangannya kedepan dan mempercepat mobilnya.
Tepat seperti dugaan Tomo, mobil Jeep itu mempercepat lajunya dan menyalip laju Tomo lalu berhenti secara menyamping di depan mobil Tomo hingga Tomo harus menghentikan mobilnya secara mendadak.
Saat mobil Tomo terhenti, beberapa orang berbadan besar dengan mengenakan kaos hitam keluar dari mobil dengan membawa tongkat kayu ada juga yang membawa pisau.
Tomo awalnya sempat takut namun, dia sudah belajar dasar Kultivasi dari Arya yang membuat dirinya lebih tenang. Setelah Tomo mengambil nafas dan sudah lebih tenang. Tomo keluar mobil.
"Permisi! apa urusan kalian dengan ku?" tanya Tomo.
Tidak lama Tomo keluar, seorang pemuda yang seumuran Tomo keluar dari mobil dan Dia terlihat seseorang yang ada di pesta Jonathan.
"Urusan Loe sama gue? Njing, orang kampung beraninya Loe deketin cewe Gua!" ucap pemuda tersebut.
"Maaf, apa maksudmu? Aku tidak mengerti," jawab Tomo.
Sebenarnya Tomo mengerti, pemuda yang ada dihadapannya mantan dari Jessica dan Jonathan sudah memberikan peringatan kepada ku.
__ADS_1
"Jangan banyak bcot! Serang dia!" seru pemuda.
Beberapa preman disana langsung menjalankan perintah si pemuda dengan berjalan kearah Tomo dan mengayunkan tongkatnya.
Tomo dengan mudah menghindar dan melakukan serangan balik dengan membanting preman itu. Satu persatu Tomo mengalahkan nya dan adapun yang memegang pisau. Dia langsung memutarkan tangan preman untuk menjatuhkan pisau lalu, membantingnya setelah mencekek dengan lengan nya hingga preman itu pun pingsan.
Pemuda itu pun sedikit ketakutan melihat keenam preman di lumpuhkan dengan mudah oleh Tomo.
Tomo pun berdiri dan merapihkan bajunya.
"Jadi, apakah sudah selesai?" tanya remeh Tomo.
"Bgst! Tidak berguna semuanya!" ucap kesal pemuda melihat para preman yang terjatuh. "Awas, Loe! mati sama gua!" sambung pemuda sambil menunjuk kearah Tomo dan pemuda itu beserta para preman berdiri dan bergegas masuk mobil. Preman yang pingsan pun di bopong oleh temannya.
Dan, mereka pun pergi.
Melihat mereka pergi, Tomo pun menghela nafas.
"Sepertinya kehidupan orang kaya sulit untuk hidup damai," ucap Tomo seraya melihat pemuda dan para preman pergi.
Sesaat kemudian, Tomo kembali berjalan ke mobil nya namun, saat memasuki mobil ada sebuah panggilan masuk yang itu berasal dari Arya.
"Tomo, kamu baik-baik saja? Aku melihat kamu sedang bertarung?!" suara tanya Arya dari telepon.
"Arya, saya baik-baik saja," jawab Tomo.
"Syukurlah mendengar nya! Tomo, segeralah kembali!" seru Arya.
"Baik, segera!" jawab Tomo.
Lalu, Tomo pun melangkah kedalam mobilnya dan kembali ke hotel.
...# System Of Romance #...
__ADS_1