System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 75


__ADS_3

...Romance 75. Tantangan Senior....


Keesokan hari setelah penyerangan senior terhadap Tomo, dia pun merasa gelisah dan pada jam istirahat Arya dan Tomo jalan bersama.


"Arya, aku sangat khawatir jika senior akan membalas dendam," ucap Tomo.


"Tenang saja. Aku pasti membantumu," jawab Arya.


"Arya, apakah kamu memiliki rencana?" tanya Tomo.


Arya melihat Tomo dan memberikan senyuman. "Tentu saja ada. Pertama, Ayo kita temui kepala sekolah!"


"Iya," jawab Tomo dengan anggukan kepala.


Lalu, Arya dan Tomo pun pergi ke ruang kepala sekolah dan setibanya nya disana, Arya pun mengetuk pintu.


"Masuklah!" suara seruan kepala sekolah dari dalam.


Mendengar jawaban itu, Arya dan Tomo masuk kedalam ruangan. Lalu, setibanya didalam terlihat lah pria paruh baya yang juga tinggal di desa Sumeru, Kepala Sekolah Panji.


"Selamat siang, pak!" sapa Arya.


Panji yang sedang mengurus dokumen. Dia pun menghentikan aktifitas dan menoleh kearah Arya dan Tomo.


"Oh, Arya. Tomo. Selamat siang juga! Silahkan duduk!" seru Panji.


"Baik, pak," jawab Arya.


Lalu, Arya dan Tomo duduk di hadapan Panji dan Panji pun menutup dokumen nya. Setelah itu, melihat Arya dan Tomo.


“Ada apa? Kalian datang ke sini?”


Arya dan Tomo saling menatap serta menganggukan kepala. Lalu, Arya menceritakan tentang kejadian di kelas Tomo.


"... Itulah pak cerita. Apakah bapa ada tindakan?" tanya Arya.


“Begitu ya, bapak mengerti namun bapak tidak bisa berbuat apa-apa karena dia anak dari ketua PTA serta keluarga mereka merupakan investor besar di sekolah ini. Maafkan, bapak!” ucap Panji.


“Begitu ya.”


Arya yang mendengar jawaban dari kepala sekolah itu merasa kecewa karena ketakutan nya oleh uang dan tidak mengedepankan para muridnya.


“Aku telah mendengar bahwa Tomo telah melakukan perlawanan?” tanya Panji.


“Iya, pak! saya melakukan perlawanan karena mereka telah mengusik teman sekelasku. Apakah bapak akan menghukum saya?” jawab Tomo.


“Tidak, bapak tidak akan menghukummu namun berhati-hatilah karena Bapak tidak bisa membantu banyak,” ucap pelan kepala sekolah.

__ADS_1


“Terima kasih, Pak!” jawab serempak Tomo dan Arya.


Tidak lama kemudian, mereka pun pergi meninggalkan ruang kepala sekolah.


Setibanya di koridor kelas terlihat semua murid-murid berbaris dan memberikan jalan kepada sekelompok murid yang berbadan besar. Semua murid takut serta menundukan kepalanya saat mereka berjalan dilorong dan melewati nya.


Lalu, salah satu dari mereka yang memiliki badan lebih besar meneriaki Tomo.


“Siapa Tomo? Keluar!” teriak senior berbadan besar.


Saat itu Arya dan Tomo juga melihat mereka. Memahami situasi nya, Arya dan Tomo menghentikan langkah. Lalu, Tomo pun menoleh ke arah Arya yang mana Arya memberikan kode anggukan kepala.


"Baiklah," jawab Tomo.


Lalu, Tomo pun maju selangkah dan memperkenalkan dirinya.


“Saya Tomo. Kenapa kalian mencari saya?"


Semua mata senior tertuju kepada Tomo dan menghampirinya. Lalu, mereka pun menghentikan langkahnya didepan Tomo dan melihat penampilan Tomo yang mana para senior meremehkannya.


“Apa ini? Kau bercanda?” ucap remeh senior yang terlihat sebagai ketua kelompok.


Mereka pun tersenyum remeh.


“Kamu, datanglah ke gudang kantin. Sepulang sekolah!” seru senior yang berbadan besar.


“Kenapa?”


Disaat Tomo mengatakan itu, langka mereka pun terhenti dan melihat kebelakang.


“Kenapa?!” tanya senior yang berbadan besar. Lalu, dia pun menghampiri Tomo lagi.


Salah satu dari senior mengejek Tomo. “Lihat anak ini! dia bertanya kenapa kepada kita.”


Tomo pun tidak mempedulikan itu dan terus bertanya kepada senior, “Katakan kenapa aku harus kesana?”


Saat Tomo bertanya itu, senior berbadan besar menarik kerah nya dengan kedua tangan nya.


“Ku dengar betapa bodohnya kamu tidak menghormati senior! Pasti kau tidak waras!” seru kesal senior berbadan besar sambil mengangkat Tomo keatas lalu, membenturkan nya ke jendela.


Gubrakkkkk!


Kaca pun terpecah oleh badan Tomo.


Setelah itu, Tomo dilempar ke lantai. Sehabis itu, senior besar mengangkat Tomo kembali dengan satu tangannya untuk memaksa Tomo berdiri.


“Hanya segini kekuatanmu!” ucap remeh Tomo dengan senyuman kecil.

__ADS_1


“Apa?!” tanya kesal senior besar.


Seusai mengatakan itu, Tomo pun memegang tangan senior besar dan melepaskan pegangannya. Dia pun berusaha untuk melepaskan tangan namun tidak mampu. Selain Tomo melepaskan tangannya dari kerah nya, dia pun memutar tangannya.


“Duuh! AAA …! Bedebah!” geram kesakitan dari senior besar lalu, dia mengumpulkan kekuatannya untuk melesatkan pukulan dengan tangan satunya lagi.


Melihat serangan itu sontak Tomo melancarkan serangan balik dengan menendang selakangannya lalu melancarkan serangan tendangan samping tepat pada wajahnya sehingga dia terpental kesamping dan tidak sadarkan diri.


Salah satu Senior yang lain pun tidak terima dengan kekalahan temannya mereka pun melakukan serangan pukulan kepada Tomo. Namun Tomo tidak membiarkannya dengan pukulan keras Tomo melesatkan serangan balik sehingga mereka terjatuh serta tidak sadarkan diri juga.


Senior yang lain juga tidak bisa berkutik serta terdiam melihat teman nya pingsan.


Memahami itu, Arya pun terpikir ini adalah kesempatannya untuk mengakhiri anggota pemerasan dan pembullian dari kelompok Elite.


“Siapa yang terkuat disini? Bisa kuakhiri semuanya setelah saya menghajar kalian? Apa kita bisa pergi ke sekolah tanpa rasa takut? Katakan itu kepada dewan murid!”


Senior yang dianggap pemimpin itu tersenyum remeh.


“Dasar orang gila!” seru senior pemimpin yang langsung melesatkan pukulannya.


Saat melihat itu sontak Tomo menepis pukulannya dan melakukan serangan balasan pukulan kearah senior itu.


Buk!


Meski terkena serangan Tomo, dia masih bertahan diri dan hanya mundur beberapa langkah dengan mulut yang sedikit berdarah.


Senior itu pun tidak menyerah, dia ingin melesatkan pukulan lagi. Namun kali ini Tomo tidak menepisnya melainkan menangkap tangannya dan menendang ************ yang membuat dia memegang *********** serta menunduk.


Tomo yang melihat itu, dia sontak melancarkan tendangan memutar yang membuat dirinya pingsan.


Buk!


Pertarungan pun usai dan terlihat beberapa senior yang tersisa tidak berkutik melihat rekan-rekannya terjatuh serta tidak sadarkan diri. Tomo pun mengerti akan ketakutan mereka kepada Tomo.


“Bawa teman-teman kalian dan pergilah! Dan beritahu kepada mereka terutama president kelas, jangan biarkan mereka memeras para murid! Jangan pernah memukul siapapun! Serta jangan pernah mengancam siapapun di sekolah!” seru Tomo kepada beberapa senior lainnya.


Seusai Tomo mengatakan itu, mereka pun sontak membantu rekan-rekannya yang tidak sadarkan diri dan meninggalkan Tomo.


Plok! Plok! Plok!


“Yeeee ….”


“Keren!”


Iringan tepuk tangan dan sorangan pujian pun mengisi seluruh sekolah dan Arya pun menduga bahwa berita Tomo yang telah mengalahkan senior terkuat disekolah telah tersampaikan kepada president kelas bernama Sambo.


"Aku harap, Aku dan Tomo mampu menjatuhkan pemerasan dan pembullyan di sekolah ini! Semoga saja!" batin Arya.

__ADS_1


__ADS_2