
...Romance 132. Hasil Honorer....
Siapa yang menyangka?
Siapa yang akan percaya?
Ada sebuah pekerjaan honorer yang membayar lebih dari 100 juta rupiah dalam satu malam.
Pada awalnya, Kelvin ingin langsung mengirim ke panti namun, Ibu Rosa akan menaruh curiga dan berpikiran buruk. Maka dari itu, Kelvin pun memutuskan untuk mengirim 5 juta saja ke panti.
Proses pengiriman berjalan dengan lancar dan Kelvin pun langsung menghubungi Ibu Rosa. Seperti yang Kelvin duga, Bu Rosa mempertanyakan sumber uang tersebut.
Lalu, Kelvin pun membohonginya dan mengatakan uang itu berasal dari investasi saham dan dirinya beruntung pada hari ini saham naik pesat. Ibu Rosa pun percaya dan menyuruh Kelvin untuk tetap menabung dan menyuruhnya untuk kuliah. Kelvin pun hanya mengiyakan karena Kelvin sendiri tidak tahu apakah ada waktu untuk aku kuliah?
Saldo dan uang terlihat normal maka dari itu, Kelvin memutuskan untuk mengambil uang sebesar 2 juta rupiah untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan kue untuk Pak Makmur karena dia telah banyak membantu dirinya.
Secara kebetulan, disamping minimarket ada toko bakery dan Kelvin pun membeli kue tart disana. Seusai membeli kebutuhan dan kue, Kelvin kembali pulang.
Setibanya di rumah, Kelvin menaruh barang belanjaan. Lalu, mengambil rantang milik pak Makmur. Setelah itu, Kelvin pun keluar lagi dan pergi ke rumah pak Makmur.
Saat tiba disana, pintu tertutup rapat begitu juga toko sembako nya. Maka dari itu, Kelvin pun menekan bell yang tidak lama kemudian, Dian keluar dengan pakaian tank top dan rambutnya dibiarkan terurai.
“Siapa ya?” tanya Dian yang melirik ke pagar.
“Saya.”
“Oh, kamu. Ngapain kamu kesini?!” ucap jutek Dian dan menghampiri Kelvin.
“Saya ingin mengembalikan rantang dan memberikan ini,” ucap Kelvin seraya menunjukan rantang dan kue tart.
Dian yang sudah berjarak dekat, dia membuka pagar dan mengambil rantang serta kuenya. Namun, saat melihat kuenya. Dian bersikap lain.
“Selera mu bagus juga. Terima kasih, ya.”
__ADS_1
“Eh? iya. Sama-sama.”
Saat Dian melihat kue yang Kelvin bawa sepertinya dia suka rasa strawberry.
Padahal itu hanya kebetulan ada rasa itu saja di toko Bakery. Mungkin ini bisa menjadi catatan tersendiri untuk Kelvin.
“Lalu, ada perlu apa lagi?” tanya judes Dian.
“Tidak ada sih,” jawab Kelvin seraya tersenyum kepada Dian.
Ditengah obrolan Kelvin dengan Dian, Pak Makmur keluar dan melihat mereka, “Ada siapa, Dian?”
“Ini tetangga baru,” jawab ketus Dian.
Pak Makmur pun melihat kearah Kelvin, “Oh, ternyata Kelvin. Kenapa diluar saja? Ayo masuk!” seru Pak Makmur.
“Tidak usah, Pak. Saya hanya mengantarkan rantang dan kue saja.”
“Apa sih? Udah ah!” ucap ngambek Dian dan dia langsung melangkah masuk ke rumahnya.
Kelvin dan Pak Makmur tertawa kecil melihat sikap Dian.
Sesaat kemudian, Kelvin pun berpamitan dengan Pak Makmur dan meninggalkan rumahnya.
Selama perjalanan kembali, Kelvin masih terheran-heran dengan pekerjaan baru nya itu. Meski begitu, Kelvin cukup senang dengan pekerjaan baru nya.
Setibanya di rumah nya, Kelvin melihat Arya yang sedang bersandar di pagar menunggu kedatangan Kelvin.
Saat Arya menyadari kehadiran Kelvin, dia pun melambaikan tangannya dan Kelvin yang melihat Arya, dia sontak mempercepat langkah nya.
Lalu, setibanya didekat Arya. Kelvin pun menundukkan kepalanya, "Arya, anda datang."
"Iya, Maaf. Aku datang mendadak lagi," jawab Arya.
__ADS_1
Kelvin pun mengembalikan posisi badannya. "Tidak masalah. Mari masuk, Arya! Kita bicara didalam!"
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dan, mereka pun masuk kedalam rumah Kelvin.
Setibanya di dalam rumah, Kelvin menyeduh teh dan memberikan kue kepada Arya yang mana teh dan kue itu diletakkan diatas meja.
"Terimakasih, tidak perlu repot-repot," ucap Arya.
"Tidak apa-apa. Saya senang menjamu anda. Jadi, ada apa Arya?" tanya Kelvin.
Arya pun tersenyum dan mengambil teh lalu, menyeruput nya.
"Hm, teh yang nikmat," ucap Arya seraya menaruh teh nya kembali ke atas meja.
"Kak Kelvin, apakah ada kendala dalam membuat Dungeon?" tanya Arya.
"Semua lancar hanya saja Operator tidak memberikan tujuan dalam pembuatan Dungeon dan jujur, aku sedikit bosan dengan Dungeon seperti dalam game," jawab Kelvin.
"Itulah tujuan ku kemari," jawab Arya.
Mendengar itu, Kelvin sontak membuka lebar kedua matanya. "Mungkinkah, tujuan nya anda yang memberikan nya?"
"Jika, Kak Kelvin tidak keberatan," jawab Arya.
"Tentu saja saya tidak keberatan karena Arya juga merupakan Supervisor dan atasan ku," jawab Kelvin.
"Baiklah, aku memiliki rencana..."
Dan, Arya pun menjelaskan rencana nya.
...# System Of Romance #...
__ADS_1